Ricuh PSI Semarang Sampai Ada Yel-Yel Mosi Tak Percaya, Ketua DPW PSI Jateng Buka Suara
Permasalahan yang terjadi di Semarang tersebut terkait dengan Surat Keputusan (SK) yang disahkan DPP PSI.

Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jawa Tengah (Jateng), Antonius Yogo Prabowo buka suara soal kericuhan di PSI Semarang yang heboh di media sosial belum lama ini. Yogo mengaku telah memfasilitasi pihak-pihak yang merasa tidak puas.
"Yang Semarang, saya pikir, kami sudah bertemu dengan DPD dan DPC (Kota Semarang). Teman-teman yang menyampaikan ketidakpuasan sudah kami bantu untuk komunikasi dengan DPP. Karena terkait protes mereka karena SK itu kan yang menandatangani DPP," ujar Yogo seusai menemui Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) di kediaman pribadi Jalan Kutai Utara, Sumber, Solo, Jawa Tengah, Rabu (14/1).
Dikatakan dia, permasalahan yang terjadi di Semarang tersebut terkait dengan Surat Keputusan (SK) yang disahkan DPP PSI.
Isi SK itu, dikatakannya, membuat sejumlah pihak tidak puas sehingga memilih meninggalkan ruangan (walk out) sebagai bentuk protes.
"Mudah-mudahan hari ini sudah mereda, sudah paham. Kami terus mengevaluasi hal ini dan mengawal," ungkapnya.
Diduga Saling Lempar Kursi
Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan kader PSI menyatakan mosi tidak percaya kepada Sekretaris DPD PSI Kota Semarang Melly Pangestu, yang mengatasnamakan loyalis PSI Jawa Tengah terpasang di depan hotel saat sertijab pengurus baru yang berada di Jalan Gajah Raya, Semarang, Jawa Tengah.
Namun, di tengah berlangsungnya agenda tersebut, suasana yang semula berjalan kondusif mendadak berubah ricuh.
Sejumlah pengurus, kader, dan simpatisan dari beberapa DPC di Kota Semarang terlibat aksi saling bentak. Bahkan, mereka diduga sempat saling melempar kursi yang berada di dalam aula hotel.
Kericuhan semakin memanas ketika sebagian peserta memilih keluar dari ruangan. Akan tetapi, ada pihak yang melarang mereka meninggalkan lokasi dan meminta tetap mengikuti forum, hingga aksi saling dorong pun tak terhindarkan.
Usai insiden tersebut, sejumlah peserta akhirnya keluar ruangan sambil meneriakkan yel-yel, "Mosi Tidak Percaya DPD PSI Kota Semarang".





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/2982506/original/051530500_1575123274-BORGOL-Ridlo.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5357651/original/076578000_1758536150-616b3847-bf9b-4f66-9950-991a1c466855.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475249/original/075022200_1768559374-Jenazah_warga_Pati_dibawa_menggunakan_perahu_menuju_pemakaman.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5158422/original/012721900_1741665141-kata-kata-untuk-stop-bullying.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475190/original/073855700_1768554990-TPA_Benowo_mengubah_sampah_menjadi_energi_listrik.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2818452/original/068180400_1559103065-Screenshot_2019-05-13-17-09-10-899_com.miui.videoplayer.jpg)























