6 Cara Ampuh Mengatasi Infeksi Telinga Anak di Rumah
Infeksi telinga pada anak sering terjadi. Atasi dengan 6 cara rumahan yang efektif dan aman, serta kapan harus ke dokter. Simak selengkapnya!

Infeksi telinga adalah masalah kesehatan umum yang sering menyerang anak-anak. Kondisi ini terjadi ketika telinga bagian tengah meradang dan terinfeksi, biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Mengapa anak-anak lebih rentan? Anatomi saluran Eustachius mereka lebih pendek dan horizontal dibandingkan orang dewasa, sehingga memudahkan bakteri atau virus berpindah dari hidung dan tenggorokan ke telinga tengah.
Lantas, bagaimana cara mengatasi infeksi telinga anak di rumah? Ada beberapa langkah sederhana yang bisa Anda lakukan untuk meredakan gejala dan mempercepat penyembuhan. Namun, penting untuk diingat bahwa informasi ini bukanlah pengganti konsultasi medis profesional. Jika kondisi anak tidak membaik atau justru memburuk dalam 48-72 jam, segera bawa anak ke dokter.
Artikel ini akan membahas enam cara efektif mengatasi infeksi telinga anak di rumah, lengkap dengan penjelasan dan tips penting. Dengan penanganan yang tepat, anak Anda bisa segera pulih dan kembali ceria.
1. Kompres Hangat untuk Meredakan Nyeri
Kompres hangat adalah cara sederhana namun efektif untuk meredakan nyeri dan peradangan akibat infeksi telinga. Caranya, basahi handuk bersih dengan air hangat, peras hingga tidak menetes, lalu kompreskan pada telinga anak selama 10-15 menit. Kehangatan dari kompres akan membantu mengurangi rasa sakit dan membuat anak merasa lebih nyaman.
Dilansir dari Healthshots, menurut dr. Dhanya Dharmapalan, "Anda dapat membantu meredakan ketidaknyamanan anak Anda dengan mengompres hangat telinga yang terkena selama periode waktu yang singkat." Pastikan suhu air tidak terlalu panas agar tidak melukai kulit anak. Ulangi kompres hangat beberapa kali sehari sesuai kebutuhan.
Selain kompres hangat, Anda juga bisa memberikan obat pereda nyeri yang dijual bebas, seperti paracetamol atau ibuprofen, sesuai dosis yang dianjurkan oleh dokter atau apoteker. Obat-obatan ini dapat membantu mengurangi rasa sakit dan demam yang mungkin menyertai infeksi telinga.
2. Posisikan Kepala Lebih Tinggi Saat Tidur
Posisi tidur yang tepat dapat membantu memperlancar drainase cairan dari telinga tengah. Saat anak tidur, posisikan kepalanya sedikit lebih tinggi dengan menggunakan bantal tipis di bawah bahu (bukan di bawah kepala). Posisi ini akan membantu membuka saluran Eustachius dan memungkinkan cairan mengalir keluar dengan lebih mudah.
Pastikan bantal yang digunakan tidak terlalu tebal agar tidak membuat leher anak tertekuk. Anda juga bisa menggunakan handuk yang digulung sebagai penyangga di bawah bahu anak. Dengan posisi tidur yang tepat, anak akan merasa lebih nyaman dan saluran telinganya akan lebih bersih.
Selain posisi tidur, menjaga kebersihan telinga anak juga penting. Hindari membersihkan telinga anak dengan cotton bud terlalu dalam, karena justru dapat mendorong kotoran masuk lebih dalam dan memperparah infeksi. Cukup bersihkan bagian luar telinga dengan kain lembut yang lembap.
3. Cukupi Kebutuhan Cairan Tubuh Anak
Memastikan anak mendapatkan cukup cairan sangat penting untuk membantu membuka saluran Eustachius. Menelan cairan membantu membuka saluran Eustachius, yang menghubungkan telinga tengah dengan hidung dan tenggorokan, sehingga cairan dapat mengalir keluar dengan lebih mudah. Berikan ASI (Air Susu Ibu) untuk bayi atau air putih untuk anak yang lebih besar.
Dehidrasi dapat memperburuk kondisi infeksi telinga. Oleh karena itu, pastikan anak minum cukup air sepanjang hari. Jika anak mengalami demam, berikan cairan elektrolit untuk menggantikan cairan yang hilang akibat demam.
Selain air putih dan ASI, Anda juga bisa memberikan sup hangat atau jus buah yang kaya vitamin dan mineral untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh anak. Hindari memberikan minuman manis atau bersoda, karena dapat memperparah peradangan.
4. Goyangkan Telinga dengan Lembut
Goyangkan telinga anak dengan lembut dapat membantu membuka saluran Eustachius. Caranya, cubit dan tarik sedikit cuping telinga ke bawah dan keluar beberapa kali. Lakukan gerakan ini dengan sangat lembut dan hati-hati agar tidak melukai telinga anak.
Gerakan ini bertujuan untuk merangsang saluran Eustachius agar terbuka dan memungkinkan cairan mengalir keluar. Namun, jika anak merasa sakit atau tidak nyaman, segera hentikan gerakan ini. Jangan memaksakan gerakan ini jika anak menolak.
Selain menggoyangkan telinga, Anda juga bisa mencoba memijat lembut area di sekitar telinga anak. Pijatan lembut dapat membantu melancarkan peredaran darah dan mengurangi peradangan.
5. Minyak Zaitun Hangat (dengan Syarat)
Minyak zaitun hangat dapat membantu meredakan nyeri pada telinga yang terinfeksi. Namun, penggunaan minyak zaitun hanya diperbolehkan jika tidak ada cairan yang keluar dari telinga dan tidak ada indikasi kerusakan gendang telinga. Jika ada cairan yang keluar atau Anda mencurigai adanya kerusakan gendang telinga, jangan gunakan minyak zaitun dan segera konsultasikan dengan dokter.
Cara menggunakan minyak zaitun, teteskan beberapa tetes minyak zaitun hangat (suhu ruangan) ke dalam telinga yang sakit saat anak tidur miring dengan telinga yang sakit menghadap ke atas. Biarkan selama beberapa menit, lalu telentangkan kembali. Pastikan minyak zaitun yang digunakan berkualitas baik dan tidak mengandung bahan tambahan.
Menurut sebuah artikel di Healthshots, penting untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan sebelum menggunakan obat tetes telinga atau pengobatan rumahan apa pun. Penggunaan produk semacam itu tanpa panduan yang tepat dapat mengganggu proses penyembuhan atau menyebabkan komplikasi tambahan.
6. Bawang Putih (dengan Pengawasan Dokter)
Bawang putih memiliki sifat antibakteri dan anti-inflamasi yang dapat membantu mengatasi infeksi. Namun, penggunaan bawang putih untuk pengobatan infeksi telinga harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan sebaiknya setelah berkonsultasi dengan dokter. Jangan pernah memasukkan bawang putih langsung ke dalam telinga.
Minyak bawang putih yang telah disaring dan diencerkan dengan minyak zaitun atau minyak wijen hangat dapat dipertimbangkan, tetapi tetap konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. Penggunaan bawang putih yang tidak tepat dapat menyebabkan iritasi atau kerusakan pada telinga.
Sebagai alternatif, Anda bisa memberikan bawang putih dalam bentuk makanan, seperti sup ayam bawang putih atau tumisan sayur bawang putih. Konsumsi bawang putih secara teratur dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh anak dan mencegah infeksi.
Penting untuk diingat:
- Jangan memberikan obat-obatan apa pun, termasuk obat pereda nyeri, antibiotik, atau obat batuk dan pilek, tanpa resep dokter. Beberapa obat dapat berbahaya bagi anak-anak.
- Perhatikan tanda-tanda infeksi yang memburuk, seperti demam tinggi, nyeri hebat yang terus-menerus, keluarnya cairan dari telinga, atau penurunan pendengaran. Segera bawa anak ke dokter jika gejala-gejala ini muncul.
- Infeksi telinga pada anak-anak seringkali sembuh sendiri dalam beberapa hari. Namun, perawatan di rumah hanya untuk meredakan gejala, bukan untuk mengobati infeksi itu sendiri.
- Konsultasikan selalu dengan dokter atau tenaga medis profesional untuk diagnosis dan pengobatan yang tepat. Informasi di atas hanya untuk tujuan edukasi dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat medis.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5480126/original/052038900_1769043330-PHOTO-2026-01-21-23-03-35.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5480091/original/039488600_1769035304-IMG_5560.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5480103/original/031715700_1769041871-IMG_5557.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/thumbnails/5480102/original/000777200_1769041088-pulang-dari-inggris-prabowo-kantongi-komitmen-investasi-rp90-triliun-3fab93.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5480101/original/078910000_1769040935-WhatsApp_Image_2026-01-22_at_07.13.03.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5382314/original/023006700_1760577182-WhatsApp_Image_2025-10-15_at_23.02.34.jpeg)





















