Peringatan Keras Menhaj ke 1.600 Calon Petugas Haji
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, memberikan peringatan tegas kepada 1.600 calon petugas haji yangmengikuti pendidikan dan pelatihan di Asrama Haji.

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf memberikan sejumlah peringatan tegas kepada 1.600 calon petugas haji yang sedang mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan di Asrama Haji Pondok Gede.
Salah satu penekanan yang disampaikan adalah pentingnya tidak menganggap remeh tugas dalam melayani jemaah haji.
Dia menegaskan bahwa reputasi negara sangat bergantung pada kinerja ribuan calon petugas tersebut.
"Keberhasilan Anda melayani jamaah adalah 60 persen dari keberhasilan kami. Namun ingat, kegagalan bapak ibu sekalian, 100 persen menjadi sebab kegagalan kami," ungkap Gus Irfan saat apel pagi di Jakarta, sebagaimana dilansir dari Antara.
Pernyataan Gus Irfan kepada 1.600 peserta yang terdiri dari berbagai unsur, seperti TNI, Polri, tenaga kesehatan, dan jurnalis, tidaklah tanpa alasan.
Tahun 2026 menjadi tahun yang sangat penting karena Kementerian Haji dan Umrah akan sepenuhnya mengendalikan proses haji Indonesia secara mandiri.
Gus Irfan menilai bahwa 1.600 orang tersebut adalah individu terpilih yang telah melewati seleksi ketat dari lebih 100 ribu pendaftar pada akhir tahun 2025.
Oleh karena itu, kinerja yang diharapkan dari mereka harus maksimal. Dalam arahannya, Gus Irfan juga menekankan bahwa disiplin waktu adalah hal yang mutlak.
Dia tidak ingin mendengar lagi adanya laporan tentang petugas yang tidak peduli terhadap situasi di Arab Saudi nanti.
"Negara harus hadir dalam setiap situasi jamaah. Anda adalah wakil negara," tegasnya.
Dana Haji Alami Perputaran Capai Rp18 triliun
Menhaj Mochammad Irfan Yusuf menegaskan bahwa kementeriannya akan mengambil tindakan tegas terhadap segala bentuk pelanggaran dan penyelewengan anggaran serta jabatan dalam penyelenggaraan haji, baik di Indonesia maupun di Arab Saudi.
"Saya tekankan kepada tim yang berangkat, jangan ada pemikiran mendapatkan satu rupiah pun dari apa yang kita kerjakan, baik di Indonesia maupun di Arab Saudi," ujar Gus Irfan dalam acara Penguatan Tata Kelola dan Penyerahan Anggaran Operasional Haji Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Dia juga mengingatkan bahwa semua dana jamaah haji harus dibelanjakan dengan tepat sesuai kebutuhan dan dikelola secara akuntabel serta dapat dipertanggungjawabkan demi kepentingan dan kemaslahatan jemaah.
"Uang jemaah ini harus kita belanjakan sesuai dengan kebutuhan. Untuk memastikan tahun ini dan tahun-tahun berikutnya pengelolaan dana haji benar-benar akuntabel dan bisa dipertanggungjawabkan. Orientasi utama kita adalah kepentingan dan kemaslahatan jamaah haji," ungkapnya.
Gus Irfan juga menjelaskan bahwa perputaran dana haji setiap tahunnya sangat besar, mencapai sekitar Rp 18 triliun.
Oleh karena itu, pengelolaannya memerlukan tanggung jawab yang tidak hanya bersifat administratif tetapi juga moral dan spiritual.
"Pertanggungjawabannya bukan hanya di dunia, tetapi juga di akhirat," tambah Irfan.
Penegakan Hukum

Untuk memastikan pengawasan berjalan dengan efektif, Menhaj Irfan Yusuf mengungkapkan bahwa terdapat dua direktorat di Kementerian Agama yang memiliki tanggung jawab dalam penegakan hukum, yaitu Inspektorat Jenderal dan Direktur Jenderal Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah.
"Saya berikan kewenangan penuh kepada Irjen dan Ditjen Pengendalian untuk melakukan penegakan hukum jika diperlukan," terangnya.
Dia juga menekankan pentingnya pengelolaan dana umat yang baik untuk menjaga kepercayaan jemaah terhadap penyelenggaraan ibadah haji.
"Pengelolaan dana umat harus dikelola sebaik-baiknya, serapi-rapinya," tegas Gus Irfan.
Peringatan ini sejalan dengan evaluasi penyelenggaraan haji di tahun-tahun sebelumnya, di mana kedisiplinan petugas di sektor-sektor penting seperti Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) sering kali menjadi sorotan.
Pada seleksi petugas haji yang dilakukan pada Desember 2025 lalu, sistem Computer Assisted Test (CAT) dan tes wawancara psikologi telah diperketat untuk memastikan bahwa petugas yang terpilih tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki mentalitas pelayanan yang baik.
Tahun ini, rasio petugas dibandingkan jemaah juga sedikit ditingkatkan untuk memastikan respons yang cepat di lapangan.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5187168/original/083476600_1744683863-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475935/original/081315100_1768698227-115771.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475841/original/087878400_1768663052-000_932Q8KW.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5197520/original/095088500_1745476635-IMG-20250424-WA0038.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475932/original/049906700_1768695353-115507.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475928/original/032653900_1768693499-IMG-20260117-WA0238.jpg)
















