Antara Daging Kambing atau Bebek, Mana yang Lebih Berbahaya untuk Pasien Kolesterol?
Perhatikan penjelasan dokter tentang jenis makanan yang dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh.

Pembahasan tentang konsumsi makanan yang mengandung kolesterol seakan tidak ada habisnya. Salah satu topik yang sering dibahas adalah perbandingan antara daging kambing dan bebek. Beberapa orang berpendapat bahwa mengonsumsi bebek dapat lebih cepat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh. Di sisi lain, ada juga yang merasakan bahwa daging kambing dapat menyebabkan nyeri di area leher, yang sering kali dianggap sebagai indikasi kadar kolesterol yang tinggi. Mengenai perbandingan daging kambing dan bebek, dokter spesialis penyakit dalam, Muhammad Pranandi, menjelaskan bahwa kedua jenis daging tersebut memang dapat berkontribusi terhadap peningkatan kolesterol. Hal ini terutama berlaku untuk daging kambing yang tergolong dalam kategori daging merah.
“Bukan cuma daging kambing dan bebek, semua red meat atau daging merah itu bisa meningkatkan kadar kolesterol termasuk sapi dan pork. Kambing dan bebek juga,” ungkap Nandi saat menjawab pertanyaan dari Health Liputan6.com dalam sebuah wawancara daring. Meskipun daging merah diolah dengan sedikit minyak atau santan, tetap saja daging merah cenderung lebih meningkatkan kadar kolesterol dibandingkan dengan daging putih. “Mau diolah seperti apapun, tapi kalau terus-menerus makan daging merah, ya kolesterol akan naik juga,” tambah Nandi. Penting untuk diketahui bahwa daging merah mengandung lemak jenuh (lemak yang tidak baik) dalam jumlah yang lebih tinggi serta lemak tak jenuh (lemak yang baik) dalam jumlah yang lebih rendah dibandingkan dengan daging putih.
Pasien Kolesterol Tinggi Disarankan Hindari Dua Jenis Makanan Ini

Pasien dengan kadar kolesterol tinggi sebaiknya menghindari konsumsi daging merah seperti kambing dan lebih memilih daging putih seperti ayam dan ikan. Jenis daging ini mengandung lemak tak jenuh yang lebih baik untuk kesehatan. "Yang dianjurkan itu daging ayam dan ikan, itu adalah sumber makanan yang lemak tak jenuh. Itu yang harus ditingkatkan dibanding makan daging kambing dan bebek ya," tutur pria yang praktik di RSPI - Puri Indah Jakarta ini. Dengan mengganti daging merah dengan daging putih, pasien dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.
Cara Menurunkan Kolesterol Tinggi
Pasien dengan kadar kolesterol tinggi disarankan untuk lebih memilih sumber protein dari daging ayam dan ikan, serta menerapkan pola makan yang sehat. Pola makan tersebut sebaiknya juga mencakup karbohidrat, sayuran, dan buah-buahan.
Setop Merokok
Selain itu, Nandi menekankan pentingnya bagi perokok aktif untuk menghentikan kebiasaan merokok. Dengan berhenti merokok selama minimal 30 hari, kadar kolesterol HDL dapat meningkat. HDL, atau high-density lipoprotein, dikenal sebagai kolesterol "baik" karena berfungsi melindungi pembuluh darah dari penumpukan lemak atau plak.
Berolahraga

Pasien dengan masalah kolesterol juga dianjurkan untuk melakukan aktivitas fisik. Menurut teori olahraga, jenis yang disarankan adalah aerobik dengan intensitas sedang selama 30 menit setiap hari, lima kali dalam seminggu, serta latihan penguatan otot dua kali dalam seminggu. "Prinsipnya adalah berolahraga dengan intensitas sedang yang dapat meningkatkan denyut jantung, seperti bersepeda, berjalan cepat, dan berenang. Aktivitas tersebut sebaiknya dilakukan secara rutin selama 30 menit setiap hari," ungkap Nandi.
Menurunkan Berat Badan
Jika seseorang memiliki berat badan berlebih, disarankan untuk mengurangi berat badan sekitar 5-10 persen dalam rentang waktu 6-12 bulan. Proses ini bisa dibantu oleh dokter spesialis gizi klinik untuk mendapatkan pola makan yang sesuai dan efektif.
Obat
Apabila semua upaya perubahan gaya hidup telah dilakukan namun tidak menunjukkan perbaikan, dokter akan meresepkan obat untuk membantu mengontrol kadar kolesterol. Yang terpenting, menurut Nandi, adalah pasien kolesterol harus rutin melakukan kontrol agar kadar kolesterol tetap terjaga dengan baik.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2878008/original/054745300_1565600209-Infografis_7_Jurus_Turunkan_Kolesterol-rev.jpg)





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482441/original/024948900_1769210307-1001544126.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482440/original/041593200_1769209602-154379.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482439/original/097662000_1769208475-IMG-20260124-WA0005.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482423/original/007306000_1769187020-1000017452.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5481427/original/032187300_1769130251-WhatsApp_Image_2026-01-23_at_08.01.58.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482422/original/066428100_1769187014-IMG-20260123-WA0194.jpg)



















