Ritual Sunat Tradisional di Afrika Selatan Membawa Korban, 41 Pemuda Kehilangan Nyawa
Mengapa praktik sunat tradisional masih berlangsung di Afrika Selatan hingga saat ini?

Setidaknya 41 pemuda kehilangan nyawa akibat prosedur sunat yang merupakan bagian dari ritual inisiasi tradisional di Afrika Selatan antara bulan November hingga Desember. Angka kematian ini disampaikan oleh pihak berwenang setempat di tengah meningkatnya perhatian terhadap praktik sekolah inisiasi yang dianggap mengabaikan standar keselamatan.
Ritual inisiasi tradisional adalah prosesi yang menandai peralihan menuju kedewasaan dan dilakukan setiap tahun oleh berbagai kelompok etnis di Afrika Selatan, termasuk komunitas Xhosa, Ndebele, Sotho, dan Venda. Dalam tradisi ini, para pemuda diasingkan di sekolah inisiasi untuk mempelajari nilai-nilai budaya dan tanggung jawab sebagai orang dewasa, dengan sunat sebagai salah satu tahap utama, dikutip dari laman SCMP, Jumat (2/1/2026).
Namun, praktik ini sering kali berujung pada tragedi. Pemerintah Afrika Selatan telah menerapkan undang-undang yang mewajibkan semua sekolah inisiasi untuk terdaftar dan memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan.
Sekolah Inisiasi Ilegal Banyak Dijumpai
Meskipun demikian, sekolah inisiasi ilegal masih banyak dijumpai dan menjadi tempat terjadinya banyak kematian. Orang tua biasanya membayar sejumlah biaya untuk memastikan anak mereka dapat mengikuti inisiasi pada waktu tertentu.
Faktor ekonomi ini dianggap sebagai salah satu alasan munculnya sekolah inisiasi yang tidak terdaftar dan mengabaikan prosedur keselamatan yang diperlukan.
Menteri Urusan Tradisional Afrika Selatan, Velenkosini Hlabisa, menyatakan kepada penyiar lokal pada hari Selasa bahwa 41 peserta inisiasi telah meninggal selama musim inisiasi musim panas tahun ini.
Ia mengungkapkan bahwa kelalaian terjadi di sekolah inisiasi baik yang ilegal maupun yang telah terdaftar.
"Beberapa sekolah inisiasi tidak memenuhi standar kesehatan yang seharusnya," ungkap Hlabisa.
Ia juga menekankan adanya praktik berbahaya berupa anjuran yang tidak berdasar secara medis, seperti melarang peserta untuk minum air dengan alasan untuk mempercepat penyembuhan.
Kurangnya Pengawasan dari Orang Tua
Hlabisa memberikan kritik terhadap peran orang tua yang dinilai kurang dalam melakukan pengawasan terhadap anak-anak mereka.
"Jika Anda membawa anak ke sekolah inisiasi, tetapi tidak melakukan pemantauan, tidak memastikan anak minum air, maka Anda menempatkan anak dalam risiko," ujarnya.
Provinsi Eastern Cape menjadi wilayah yang paling rentan, dengan 21 kematian peserta inisiasi yang dilaporkan hingga saat ini. Selain itu, pihak berwenang telah menangkap 41 orang yang terlibat dalam pengelolaan sekolah inisiasi ilegal, termasuk orang tua yang diduga memberikan keterangan usia palsu.
Menurut hukum di Afrika Selatan, hanya anak yang berusia minimal 16 tahun yang diizinkan untuk mengikuti inisiasi, dengan persetujuan orang tua. Meskipun menuai banyak kontroversi, praktik inisiasi tradisional masih menjadi bagian yang sangat penting dalam budaya di banyak komunitas Afrika.
Kembalinya para peserta inisiasi biasanya disambut dengan perayaan budaya, yang menjadi tanda bahwa mereka telah diterima sebagai orang dewasa dalam masyarakat.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475812/original/099904100_1768657086-Serpihan.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5432495/original/005614800_1764809441-000_86ZV73K.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5462366/original/095961900_1767572953-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475849/original/036253300_1768664192-20260117_192835.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475854/original/014289600_1768664377-114456.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475845/original/086013600_1768663765-114070.jpg)













