Menkes Budi: Super Flu Mudah Menular namun Tidak Seperti Covid-19
Kabar mengenai super flu yang telah masuk ke Indonesia sempat membuat banyak orang khawatir. Menkes Budi mencoba menjelaskannya.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan tanggapan mengenai penyebaran super flu yang saat ini terjadi di sejumlah negara, termasuk Indonesia yang telah mencatatkan 62 kasus.
"Ini influenza tipe A, tetapi varian K, yang merupakan virus H3N2 yang sudah ada sejak puluhan tahun," jelas Budi di Graha BNPB, Jakarta Timur, pada Rabu (7/1/2026).
"Kemudian, muncul varian baru yang disebut subclade K. Penularannya cepat, tetapi tingkat kematiannya sangat rendah," tambahnya.
Sampai 1 Januari 2026, Indonesia telah menemukan 62 kasus super flu. Oleh karena itu, Budi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada namun tidak perlu panik.
"Di Indonesia, kami telah mengidentifikasi bahwa hingga laporan terakhir, jumlah kasus masih puluhan dan tidak parah, artinya bisa diobati dengan cara biasa," ungkapnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menyikapi super flu ini dengan kehati-hatian tanpa harus merasa cemas.
"Pesan saya kepada masyarakat adalah kita harus hati-hati dan menyadari adanya (subclade K) ini, tetapi tidak perlu panik, karena ini mirip dengan flu biasa, bukan seperti COVID-19 yang sebelumnya, seperti varian Delta yang mematikan," imbuhnya.
Budi juga menekankan pentingnya menjaga sistem imunitas tubuh.
"Jika sistem imun kita baik, dengan pola makan yang cukup, tidur yang cukup, dan olahraga yang teratur, inshaAllah jika virus masuk dan virusnya lemah seperti super flu ini, kita bisa sembuh," ujarnya.
"Jika di sekitar kita banyak yang batuk, sebaiknya kita menggunakan masker dan mencuci tangan, sama seperti yang kita lakukan saat menghadapi COVID-19," imbuh dia.
Ditemukan Kasus Super Flu di Indonesia

Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI), Widyawati, telah mengonfirmasi adanya 62 kasus influenza subclade K yang terdeteksi di Indonesia.
"Hingga akhir Desember ini (2025) tercatat total ada 62 kasus (subclade K) di 8 provinsi. Terbanyak ada di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat," ungkap Widyawati dalam keterangan video yang disampaikan pada Kamis (1/1/2026).
Secara rinci, distribusi kasus influenza subclade K adalah sebagai berikut:
- Jawa Timur: 23 kasus
- Kalimantan Selatan: 18 kasus
- Jawa Barat: 10 kasus
- Sumatera Selatan: 5 kasus
- Sumatera Utara: 3 kasus
- Jawa Tengah: 1 kasus
- Sulawesi Utara: 1 kasus
- DI Yogyakarta: 1 kasus.
Data ini diperoleh setelah dilakukan Whole Genome Sequencing (WGS/sekuensing genom lengkap) yang rampung pada 25 Desember lalu.
Terungkap bahwa subclade K telah terdeteksi sejak Agustus 2025 dari 88 laporan sentinel Influenza-Like Illness dan Severe Acute Respiratory Infection (ILI-SARI) di seluruh Indonesia, termasuk di Puskesmas, Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK), dan rumah sakit.
Pemeriksaan dilakukan di Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) serta di Laboratorium Biologi Kesehatan (Lab Biokes).
Sebanyak 64 persen kasus super flu di Indonesia dialami oleh perempuan
Dari total 62 kasus yang terdeteksi, mayoritas pasien terdiri dari perempuan, mencapai 64,5 persen atau 40 kasus. Berdasarkan kelompok usia, rincian distribusi pasien adalah sebagai berikut:
- Usia 1-10 tahun mencakup 35,5 persen
- Usia 21-30 tahun mencapai 21,0 persen
- Usia 11-20 tahun berkontribusi 19,4 persen
- Di atas 60 tahun mencatat 8,1 persen.
Sebelumnya, pemeriksaan terhadap 843 spesimen yang positif influenza menunjukkan bahwa 348 sampel telah menjalani genome sequencing dengan hasil temuan sebagai berikut:
- Sebanyak 152 (44 persen) teridentifikasi sebagai tipe A/H1
- Sebanyak 172 (49 persen) teridentifikasi sebagai tipe A/H3, di mana 62 atau 36 persen di antaranya termasuk dalam subclade K
- Sisanya, sebanyak 24 (7 persen), adalah tipe B/Victoria.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa flu di Indonesia didominasi oleh varian influenza A (H3). Meskipun demikian, tren kasus influenza di Indonesia menunjukkan penurunan dalam dua bulan terakhir.
"Semua varian ini bersirkulasi global dalam sistem surveilans WHO. Pemerintah terus melakukan surveilans dan pelaporan serta menyiapkan kebijakan dan upaya sesuai dengan situasi terkini," ungkap Widyawati.
Memahami Subklade K dari Virus Influenza
Influenza subclade K telah diidentifikasi sebagai penyebab meningkatnya jumlah kasus flu di sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat dan Inggris.
"Di Amerika Serikat, peningkatan kasus influenza A (H3N2) mulai terlihat sejak minggu ke-40 tahun 2025, tepatnya pada bulan Oktober. Lonjakan kasus ini terjadi bersamaan dengan datangnya musim dingin, sama seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya," ungkap Widyawati.
Penyakit influenza A (H3N2) subclade K pertama kali terdeteksi oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat pada bulan Agustus 2025. Saat ini, subclade K telah dilaporkan di 81 negara, termasuk di AS, dengan total kasus yang terkonfirmasi mencapai 1.127.
Gejala yang muncul umumnya mirip dengan flu musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan.
"Berdasarkan penilaian dari WHO dan situasi epidemiologi yang ada, subclade K tidak menunjukkan tingkat keparahan yang lebih tinggi dibandingkan dengan clade atau subclade lainnya," tambah Widyawati.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473821/original/035346300_1768458738-IMG_8470.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5144334/original/071896400_1740610060-IMG-20250226-WA0061.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/thumbnails/5474355/original/097868500_1768473500-menteri-bahlil-a6484f.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5383670/original/099980000_1760687621-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/thumbnails/5474328/original/056561700_1768473166-isi-pertemuan-prabowo-1-906c82.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473359/original/049000400_1768433484-000_92QB3J6.jpg)























