Hubungan Internasional
Berita Utama
- diplomasi chinaWang Yi Tegaskan Kebijakan Luar Negeri China: Tolak Hegemoni dan Tata Kelola Dunia oleh Negara Besar

- board of peaceIndonesia Gabung Board of Peace: Tafsir Baru Politik Bebas Aktif di Tengah Geopolitik Multipolar





- cholil nafisPrabowo Tegaskan Kembali: Indonesia Siap Mundur dari BoP Jika Tak Bantu Kemerdekaan Palestina



- diplomasi indonesiaGibran Sambut Kedatangan Prabowo, Indonesia Raih Kesepakatan Dagang dan Teknologi Global
Berita Terbaru
- bantuan umkm Pemerintah Luncurkan Program Pemulihan UMKM Terdampak Bencana di Tiga Provinsi Sumatera



- dprd kota bogor Dirut LKBN ANTARA Apresiasi Pesantren Kilat Ramadhan Bogor, Dorong Generasi Muda Berakhlak Mulia

- akselerasi pembangunan Bappenas Dorong Akselerasi Pembangunan Rendah Karbon NTB Menuju Indonesia Emas 2045

Berita Populer
Ancaman Trump Langsung Dibalas Terpilihnya Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran yang Baru
Jiwa Patriotisme, Warga Iran Berbondong-bondong Pulang Kampung dari Turki Bela Tanah Air di Tengah Agresi AS–Israel
Garda Revolusi Iran Tegaskan Dukung Pemerintahan Mojtaba Khamenei Usai Gantikan Ayatollah Khamenei
Profil Singkat Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi Baru Iran Pengganti Ayatollah Ali Khamenei
Mojtaba Khamenei Resmi Ditunjuk Jadi Pemimpin Tertinggi Baru Iran
Berita Utama Lainnya

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menjelaskan operasi penangkapan Nicolas Maduro di Venezuela adalah penegakan hukum, bukan invasi, memicu polemik internasional.

Presiden AS Donald Trump menyatakan tidak ada rencana operasi militer terhadap Kuba, meskipun Washington baru saja melancarkan serangan di Venezuela yang memicu perhatian global.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mendesak Amerika Serikat segera membebaskan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya, menegaskan penangkapan tersebut melanggar hukum internasional dan menciptakan preseden berbahaya.

Setelah penangkapan Presiden Nicolas Maduro, Pentagon mengklaim AS kini kendalikan Venezuela, memicu ketegangan internasional dan pertanyaan kedaulatan yang mendalam.

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Amerika Serikat akan memprioritaskan pembahasan ekonomi, dengan isu geopolitik dialihkan ke pertemuan menteri luar negeri, memicu perdebatan.

KBRI Tunis memulai "Diplomacy Briefing 2026" sebagai langkah strategis memperkuat Diplomasi RI-Tunisia, menargetkan peningkatan signifikan dalam berbagai sektor kerja sama bilateral tahun ini.

Rusia secara tegas menyatakan penolakan terhadap kemerdekaan Taiwan, menegaskan dukungan penuh kepada China. Simak bagaimana sikap Rusia Dukung China Taiwan ini memengaruhi dinamika geopolitik Asia Timur.

Kedutaan Besar China di Washington menegaskan bahwa penjualan senjata AS ke Taiwan senilai 11,1 miliar dolar AS akan mempercepat konflik bersenjata di Selat Taiwan, mengancam stabilitas regional dan melanggar prinsip "satu China".

Tahun 2025 menunjukkan paradoks multilateralisme yang mencolok, di mana dunia semakin saling tergantung namun kepercayaan antarnegara justru kian menipis, menguji efektivitas kerja sama global.

Merayakan National Day 2025, Qatar menegaskan komitmennya terhadap Diplomasi Kemanusiaan dan peran aktif dalam mediasi konflik global, memperkuat posisinya di kancah internasional.














