Manfaat Kesehatan Pisang Matang dan Mentah: Ini Perbedaannya
Pisang matang dan mentah punya manfaat berbeda: yang matang kaya energi, yang mentah bantu pencernaan dan gula darah, tergantung kebutuhan tubuh.

Pisang telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari pola makan sehat di berbagai belahan dunia. Buah tropis ini mudah ditemukan, praktis dikonsumsi, dan kaya akan nutrisi penting seperti serat, vitamin B6, serta kalium. Tidak hanya itu, pisang juga tergolong serbaguna: bisa dimakan langsung, dijadikan bahan baku smoothies, topping oatmeal, hingga pemanis alami dalam aneka resep sehat.
Namun, tidak semua orang menyadari bahwa kandungan nutrisi dan manfaat pisang dapat berbeda tergantung pada tingkat kematangannya. Pisang mentah dan pisang matang, meskipun berasal dari buah yang sama, memiliki karakteristik gizi, tekstur, rasa, serta pengaruh berbeda terhadap tubuh. Bagi sebagian orang, pisang mentah bisa menjadi solusi untuk pencernaan dan pengendalian gula darah, sedangkan pisang matang lebih cocok bagi mereka yang membutuhkan energi cepat dan pemanis alami.
Artikel ini akan mengulas secara lengkap perbedaan pisang matang dan mentah dari sisi nutrisi dan penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Mengacu pada artikel Well+Good berjudul "Ripe vs Unripe Bananas: Which Are Better for Your Health and Cooking?", kita akan melihat bagaimana pisang dalam berbagai tingkat kematangan bisa memberikan manfaat berbeda bagi kesehatan Anda.

Perbedaan Kandungan Gizi: Serat vs Gula
Salah satu perbedaan paling mencolok antara pisang mentah dan matang terletak pada kandungan patinya. Pada pisang mentah—yang masih berwarna hijau dan bertekstur keras—kandungan serat dalam bentuk resistant starch (pati resisten) masih sangat tinggi. Pati resisten merupakan jenis serat yang tidak tercerna di usus halus, melainkan difermentasi oleh bakteri baik di usus besar, menghasilkan asam lemak rantai pendek yang mendukung kesehatan sistem pencernaan.
“Pisang mentah lebih tinggi serat—terutama pati resisten—yang membantu memperlambat proses pencernaan, membuat kenyang lebih lama, membantu sembelit, serta berperan dalam menurunkan kolesterol,” demikian menurut paparan dalam artikel Well+Good.
Sebaliknya, pisang matang mengalami perubahan biokimia signifikan. Seiring waktu, pati dalam pisang berubah menjadi gula sederhana seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa. Inilah sebabnya mengapa pisang yang telah matang terasa jauh lebih manis dan bertekstur lembut. Meski lebih mudah dicerna, kandungan serat dalam pisang matang pun lebih rendah dibandingkan pisang mentah.
Hal ini berarti, pisang matang lebih cocok dikonsumsi saat Anda membutuhkan energi cepat, seperti sebelum berolahraga atau saat tubuh terasa lemas. Namun, bagi penderita diabetes atau mereka yang ingin menjaga kadar gula darah tetap stabil, penting untuk mempertimbangkan tingkat kematangan pisang yang dikonsumsi.
Penting juga untuk dicatat bahwa indeks glikemik (GI)—yang menunjukkan seberapa cepat makanan meningkatkan kadar gula darah—berubah tergantung pada kematangan pisang. Pisang matang memiliki GI sekitar 47 (tergolong rendah), namun jika terlalu matang dan berbintik hitam, GI-nya bisa meningkat menjadi sekitar 57 (kategori sedang).
Pengaruh Terhadap Tubuh dan Kesehatan
Baik pisang matang maupun mentah sama-sama membawa manfaat bagi tubuh, tetapi dengan pendekatan yang berbeda. Pisang mentah, dengan kandungan serat tinggi dan indeks glikemik rendah, sangat baik untuk:
- Menjaga kesehatan pencernaan
- Membantu mengontrol kadar kolesterol
- Memberikan rasa kenyang yang lebih lama, sehingga mendukung program penurunan berat badan
Bahkan, konsumsi pisang mentah dapat bermanfaat bagi penderita diabetes atau orang-orang dengan resistensi insulin karena mampu memperlambat penyerapan gula ke dalam darah. Namun, teksturnya yang keras dan rasanya yang hambar mungkin tidak disukai semua orang.
Sementara itu, pisang matang lebih unggul dalam hal:
- Memberikan energi cepat karena kandungan gulanya
- Menjadi pemanis alami yang sehat untuk makanan dan minuman
- Menyediakan vitamin dan mineral seperti vitamin B6 dan kalium dalam jumlah optimal
Pisang matang cocok dikonsumsi sebagai camilan sebelum olahraga, atau dicampur ke dalam smoothie dan oatmeal untuk menambah rasa manis alami tanpa tambahan gula. Namun, perlu diingat bahwa karena kadar gulanya lebih tinggi, konsumsi berlebihan tetap harus dihindari, terutama bagi orang dengan masalah metabolisme.
Kesimpulannya, seperti dikutip dari Well+Good, “Tidak ada yang lebih ‘sehat’ antara pisang matang atau mentah—semuanya tergantung pada kebutuhan dan preferensi pribadi Anda.”

Kegunaan dalam Memasak dan Olahan Makanan
Selain aspek kesehatan, tingkat kematangan pisang juga menentukan kegunaannya dalam masakan. Masing-masing jenis pisang—dari mentah hingga sangat matang—memiliki peran spesifik di dapur yang tidak dapat dipertukarkan begitu saja.
Pisang hijau atau mentah, misalnya, lebih cocok untuk teknik memasak seperti menggoreng atau dijadikan bahan dalam masakan asin, misalnya pisang goreng, pisang geprek, atau bahkan pisang foster. Teksturnya yang keras membuatnya tetap utuh saat dimasak dan tidak terlalu manis, cocok bagi mereka yang tidak ingin rasa manis dominan.
Pisang kuning cerah, atau pisang matang standar, biasanya digunakan dalam makanan yang tidak dimasak seperti smoothie, puding, atau topping granola. Teksturnya lembut dan rasa manisnya cukup seimbang, sehingga bisa dikonsumsi langsung atau sebagai pelengkap sajian sehat lainnya.
Sementara itu, pisang yang sangat matang dengan kulit cokelat dan daging buah yang lembek, merupakan pilihan terbaik untuk membuat banana bread, muffin, atau olahan dessert lainnya. Rasa manis alaminya begitu kuat sehingga mampu menggantikan gula tambahan dalam resep.
“Pilihlah pisang berdasarkan kebutuhan masak atau kondisi tubuh Anda. Tidak semua pisang cocok untuk semua tujuan, tapi setiap tingkat kematangan memiliki keunggulannya sendiri,” jelas artikel Well+Good.
Pilih Sesuai Kebutuhan dan Gaya Hidup
Pisang adalah salah satu buah paling fleksibel yang bisa disesuaikan dengan berbagai kebutuhan gaya hidup dan kesehatan. Baik pisang mentah maupun matang menawarkan manfaat yang berbeda, mulai dari serat tinggi yang mendukung kesehatan usus, hingga gula alami yang memberi energi secara instan.
Tidak perlu takut pada kandungan gula alami dalam pisang matang selama dikonsumsi dengan bijak. Sebaliknya, bagi mereka yang mencari solusi pencernaan atau menjaga kadar gula darah, pisang mentah bisa menjadi pilihan yang lebih tepat. Dan dalam hal memasak, tak ada buah yang menawarkan spektrum rasa dan kegunaan seluas pisang.
Seperti saran dari artikel Well+Good, seluruh tingkat kematangan pisang baik untuk tubuh. Yang terpenting adalah memahami bagaimana masing-masing dapat menunjang kebutuhan nutrisi Anda dan bagaimana mengintegrasikannya secara bijak dalam pola makan harian.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476393/original/087946500_1768741849-Viva_Yoga.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5382314/original/023006700_1760577182-WhatsApp_Image_2025-10-15_at_23.02.34.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476329/original/098209100_1768728369-IMG_4903.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469235/original/018631400_1768099529-WhatsApp_Image_2026-01-11_at_09.32.24__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476365/original/034456100_1768732998-WhatsApp_Image_2026-01-17_at_15.59.35.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475865/original/031467900_1768665486-MU.jpg)

















