Waspada! Studi Terbaru Ungkap Mikroplastik Tertinggi Ada di Teh dan Kopi Panas
Sebuah studi terbaru menemukan konsentrasi mikroplastik tertinggi pada teh dan kopi panas.

Sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh tim peneliti dari School of Geography, Earth and Environmental Sciences, University of Birmingham, Inggris, telah mengungkapkan fakta mengejutkan. Penelitian ini menemukan konsentrasi mikroplastik tertinggi pada teh dan kopi panas dibandingkan dengan minuman lain yang diuji secara komprehensif.
Studi yang berjudul "Synthetic microplastics in hot and cold beverages from the UK market: Comprehensive assessment of human exposure via total beverage intake" ini telah diterbitkan dalam jurnal bergengsi *Science of the Total Environment*. Temuan ini menyoroti potensi paparan mikroplastik yang signifikan dari minuman sehari-hari yang banyak dikonsumsi.
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran realistis mengenai paparan mikroplastik harian manusia melalui spektrum minuman yang tersedia di pasar. Hasilnya menunjukkan bahwa mikroplastik, partikel plastik kecil yang semakin banyak ditemukan di lingkungan, kini menjadi perhatian serius dalam konsumsi minuman kita.
Metodologi dan Temuan Mengejutkan Studi Birmingham
Tim peneliti dari University of Birmingham menguji total 155 sampel minuman umum, meliputi minuman panas dan dingin, yang berasal dari merek-merek populer di Inggris. Sampel ini dibeli dari supermarket dan kedai kopi sepanjang tahun 2024, mencakup 31 jenis minuman yang berbeda.
Hasilnya sangat mencengangkan: mikroplastik terdeteksi di setiap minuman yang diuji, tanpa terkecuali. Namun, konsentrasi tertinggi secara signifikan ditemukan pada minuman panas, khususnya teh dan kopi.
Teh panas yang disajikan dalam cangkir sekali pakai menunjukkan tingkat mikroplastik tertinggi, dengan rata-rata 22 partikel mikroplastik (MPs) per cangkir. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan teh yang disajikan dalam cangkir kaca, yang hanya mengandung 14 MPs per cangkir. Bahkan, kantong teh yang lebih mahal teridentifikasi melepaskan jumlah plastik terbesar, rata-rata antara 24 hingga 30 MPs per cangkir. Untuk kopi panas, temuan studi ini sangat mengindikasikan bahwa bahan cangkir sekali pakai merupakan sumber utama mikroplastik.
Studi ini juga membandingkan minuman panas dan dingin. Para peneliti menemukan bahwa teh dan kopi dingin mengandung jumlah mikroplastik yang jauh lebih sedikit. Hal ini mengindikasikan bahwa suhu tinggi dan proses yang digunakan dalam pembuatan minuman panas berkontribusi besar terhadap pelepasan partikel mikroplastik ke dalam produk. Panas diduga menyebabkan lebih banyak partikel plastik larut dari kemasan ke dalam cairan.
Kantong Teh: Sumber Mikroplastik yang Tak Terduga

Temuan studi University of Birmingham ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang juga menyoroti masalah pelepasan mikroplastik dari kantong teh. Sebuah studi yang diterbitkan pada November 2024 di jurnal *Chemosphere* oleh peneliti dari Autonomous University of Barcelona (UAB) telah menguji tiga merek kantong teh berbeda untuk paparan mikroplastik.
Studi tersebut menunjukkan bahwa menyeduh satu kantong teh plastik pada suhu 95 °C dapat melepaskan sekitar 11,6 miliar mikroplastik dan 3,1 miliar nanoplastik ke dalam satu cangkir minuman. Ini adalah jumlah yang sangat besar dan mengkhawatirkan.
Secara spesifik, kantong teh polipropilena melepaskan sekitar 1,2 miliar partikel per mililiter, kantong selulosa melepaskan 135 juta partikel per mililiter, dan kantong nilon-6 melepaskan 8,18 juta partikel per mililiter. Variasi ini menunjukkan bahwa jenis bahan kantong teh memiliki pengaruh signifikan terhadap jumlah mikroplastik yang dilepaskan.
Kantong teh komersial modern seringkali mengandung polimer sintetis. Material seperti Nylon-6, yang dikenal karena daya tahan dan ketahanan panasnya, serta Polipropilena, termoplastik yang banyak digunakan dalam kemasan makanan, adalah contohnya. Selain itu, selulosa, meskipun semi-sintetis dari serat tumbuhan, terkadang diolah secara kimia untuk menambah kekuatan, yang juga berpotensi menjadi sumber mikroplastik.
Implikasi Kesehatan dan Sumber Paparan Mikroplastik
Mikroplastik kini ditemukan di mana-mana, mulai dari udara yang kita hirup, laut, sungai, hingga di dalam hewan dan tumbuhan. Salah satu jalur utama masuknya mikroplastik ke dalam tubuh manusia adalah melalui cairan yang kita konsumsi, termasuk teh dan kopi.
Keberadaan mikroplastik di dalam tubuh manusia telah terkonfirmasi, termasuk di dalam darah, otak, dan bahkan testis. Meskipun penelitian masih terus berlangsung, potensi dampak kesehatan dari mikroplastik ini sangat mengkhawatirkan. Beberapa penelitian awal menunjukkan bahwa mikroplastik berpotensi menyebabkan gangguan hormonal, toksisitas reproduksi dan perkembangan, peradangan, kerusakan DNA, serta masalah pencernaan.
Partikel mikro dan nanoplastik memiliki kemampuan untuk melintasi batas organ dan bergerak melalui dinding sel. Studi sebelumnya bahkan menemukan bahwa sel usus manusia menyerap partikel plastik, dengan sel usus yang memproduksi lendir menunjukkan penyerapan tertinggi, bahkan partikel dapat masuk ke dalam inti sel.
Selain kantong teh, cangkir sekali pakai juga menjadi penyumbang signifikan. Cangkir kopi sekali pakai yang dilapisi dengan polietilena densitas rendah (LDPE) dapat melepaskan triliunan nanopartikel plastik saat terkena air mendidih. Studi lain menemukan bahwa mengonsumsi cairan panas dari cangkir kertas standar berukuran 12 ons dapat menghasilkan sekitar 88.000 partikel mikroplastik atau lebih. Kopi pod (K-Cups) juga tidak luput dari perhatian, karena air panas yang mengalir melaluinya dapat menyebabkan pelepasan bahan kimia dan mikroplastik ke dalam kopi.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475928/original/032653900_1768693499-IMG-20260117-WA0238.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475924/original/031054700_1768690698-IMG-20260117-WA0172.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475812/original/099904100_1768657086-Serpihan.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5432495/original/005614800_1764809441-000_86ZV73K.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5462366/original/095961900_1767572953-5.jpg)
















