Menakar Kutai Timur sebagai A Magic Land
Launching tersebut bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-24 Kabupaten Kutai Timur

Launching tersebut bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-24 Kabupaten Kutai Timur

Menakar Kutai Timur sebagai a Magic Land
Kabupaten Kutai Timur secara resmi mendeklarasikan sebagai Magic Land. Launching tersebut bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-24 Kabupaten Kutai Timur sekaligus meluncurkan logo serta jingle.
Bukan tanpa alasan kabupaten ini menjuluki dirinya sebagai tanah yang penuh keajaiban. Sebab semua ada di kabupaten ini.
Mulai dari bentang alam berupa pesisir Pantai, dataran rendah khas Kalimantan, hingga pegunungan karst. Dari sisi sumber daya alam, kabupaten Kutai Timur juga lengkap. Gas dan minyak bumi, batu bara, hingga emas tersedia melimpah.
Di sisi lain, kabupaten terluas di Provinsi Kalimantan Timur ini masih memiliki hutan terpelihara sebanyak 68 persen dari luas wilayahnya.
Upaya konservasi dan penyelamatan lingkungan juga terus dijaga hingga tak ada satupun tambang illegal beroperasi di wilayah ini.
Tanah yang penuh keajaiban menjadi julukan karena kabupaten seluas 35.748 km² ini memiliki segalanya. Mulai dari bentang alam, wisata, budaya, hingga flora dan fauna.
Soal kekayaan alam, Kabupaten Kutai Timur juga komplet. Mulai minyak dan gas bumi, batubara, emas, hingga kawasan karst. Kabupaten yang berdiri pada 12 Oktober 1999 ini juga memiliki pantai sepanjang 500 km². Baru sedikit pantai yang dikembangkan untuk menjadi obyek wisata.
“Kutim ini saya sebut Magic Land bukan lagi wonderfull tapi memang daerah ini daerah yang ajaib semuanya ada,” katanya.

Kawasan Karst Sangkulirang membentang hingga ke Kabupaten Berau dan menyatu dengan Karst Mangkalihat.
Gugusan karst ini dikelilingi oleh dinding-dinding terjal, gua bawah tanah dengan ukiran alam serta perbukitan hijau.
Kelompok karst berukuran raksasa ini merupakan tandon air raksasa bawah tanah yang menyuplai air bersih di Kabupaten Kutai Timur.
Luas bentangan karst Sangkuliran-Mangkalihat sejumlah 362.706,11 ha, terbagi dalam dua wilayah administratif yaitu Kabupaten Kutai Timur 171.925,57 ha dan Kabupaten Berau 190.780,54 ha.
Pemerintah juga menetapkan area lindung seluas 550.000 hektar, kawasan ini bernilai ekonomi, budaya, sosial, dan ilmiah.

Tidak hanya itu, kawasan karst ini memberi informasi tentang jejak manusia purba yang bisa dilihat dari lukisan tangan, gambar perahu, dan lukisan berbagai jenis binatang yang tergambar jelas pada dinding-dinding gua dan konon telah ada sekitar 10.000 tahun SM.
Tidak hanya itu, keanekaragaman hayati begitu berlimpah yang ditawarkan kawasan karst ini juga sangat kaya karena tempat ini dihuni oleh hewan endemik seperti orangutan. Ditemukan juga kolam air panas di kaki bukit karst.
Keberadaan bentang alam karst dengan banyak sumber mata airnya juga dimaksimalkan untuk transisi energi. Kabupaten Kutai Timur secara perlahan sudah mulai beralih ke energi terbarukan.
Beberapa kawasan yang sulit dialiri jaringan listrik PLN mulai mandiri memanfaatkan energi terbarukan.
Dari bentang alam itu, potensi wisata terbentuk. Situs-situs berharga dari pegunungan karst banyak dikunjungi para peneliti untuk mencari informasi terkait plaeontologi, arkeologi, situs fosil, struktur geologi-mineral, litologi, termasuk flora fauna yang endemik.
Di kaki bukit banyak ditemukan gua peninggalan manusia purba, sungai bawah laut, hingga pantai yang bersih.
“Kandungan tanah kita punya banyak, ada minyak, ada batu bara, ada emas, ada biji besi. Di atasnya tidak hanya hutan, bisa ditanami sawit, coklat, bersawah, berkebun,” sebut Ardiansyah.
Pemerintah Kabupaten Kutai Timur tengah mengusulkan Karst Sangkulirang menjadi salah satu taman bumi atau geopark dunia. Kawasan Lindung Karst Sangkulirang memiliki nilai arkeologi, ekologi dan budaya yang tinggi.
Wilayah ini tidak hanya kerap dikunjungi wisatawan lokal, tapi juga mancanegara.
Jadi, apakah sudah benar Magic Land pantas disematkan untuk kabupaten ini?
merdeka.com





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476393/original/087946500_1768741849-Viva_Yoga.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5382314/original/023006700_1760577182-WhatsApp_Image_2025-10-15_at_23.02.34.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476329/original/098209100_1768728369-IMG_4903.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469235/original/018631400_1768099529-WhatsApp_Image_2026-01-11_at_09.32.24__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476365/original/034456100_1768732998-WhatsApp_Image_2026-01-17_at_15.59.35.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475865/original/031467900_1768665486-MU.jpg)























