Warga Greenland Gelar Protes Tolak Ambisi AS Rebut Pulau
Aksi protes besar-besaran akan digelar di Greenland untuk menolak ambisi Amerika Serikat merebut pulau tersebut, menuntut penghormatan terhadap hak menentukan nasib sendiri.

Warga Greenland berencana menggelar aksi protes di ibu kota Nuuk pada 17 Januari mendatang. Demonstrasi ini bertujuan menentang niat Amerika Serikat yang dianggap "ilegal dan tidak dapat diterima" untuk merebut Greenland. Penyelenggara aksi menegaskan bahwa tujuan utama protes adalah menuntut penghormatan terhadap demokrasi Greenland dan hak untuk menentukan nasib sendiri.
Surat kabar Greenland, Sermitsiaq, melaporkan pada Kamis bahwa salah satu penyelenggara menyatakan penduduk Greenland telah lama merasakan tekanan, yang menciptakan rasa tidak aman dan ketakutan. Sebelumnya, stasiun radio Greenland, KNR, juga melaporkan pada Senin (12/1) bahwa unjuk rasa serupa akan diadakan di beberapa kota di Denmark, termasuk Kopenhagen, pada Sabtu (17/1).
Aksi protes ini mencerminkan penolakan kuat dari masyarakat Greenland terhadap upaya AS untuk membeli atau merebut pulau otonom tersebut. Penolakan ini muncul setelah Presiden AS, Donald Trump, berulang kali menyatakan bahwa Greenland harus menjadi bagian dari Amerika Serikat.
Latar Belakang Ambisi AS dan Reaksi Greenland
Presiden AS Donald Trump telah berulang kali menyatakan bahwa Greenland memiliki kepentingan strategis bagi keamanan nasional dan pertahanan "dunia bebas", termasuk dari ancaman China dan Rusia. Pernyataan ini memicu kekhawatiran dan ketidaksetujuan dari pihak Greenland dan Denmark. Ambisi AS untuk mengakuisisi Greenland telah menjadi topik perbincangan sejak lama, namun semakin mengemuka di bawah pemerintahan Trump.
Menanggapi hal tersebut, otoritas Denmark dan Greenland telah memperingatkan Amerika Serikat agar tidak merebut pulau itu. Mereka dengan tegas menyatakan bahwa mereka mengharapkan penghormatan terhadap integritas teritorial bersama mereka. Sikap ini menunjukkan kesatuan antara Greenland dan Denmark dalam mempertahankan kedaulatan dan otonomi pulau tersebut.
Greenland, yang merupakan koloni Denmark hingga tahun 1953, memperoleh otonomi pada tahun 2009. Status otonomi ini memberikan Greenland kemampuan untuk mengatur diri sendiri dan menentukan kebijakan dalam negerinya sendiri, meskipun tetap menjadi bagian dari Kerajaan Denmark. Sejarah panjang Greenland di bawah kekuasaan Denmark dan perjuangannya untuk otonomi menjadi dasar kuat bagi penolakan terhadap intervensi asing.
Tuntutan Warga dan Hak Menentukan Nasib Sendiri
Penyelenggara aksi protes di Nuuk menekankan bahwa demonstrasi ini adalah bentuk penegasan hak demokrasi Greenland. Mereka ingin memastikan bahwa suara rakyat Greenland didengar dan dihormati dalam setiap keputusan yang berkaitan dengan masa depan pulau tersebut. Tuntutan ini berakar pada prinsip hak untuk menentukan nasib sendiri, yang merupakan hak fundamental bagi setiap entitas politik.
Salah satu penyelenggara aksi mengungkapkan bahwa penduduk Greenland telah lama hidup di bawah tekanan yang menciptakan rasa tidak aman dan ketakutan. Perasaan ini diperparah oleh ambisi eksternal yang mengancam kedaulatan mereka. Protes ini menjadi wadah bagi warga untuk menyalurkan kekhawatiran dan menuntut perlindungan terhadap identitas serta masa depan mereka.
Tidak hanya di Greenland, unjuk rasa serupa juga direncanakan di beberapa kota di Denmark, termasuk Kopenhagen. Hal ini menunjukkan bahwa isu ini tidak hanya menjadi perhatian lokal di Greenland, tetapi juga mendapatkan dukungan dari masyarakat di Denmark yang menghargai hubungan historis dan otonomi Greenland. Solidaritas ini memperkuat posisi Greenland dalam menolak ambisi AS.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474567/original/045852200_1768486517-1000651852.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474537/original/056082100_1768484276-PHOTO-2026-01-15-14-38-24.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474561/original/035946000_1768485082-IMG_6630.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474506/original/057058400_1768480771-WhatsApp_Image_2026-01-15_at_19.36.12.jpeg)
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/4989902/original/056698400_1730703092-3282768f-65a3-45c6-8d68-08e86fa380b1__1_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472059/original/075252200_1768308782-Tangkapan_layar__Guru_SD_di_Lampung_Marah_Gara-Gara_Menu_MBG_Basi_Diduga_Bikin_Siswa_Keracunan.jpg)













