Undangan Mendadak! Presiden Prabowo Bertolak ke Mesir Hadiri KTT Gaza untuk Perdamaian di Sharm el-Sheikh
Presiden Prabowo Subianto secara mendadak bertolak ke Mesir untuk menghadiri KTT Gaza di Sharm el-Sheikh, membahas upaya perdamaian di Palestina.

Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Kairo, Mesir, pada Minggu malam dari Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta. Keberangkatan ini bertujuan untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) terkait perdamaian di Gaza, Palestina, yang akan berlangsung di Sharm el-Sheikh, Laut Merah, Mesir, pada Senin. Undangan mendadak ini diterima Presiden Prabowo pada Jumat lalu, menunjukkan urgensi situasi di Timur Tengah.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa undangan tersebut sifatnya sangat mendadak, namun sangat memohon kehadiran Presiden Prabowo. Keikutsertaan Indonesia dalam KTT Gaza ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendorong perundingan damai. Diharapkan, langkah diplomasi ini dapat membawa hasil positif bagi perdamaian di Palestina, khususnya di wilayah Gaza yang terus bergejolak.
Presiden Prabowo dijadwalkan kembali ke tanah air pada Senin setelah KTT selesai, menunjukkan jadwal yang padat dan komitmen tinggi. Dalam lawatan singkat ini, Presiden didampingi oleh Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, menegaskan keseriusan delegasi Indonesia dalam misi penting ini.
Undangan Mendadak dari Mesir untuk Presiden Prabowo
Kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam KTT Gaza di Mesir menjadi sorotan karena sifat undangannya yang mendadak. Mensesneg Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa undangan tersebut diterima secara khusus pada Jumat (11/10), hanya dua hari sebelum keberangkatan. Meskipun demikian, Presiden Prabowo memutuskan untuk memenuhi undangan tersebut demi menjaga hubungan baik dan melanjutkan ikhtiar perdamaian Indonesia.
Prasetyo Hadi, yang juga Juru Bicara Presiden RI, menyampaikan hal ini di depan kediaman pribadi Presiden Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta, pada Minggu malam. Beliau menekankan bahwa undangan tersebut secara spesifik memohon kesediaan kehadiran Presiden Prabowo. Ini menunjukkan pengakuan internasional terhadap peran Indonesia dalam upaya penyelesaian konflik.
Presiden Prabowo meninggalkan tanah air sekitar pukul 23.30 WIB pada Minggu malam. Delegasi yang mendampingi Presiden mencerminkan koordinasi tingkat tinggi pemerintah Indonesia dalam merespons isu geopolitik ini. Keberangkatan ini merupakan respons cepat terhadap dinamika di kawasan Timur Tengah yang memerlukan perhatian serius dari komunitas internasional.
Agenda KTT dan Harapan Perdamaian di Gaza
Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) yang membahas perdamaian di Gaza ini akan dipimpin oleh Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pertemuan ini diharapkan menjadi forum penting untuk mencari solusi konkret terhadap konflik yang berkepanjangan di wilayah tersebut. Kehadiran dua pemimpin negara besar ini menegaskan bobot dan urgensi KTT.
KTT tersebut rencananya akan dihadiri oleh lebih dari 20 pemimpin negara dari berbagai kawasan, termasuk Asia Barat dan Asia Tenggara. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga dijadwalkan hadir secara langsung di Kota Sharm el-Sheikh. Kehadiran beragam pemimpin dan perwakilan organisasi internasional ini diharapkan dapat menghasilkan konsensus yang kuat untuk perdamaian.
Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Mesir dan AS, KTT ini memiliki tujuan utama untuk mengakhiri perang di Gaza dan mewujudkan perdamaian serta stabilitas di Timur Tengah. Selain itu, pertemuan ini juga diharapkan dapat mengawali fase baru keamanan dan stabilitas di kawasan. Ini adalah langkah diplomatik penting untuk meredakan ketegangan yang ada.
Rencana Perdamaian Israel-Hamas yang Diusulkan AS
Sebelum KTT ini berlangsung, Presiden Trump telah mengumumkan adanya rencana perdamaian 20 poin yang disusun oleh AS pada 29 September. Rencana ini bertujuan untuk mencapai gencatan senjata di Gaza dan telah disetujui oleh Israel dan Hamas untuk fase pertamanya. Pengumuman ini disampaikan pada Rabu (8/10), memberikan harapan baru bagi penyelesaian konflik.
Tahap pertama dari rencana tersebut mencakup pembebasan semua tawanan Israel yang ditahan di Gaza. Sebagai imbalannya, sekitar 2.000 tahanan Palestina akan dibebaskan. Selain itu, tahap ini juga mengatur penarikan pasukan Israel secara bertahap dari seluruh Jalur Gaza, yang mulai berlaku pada Jumat pukul 12.00 siang waktu setempat (09.00 GMT/19:00 WIB). Ini adalah langkah krusial untuk membangun kepercayaan di antara kedua belah pihak.
Selanjutnya, tahap kedua dari rencana perdamaian ini mengatur pembentukan mekanisme pemerintahan baru di Gaza tanpa partisipasi Hamas. Rencana ini juga mencakup pembentukan pasukan keamanan yang terdiri dari warga Palestina dan pasukan dari negara-negara Arab dan Islam. Poin penting lainnya adalah perlucutan senjata Hamas, yang menjadi salah satu tuntutan utama untuk stabilitas jangka panjang di Gaza.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473406/original/018329500_1768441757-Real_Madrid_vs_Albacete_debut_Arbeloa-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475371/original/033901300_1768585843-IMG_2590.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474672/original/039878600_1768528837-WhatsApp_Image_2026-01-16_at_08.49.17.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2982506/original/051530500_1575123274-BORGOL-Ridlo.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5357651/original/076578000_1758536150-616b3847-bf9b-4f66-9950-991a1c466855.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475249/original/075022200_1768559374-Jenazah_warga_Pati_dibawa_menggunakan_perahu_menuju_pemakaman.png)




















