Mensos Tegaskan: Siswa Nakal Sekolah Rakyat Tetap Dibina, Tak Akan Dikeluarkan dari Program
Menteri Sosial Saifullah Yusuf memastikan siswa nakal dalam Program Sekolah Rakyat akan terus dibina tanpa dikeluarkan. Cari tahu bagaimana Kemensos menangani masalah siswa bermasalah ini!

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf secara tegas menyatakan bahwa siswa yang terdaftar dalam Program Sekolah Rakyat, meskipun memiliki perilaku nakal atau bermasalah, akan tetap mendapatkan pembinaan berkelanjutan. Kebijakan ini menegaskan bahwa tidak ada siswa yang akan dikeluarkan dari program tersebut, melainkan akan diberikan pendampingan khusus. Pernyataan ini disampaikan Mensos di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Senin, 22 September.
Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa pendekatan ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian Sosial (Kemensos) untuk memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama dalam pendidikan dan pembentukan karakter. Jika ada siswa yang menunjukkan perilaku tidak kondusif, Kemensos akan mengintervensi dengan metode pembinaan yang sesuai. Hal ini bertujuan agar siswa dapat beradaptasi dan kembali mengikuti proses belajar mengajar dengan baik.
Lebih lanjut, Mensos mencontohkan bahwa apabila seorang siswa mempengaruhi teman-temannya dengan karakter nakal dan menimbulkan masalah, Kemensos memiliki fasilitas rehabilitasi khusus. Fasilitas ini dirancang untuk memberikan pembinaan yang komprehensif, termasuk pendampingan medis, psikolog, atau rehabilitasi sosial, sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu.
Komitmen Kemensos dalam Pembinaan Siswa Bermasalah
Kementerian Sosial (Kemensos) menunjukkan komitmen kuatnya dalam menangani siswa bermasalah di Program Sekolah Rakyat dengan pendekatan yang inklusif. Mensos Saifullah Yusuf secara eksplisit menyatakan, "Tidak boleh ada siswa Sekolah Rakyat yang dikeluarkan. Kalau nakal atau ada masalah, petugas akan memberikan pembinaan khusus." Pernyataan ini menjadi landasan utama dalam penanganan siswa yang menunjukkan perilaku menyimpang.
Pembinaan khusus yang dimaksud mencakup berbagai bentuk intervensi, disesuaikan dengan tingkat dan jenis masalah yang dihadapi siswa. Kemensos menyadari bahwa setiap anak memiliki latar belakang dan tantangan yang berbeda, sehingga penanganan tidak bisa disamaratakan. Tujuannya adalah untuk mengembalikan siswa ke jalur yang benar tanpa harus menghentikan pendidikan mereka.
Apabila masalah yang dihadapi siswa memerlukan penanganan lebih mendalam, Kemensos telah menyiapkan fasilitas rehabilitasi. Mensos Saifullah Yusuf menambahkan, "Kami akan rehabilitasi, apakah perlu pendampingan medis, psikolog, atau perlu rehabilitasi sosial. Layanan sosial tentu akan dilakukan." Ini menunjukkan bahwa Kemensos siap memberikan dukungan holistik untuk memastikan kesejahteraan dan perkembangan siswa.
Menangani Dinamika Karakter Siswa Sekolah Rakyat
Sejak Program Sekolah Rakyat digulirkan pada Juli 2025, Kemensos telah menemukan berbagai dinamika karakter anak-anak di beberapa lokasi. Mensos mengakui bahwa para peserta datang dari berbagai daerah dengan latar belakang dan karakter yang sangat beragam, yang tentu saja menimbulkan tantangan tersendiri dalam proses adaptasi dan pembelajaran. Namun, ia optimis bahwa persoalan tersebut hanya bersifat sementara.
Mensos yakin bahwa masalah karakter dan adaptasi ini akan teratasi seiring berjalannya waktu dan proses penyesuaian di lingkungan baru. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya peran kepala sekolah dan guru dalam menghadapi situasi ini. Kesabaran dan empati menjadi kunci utama bagi para pendidik untuk merangkul dan membimbing siswa.
Dalam menghadapi tantangan ini, Mensos Saifullah Yusuf memberikan pesan khusus kepada para pendidik. "Memang selalu ada dinamika setiap program. Kami harapkan para kepala sekolah dan guru harus bisa sabar, mulai dari masa pengenalan siswa, penuh empati dan merangkul. Tantangan seperti ini wajar, pasti ada anak yang kurang kondusif, saya pastikan mereka tidak dikeluarkan, tetap dibina," ujarnya. Pesan ini menggarisbawahi pentingnya pendekatan humanis dalam pendidikan.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475812/original/099904100_1768657086-Serpihan.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5432495/original/005614800_1764809441-000_86ZV73K.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5462366/original/095961900_1767572953-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475849/original/036253300_1768664192-20260117_192835.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475854/original/014289600_1768664377-114456.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475845/original/086013600_1768663765-114070.jpg)



















