Manfaat Bunga Kecombrang, Mulai dari Kesehatan Hingga Kebutuhan Dapur
Kecombrang, bumbu dapur dengan aroma yang unik, memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

Kecombrang, yang juga dikenal dengan nama ilmiah Etlingera elatior, merupakan bunga rempah yang sangat populer di Indonesia. Aroma khas yang dihasilkan oleh kecombrang sering digunakan dalam berbagai masakan tradisional Nusantara, seperti arsik, sambal matah, dan urap.
Selain keindahan dan cita rasanya yang unik, tanaman ini memiliki banyak manfaatkesehatan yang telah dibuktikan melalui berbagai penelitian ilmiah. Dalam praktik pengobatan tradisional, kecombrang sering dimanfaatkan sebagai obat alami untuk mengatasi berbagai penyakit, mulai dari demam hingga gangguan pencernaan.
Dengan perkembangan riset herbal modern, kecombrang semakin menarik perhatian para ilmuwan. Hal ini disebabkan oleh kandungan fitokimia dan aktivitas farmakologisnya yang sangat mengesankan. Hampir semua bagian dari tanaman ini, termasuk bunga, batang semu, daun, dan rimpang, mengandung senyawa bioaktif yang memiliki potensi besar dalam pengembangan obat, kosmetik, dan suplemen kesehatan.
Berikut pembahasan secara mendalam manfaat kecombrang berdasarkan kajian ilmiah yang telah diterbitkan oleh Ismail & Ridzuan (2023) dalam Notulae Scientia Biologicae, yang mencakup kandungan senyawa aktif, aktivitas biologis, serta potensi aplikasinya di bidang kesehatan dan kecantikan.
Kecombrang berfungsi sebagai antioksidan alami
1. Aktivitas Antioksidan
Berdasarkan penelitian, bunga dan daun kecombrang menunjukkan aktivitas antioksidan yang tinggi karena kandungan senyawa fenolik, flavonoid, dan terpenoid. Senyawa-senyawa tersebut berperan dalam melawan radikal bebas yang dapat menyebabkan penuaan dini, peradangan, serta berbagai penyakit degeneratif.
"Menurut Vimala et al. (2003), ekstrak bunga kecombrang mampu menekan hingga 92% peroksidasi lemak dan memiliki kemampuan penangkal radikal bebas sebesar 79,8%."
Penelitian lain yang dilakukan oleh Lachumy et al. (2010) juga menemukan bahwa aktivitas antioksidan yang terdapat pada kecombrang sebanding dengan antioksidan sintetis seperti BHT, sehingga menjadikannya sebagai sumber alami yang lebih aman bagi kesehatan tubuh.
2. Aktivitas Antimikroba dan Antifungal
Kecombrang memiliki manfaat yang signifikan dalam melawan mikroorganisme seperti bakteri dan jamur yang dapat menyebabkan penyakit. Ekstrak etanol dari bunga dan daun kecombrang terbukti efektif dalam menghambat pertumbuhan mikroorganisme patogen seperti Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Bacillus cereus.
"Menurut penelitian Sukandar et al. (2017), minyak atsiri dari buah kecombrang juga efektif membunuh mikroorganisme patogen." Selain itu, penelitian oleh Anzian et al. (2020) menunjukkan bahwa minyak bunga kecombrang yang diekstraksi menggunakan karbon dioksida subkritis memiliki aktivitas antibakteri yang tinggi dan tetap stabil hingga 12 bulan saat disimpan.
3. Potensi Antitumor dan Antikanker
Ekstrak dari kecombrang telah terbukti memiliki efek antitumor dan sitotoksik terhadap beberapa jenis sel kanker manusia. Habsah et al. (2005) melaporkan bahwa senyawa yang terdapat dalam rimpang kecombrang dapat menghambat pertumbuhan sel kanker serviks (HeLa) dan payudara (MCF-7).
Selain itu, studi oleh Krajarng et al. (2017) menemukan bahwa ekstrak kecombrang dapat menginduksi apoptosis atau kematian sel terprogram pada sel melanoma kulit tanpa merusak sel-sel yang sehat. Temuan ini semakin memperkuat potensi kecombrang sebagai bahan alami dalam terapi kanker.
4. Menurunkan Kadar Asam Urat (Antihiperurisemia)
Ekstrak bunga kecombrang diketahui mengandung flavonoid dan fenolik yang berfungsi sebagai penghambat enzim xantin oksidase, yang menjadi penyebab peningkatan kadar asam urat dalam tubuh. Penelitian yang dilakukan oleh Dewi et al. (2016) pada tikus yang mengalami hiperkurisemia menunjukkan bahwa ekstrak bunga kecombrang mampu menurunkan kadar asam urat hingga 31,78%, mendekati efektivitas obat allopurinol yang umum digunakan.
5. Efek Antialergi dan Imunomodulator
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Aldi et al. (2020) menunjukkan bahwa ekstrak bunga kecombrang dapat mengurangi jumlah eosinofil dan basofil, yaitu sel darah putih yang berperan dalam reaksi alergi, sambil meningkatkan jumlah leukosit total untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh. Studi lanjutan oleh Husni et al. (2020) juga menemukan bahwa pemberian ekstrak kecombrang dapat menurunkan kadar interleukin-4 (IL-4) dan imunoglobulin E (IgE), dua senyawa yang berkontribusi dalam reaksi alergi tipe I.
Aktivitas sitotoksik serta keamanan penggunaan topikal
7. Manfaat untuk Perawatan Kulit dan Kosmetika
Beberapa penelitian yang dilakukan oleh Sangthong et al. (2022) menunjukkan bahwa minyak dari daun kecombrang memiliki aktivitas sitotoksik yang selektif terhadap sel melanoma, tetapi tetap aman bagi fibroblas manusia. Dengan demikian, ekstrak ini berpotensi untuk dikembangkan sebagai produk perawatan kulit yang bersifat antikanker atau antiaging tanpa menimbulkan risiko iritasi.
Selain itu, ekstrak bunga dan daun kecombrang juga dikenal memiliki kemampuan untuk mencerahkan kulit secara alami. Hal ini disebabkan oleh kandungan flavonoid yang ada di dalamnya, yang dapat menghambat enzim tirosinase, yang merupakan penyebab utama produksi melanin yang berlebihan. Nithitanakool et al. (2014) membuktikan bahwa losion yang mengandung ekstrak kecombrang dapat memutihkan kulit dan mengurangi kerutan jika digunakan secara rutin.
Di samping itu, Whangsomnuek et al. (2019) menyatakan bahwa kecombrang memiliki efek anti-kolagenase yang sangat bermanfaat untuk mempertahankan elastisitas kulit. Yang lebih menarik, ekstrak ini aman untuk digunakan dan tidak menyebabkan iritasi pada kulit.
8. Sumber Nutrisi dan Mineral
Menurut penelitian yang dipublikasikan oleh Vimala et al. (2003), bunga kecombrang mengandung komponen penting seperti air (89%), protein (1,6%), karbohidrat (5,5%), serat (1,4%), serta mineral-mineral penting seperti kalsium, fosfor, dan kalium. Kandungan kalium yang cukup tinggi ini bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah serta menjaga fungsi jantung.
Di sisi lain, serat yang terdapat dalam bunga kecombrang juga berperan penting dalam proses pencernaan dan membantu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh.
9. Potensi Antidiabetes
Beberapa penelitian terbaru menunjukkan bahwa ekstrak dari daun dan bunga kecombrang dapat menurunkan kadar glukosa darah dengan cara menghambat aktivitas enzim α-glukosidase dan α-amilase. Penelitian yang dilakukan oleh Afra & Yardi (2018) serta Handayani et al. (2019) menegaskan bahwa ekstrak etanol dari daun kecombrang dapat menurunkan kadar gula darah hingga 76% pada hewan uji yang menderita diabetes.
Kandungan flavonoid dan saponin yang terdapat dalam kecombrang juga memiliki peran penting dalam melindungi sel pankreas dari kerusakan oksidatif serta meningkatkan sensitivitas insulin, seperti yang dijelaskan oleh Muhamad Nor et al. (2019; 2021).
10. Efek Fotoprotektif
Minyak atsiri yang berasal dari kecombrang juga telah terbukti memiliki kemampuan untuk melindungi kulit dari paparan sinar UV. Penelitian yang dilakukan oleh Khor et al. (2017) menunjukkan bahwa minyak ini memiliki nilai Sun Protection Factor (SPF) alami sebesar 3,55, yang dapat menyerap hingga 50% radiasi UV. Hal ini disebabkan oleh adanya kandungan quercetin dan flavonol yang bersifat fotoprotektif alami.
Pertanyaan umum
1. Apakah kecombrang aman untuk dikonsumsi setiap hari?
Kecombrang dapat dianggap aman jika digunakan sebagai bahan makanan atau ramuan herbal. Namun, bagi individu yang memiliki masalah lambung, sebaiknya menghindari konsumsi berlebihan.
2. Bagian mana dari kecombrang yang paling bermanfaat?
Seluruh bagian dari tanaman kecombrang memiliki khasiat, tetapi bunga dan daunnya dikenal sebagai bagian yang paling kaya akan senyawa antioksidan serta antibakteri.
3. Dapatkah kecombrang digunakan untuk perawatan kulit wajah?
Ya, kecombrang dapat digunakan untuk perawatan kulit. Ekstrak dari kecombrang telah terbukti memberikan efek pencerah serta sifat anti-penuaan yang alami tanpa menyebabkan iritasi.
4. Apakah kecombrang dapat membantu menurunkan kadar gula darah?
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak dari daun dan bunga kecombrang efektif dalam menurunkan kadar gula darah. Selain itu, kecombrang juga dapat melindungi ginjal dari kerusakan yang disebabkan oleh diabetes.
5. Apa cara terbaik untuk mengonsumsi kecombrang demi kesehatan?
Kecombrang bisa dinikmati dalam keadaan segar sebagai lalapan, direbus untuk dijadikan minuman herbal, atau dikeringkan dan diseduh sebagai teh bunga kecombrang.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5480126/original/052038900_1769043330-PHOTO-2026-01-21-23-03-35.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5480091/original/039488600_1769035304-IMG_5560.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5480103/original/031715700_1769041871-IMG_5557.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/thumbnails/5480102/original/000777200_1769041088-pulang-dari-inggris-prabowo-kantongi-komitmen-investasi-rp90-triliun-3fab93.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5480101/original/078910000_1769040935-WhatsApp_Image_2026-01-22_at_07.13.03.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5382314/original/023006700_1760577182-WhatsApp_Image_2025-10-15_at_23.02.34.jpeg)















