Mengulang Kejayaan Jalur Rempah: Semangat PSI dari Manado, Ternate hingga Ambon
Di ketiga wilayah inilah PSI menggelar Rakorwil. Seolah ingin menautkan kembali urat nadi sejarah Nusantara dengan semangat politik baru, politik solidaritas.

Di masa lalu, angin laut membawa aroma pala, cengkih, dan fuli ke seluruh penjuru dunia. Kapal-kapal kayu dari berbagai bangsa menembus ombak dan badai demi menjejak tiga titik emas di Nusantara, Manado, Ternate dan Ambon. Di sinilah jantung Jalur Rempah berdetak paling kencang di seantero dunia. Tiga wilayah yang bukan sekadar pelabuhan, tetapi simpul peradaban, titik temu para pedagang dari Asia, Timur Tengah hingga benua Eropa.
Jejak sejarah itu masih terasa hari ini. Di Manado, semangat niaga Minahasa bertaut dengan keramahan masyarakat pesisir. Di Ternate, cerita kejayaan Kesultanan yang menjadi pengendali maju mundurnya harga cengkih di dunia masih hidup pada benteng-benteng tua yang tegak di bibir pantai. Sementara Ambon, tanah penuh musik dan kenangan dagang yang panjang, masih menyimpan gema transaksi rempah yang pernah membuatnya bersinar di peta global.
Di ketiga wilayah inilah, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menggelar rangkaian Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil). Seolah ingin menautkan kembali urat nadi sejarah Nusantara dengan semangat politik baru, politik solidaritas.
Ketua Harian PSI, Ahmad Ali, hadir langsung dalam Rakorwil PSI Sulut di Manado, Rakorwil Maluku Utara di Ternate dan Rakorwil Maluku di Ambon. Serangkaian perjalanan ini dirajut bukan sekadar silaturahmi politik, melainkan upaya menyerap inspirasi dari pusat-pusat kejayaan rempah yang dulu menghubungkan Nusantara dengan dunia.
Di Manado, Ahmad Ali membakar semangat para kader yang memenuhi ruangan. Ia menyebut Sulawesi Utara sebagai tanah yang 'Penuh energi solidaritas yang tidak dimiliki tempat lain'. Dalam pidatonya, dia menegaskan bahwa PSI harus menjadi rumah bagi anak-anak muda dari berbagai latar belakang.
"Siapkan rumah ini, wadah ini, untuk melahirkan Jokowi-Jokowi muda. Beri kesempatan kepada mereka. Dan saya mau banyak anak-anak petani, anak-anak nelayan yang memiliki potensi kemudian lahir menjadi pemimpin… lahir dari rahim Partai Solidaritas Indonesia," ujar Ahmad Ali disambut riuh tepuk tangan panjang oleh para kader PSI yang memadati Manado Convention Center, Kamis (27/11/2025).

Dari Manado, rombongan PSI bergeser ke Ternate, sebuah pulau kecil yang dulu menaklukkan dunia dengan aroma cengkihnya yang kuat. Di hadapan kader PSI Maluku Utara, Ahmad Ali kembali menegaskan pentingnya membangun politik yang inklusif, politik yang merangkul sebagaimana Kesultanan Ternate dahulu membuka jalur perdagangan bagi bangsa-bangsa asing.
Ia kembali menyerukan pesan inti perjuangan PSI. Ahmad Ali menyatakan di dalam PSI tidak ada kader partai yang ada adalah kader rakyat. Tidak ada petugas partai, yang ada adalah petugas rakyat.
"Kita tidak pernah merencanakan, memproduksi, mencatat, beternak pemimpin. Kita hanya ingin melahirkan kader pemimpin yang bertugas untuk melayani rakyat Indonesia," pekik Ahmad Ali di hadapan ratusan kader PSI DPW Maluku Utara di Ternate, Jumat (28/11/2025).
Rangkaian Rakorwil ditutup di Kota Ambon. Kota Manise yang pernah menjadi pusat perdagangan rempah paling ramai di Asia itu menjadi saksi bagaimana semangat masa lalu diterjemahkan ke dalam gerakan politik kekinian. Di Ambon, Ahmad Ali mengingatkan bahwa Maluku tidak hanya punya sejarah kejayaan, tetapi juga pernah melewati masa kelam yang tidak boleh lagi diungkit dengan politik identitas.
"Jangan pernah menginjak nilai budaya hanya demi menang pemilu. Kemenangan yang merusak persaudaraan bukanlah kemenangan, itu kehancuran. PSI harus santun, PSI harus damai," ujar Ahmad Ali dengan nada lembut namun tetap tegas di Kota Ambon.

Menghidupkan kembali semangat Jalur Rempah

Perjalanan PSI dari Manado hingga Ambon, terasa jelas bahwa partai ini ingin menghadirkan kembali spirit konektivitas Jalur Rempah. PSI ingin menghubungkan, menyatukan, memperkuat jejaring manusia, bukan dengan memecahnya. Jika dulu rempah menyatukan pelaut, pedagang, dan kerajaan, kini PSI berharap ide, solidaritas, dan keberanian anak-anak muda akan menghubungkan kembali masyarakat di tiga titik sejarah itu.
Dalam semangat Jalur Rempah yang berabad-abad menghidupi dunia, PSI mencoba menghidupkan jalur baru. Jalur politik yang bersih, terbuka, dan berpihak pada rakyat. Jalur yang tidak menjual perpecahan, tetapi menawarkan harapan.
Di sela-sela padatnya agenda Rakorwil, Ahmad Ali tetap menyempatkan diri berinteraksi dengan para kader bahkan meladeni ajakan berswafoto. Warung-warung kopi pinggir jalan hingga rujak di pantai Natsepa dia kunjungi bersama pengurus daerah. Diskusi dengan para kader dan menyerap aspirasi. Mendengarkan keluh kesah warga hingga memberi instruksi kepada kader partai gajah.
Seorang kader muda PSI dari Maluku, Nasri Hitimala menyebut rangkaian Rakorwil di Sulut, Maluku Utara dan Maluku ini memang ingin menumbuhkan kembali semangat jalur rempah yang lama terlupakan. Menurutnya, semangat jalur rempah yang pernah mengguncang dunia harus tetap menyala.
"Kita tentu sangat senang PSI sadar betul akan nilai historis jalur rempah. Manado adalah pusat perdagangan rempah, tapi Ternate dan Ambon adalah pusat produksinya. Semangat anatara Manado, Ternate dan Ambon kini berusaha dihidupkan kembali oleh PSI lewat Rakorwil yang dihadiri langsung oleh Ketua Harian PSI Bapak Ahmad Ali. Semoga PSI semakin berjaya di Jalur Rempah ini," ujarnya.
Dan dari Manado, Ternate, hingga Ambon, harapan itu kini sedang dirajut kembali oleh PSI. Setapak demi setapak, seperti dahulu rempah merajut Nusantara dengan dunia.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473406/original/018329500_1768441757-Real_Madrid_vs_Albacete_debut_Arbeloa-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475371/original/033901300_1768585843-IMG_2590.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474672/original/039878600_1768528837-WhatsApp_Image_2026-01-16_at_08.49.17.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2982506/original/051530500_1575123274-BORGOL-Ridlo.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5357651/original/076578000_1758536150-616b3847-bf9b-4f66-9950-991a1c466855.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475249/original/075022200_1768559374-Jenazah_warga_Pati_dibawa_menggunakan_perahu_menuju_pemakaman.png)

















