Berapa Batas Tensi Darah Tinggi yang Perlu Diwaspadai? ini Cara Mengatasinya
Berikut penjelasan lebih lengkap mengenai berapa batas tensi darah tinggi yang perlu diwaspadai.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup serius dan sering dijumpai di masyarakat. Hipertensi atau yang juga dikenal sebagai tekanan darah tinggi adalah suatu kondisi medis kronis di mana tekanan darah dalam arteri meningkat secara persisten.
Peningkatan ini menyebabkan jantung harus bekerja lebih keras dari biasanya untuk mengedarkan darah melalui pembuluh darah. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi berbahaya jika tidak ditangani dengan baik.
Berapa batas tensi darah tinggi yang perlu diwaspadai? Bagaimana cara mengatasi tekanan darah tinggi? Melansir dari berbagai sumber, Jumat (4/4), simak ulasan informasinya berikut ini.
Penyebab Hipertensi
Hipertensi dapat dibagi menjadi dua jenis berdasarkan penyebabnya:
1. Hipertensi Primer (Esensial)
Hipertensi primer adalah jenis yang paling umum, meliputi sekitar 90-95% dari semua kasus hipertensi. Penyebab pastinya tidak diketahui, namun beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya hipertensi primer antara lain:
- Faktor genetik
- Usia (risiko meningkat seiring bertambahnya usia)
- Jenis kelamin (pria memiliki risiko lebih tinggi sampai usia 64 tahun, setelah itu risiko pada wanita meningkat)
- Obesitas atau kelebihan berat badan
- Gaya hidup tidak sehat (kurang aktivitas fisik, merokok, konsumsi alkohol berlebihan)
- Pola makan tidak sehat (tinggi garam, rendah kalium)
- Stres kronis
2. Hipertensi Sekunder
Hipertensi sekunder terjadi akibat kondisi medis lain atau penggunaan obat-obatan tertentu. Meskipun lebih jarang (sekitar 5-10% dari kasus hipertensi), penyebabnya lebih mudah diidentifikasi. Beberapa penyebab hipertensi sekunder meliputi:
- Penyakit ginjal kronis
- Gangguan kelenjar adrenal (seperti sindrom Cushing, feokromositoma)
- Gangguan tiroid
- Penyempitan arteri ginjal (stenosis arteri renalis)
- Obat-obatan tertentu (seperti pil KB, obat flu, dekongestan, steroid)
- Konsumsi alkohol berlebihan
- Obat-obatan terlarang
- Sleep apnea
Gejala Hipertensi
Hipertensi sering disebut sebagai “silent killer” karena biasanya tidak menimbulkan gejala yang jelas, terutama pada tahap awal. Banyak orang tidak menyadari bahwa mereka memiliki tekanan darah tinggi sampai terdeteksi saat pemeriksaan rutin atau ketika komplikasi serius telah terjadi.
Meskipun demikian, beberapa orang dengan hipertensi mungkin mengalami gejala-gejala berikut:
- Sakit kepala, terutama di bagian belakang kepala dan terjadi di pagi hari
- Pusing atau vertigo
- Telinga berdenging (tinnitus)
- Penglihatan kabur atau berkunang-kunang
- Mimisan (epistaksis)
- Mudah lelah atau kelelahan yang tidak biasa
- Detak jantung tidak teratur atau berdebar-debar
- Sesak napas, terutama saat beraktivitas
- Nyeri dada
Penting untuk diingat bahwa gejala-gejala ini tidak spesifik untuk hipertensi dan dapat disebabkan oleh berbagai kondisi lain. Selain itu, tidak semua orang dengan hipertensi akan mengalami gejala-gejala ini.
Pada kasus hipertensi yang sangat parah atau tidak terkontrol dalam jangka panjang, gejala-gejala berikut mungkin muncul:
- Kebingungan atau perubahan kesadaran
- Mual dan muntah
- Kejang
- Pandangan ganda atau kehilangan penglihatan
Gejala-gejala ini dapat menandakan terjadinya komplikasi serius seperti stroke atau kerusakan organ target, dan memerlukan penanganan medis segera.
Klasifikasi Tekanan Darah
Untuk memahami lebih baik tentang berapa tensi darah tinggi yang dianggap berbahaya, penting untuk mengetahui klasifikasi tekanan darah. Berikut adalah klasifikasi tekanan darah berdasarkan pedoman dari American Heart Association (AHA):
- Normal: Sistolik kurang dari 120 mmHg dan diastolik kurang dari 80 mmHg
- Meningkat: Sistolik 120-129 mmHg dan diastolik kurang dari 80 mmHg
- Hipertensi Tahap 1: Sistolik 130-139 mmHg atau diastolik 80-89 mmHg
- Hipertensi Tahap 2: Sistolik 140 mmHg atau lebih tinggi, atau diastolik 90 mmHg atau lebih tinggi
- Krisis Hipertensi: Sistolik lebih dari 180 mmHg dan/atau diastolik lebih dari 120 mmHg
Penting untuk dicatat bahwa klasifikasi ini berlaku untuk orang dewasa berusia 18 tahun ke atas. Untuk anak-anak dan remaja, klasifikasi tekanan darah mungkin berbeda dan biasanya didasarkan pada persentil sesuai dengan usia, jenis kelamin, dan tinggi badan.
Krisis hipertensi merupakan kondisi darurat medis yang memerlukan penanganan segera. Jika Anda mengalami tekanan darah setinggi ini, segera hubungi layanan gawat darurat atau pergi ke rumah sakit terdekat.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5415408/original/013794900_1763370275-MLBB.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5466017/original/077291500_1767790255-doktif.jpeg)
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/5169754/original/004758200_1742544934-WhatsApp_Image_2025-03-19_at_18.19.10_b997d6cd.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5480960/original/048127900_1769072408-ZakiUbaidillah_R16_DaihatsuIndonesiaMasters2026_PBSI_20260122_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5470546/original/017218900_1768209883-jem4.jpg)























