Wamenhaj Tekankan Pentingnya Kesiapan Petugas Haji Jelang Ramadan dan Musim Haji
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak meminta petugas haji menjaga pola hidup sehat dan kebugaran fisik sebagai bagian dari **kesiapan petugas haji** menghadapi tugas berat di Tanah Suci, terutama saat Ramadhan.

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengimbau seluruh petugas haji untuk senantiasa menjaga pola hidup sehat, khususnya menjelang bulan suci Ramadan. Imbauan ini disampaikan di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Sabtu (24/1), saat pelatihan dan pendidikan bagi para petugas.
Dahnil Anzar menekankan bahwa masa pelatihan selama 20 hari ini merupakan stimulus penting untuk membangun kebiasaan baik. Kebiasaan positif tersebut diharapkan dapat terus dijaga hingga masa penugasan haji yang berlangsung cukup lama di Tanah Suci.
Masa tugas petugas haji diperkirakan mencapai sekitar tiga bulan, dengan rata-rata 70 hingga 75 hari. Sebagian petugas akan mulai berangkat pada bulan April dan dijadwalkan kembali ke Tanah Air pada bulan Juni, seiring dengan kepulangan jemaah haji terakhir.
Pentingnya Pola Hidup Sehat Petugas Haji
Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan bahwa menjaga pola hidup sehat adalah kunci utama bagi **kesiapan petugas haji** dalam menjalankan tugas mulia mereka. Kebiasaan baik yang terbentuk selama diklat harus terus dipertahankan, terutama saat menjalani ibadah puasa Ramadhan.
Untuk memastikan konsistensi kebiasaan positif ini, Wamenhaj mendorong adanya komunikasi dan saling mengingatkan antar-petugas melalui kelompok-kelompok yang telah dibentuk. Hal ini bertujuan agar setiap petugas dapat saling mengontrol dan mendukung satu sama lain dalam menjaga gaya hidup sehat.
“Tambah lagi nanti ada grup yang terus saling kontrol minimal, dalam tanda kutip kirim-kirim kebiasaan baru yang bisa dilakukan oleh teman-teman PPIH,” ujar Wamenhaj Dahnil. Inisiatif ini diharapkan menciptakan lingkungan yang suportif bagi para petugas.
Kesiapan Fisik dan Tantangan di Tanah Suci
Selain pola hidup sehat, Wamenhaj Dahnil juga menyoroti pentingnya kesiapan fisik dan stamina petugas haji, mengingat tingginya aktivitas selama bertugas di Tanah Suci. Petugas akan menghadapi mobilitas tinggi dan kondisi yang menantang selama musim haji.
Sebagai gambaran, Wamenhaj Dahnil mencontohkan jarak tempuh yang harus dilalui petugas bisa mencapai puluhan kilometer dalam sehari. “Bahkan saya pernah menghitung rata-rata jalan kaki itu bisa 30 ribu langkah. Jarak paling jauh, misalnya dari Arafah ke Masjidil Haram, itu bisa sekitar 25 kilometer,” jelasnya.
Oleh karena itu, masa diklat selama 20 hari menjadi bagian krusial untuk melatih kebugaran fisik petugas sebelum menjalani tugas berat selama beberapa bulan ke depan. Latihan ini diharapkan dapat membangun daya tahan tubuh yang optimal.
“Artinya pelan-pelan dilatih 20 hari ini dan ada tiga bulan ke depan staminanya terus dilatih,” kata Wamenhaj Dahnil. Upaya ini memastikan setiap petugas memiliki **kesiapan petugas haji** yang memadai untuk melayani jemaah secara maksimal.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5456635/original/096053100_1766912433-david.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482703/original/032905200_1769240466-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5481618/original/046441300_1769139854-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5481718/original/073974300_1769143211-WhatsApp_Image_2026-01-23_at_11.39.13.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482655/original/001328400_1769236686-WhatsApp_Image_2026-01-24_at_13.06.13.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482514/original/029917200_1769226307-lula12.jpeg)






