BBRM Pamer Kinerja, EBITDA Tembus 61 PErsen Hingga September 2025
Peningkatan margin tersebut sejalan dengan pertumbuhan EBITDA perseroan yang naik dari USD 4.829 menjadi USD 6.183.

PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya (BBRM) mencatatkan peningkatan kinerja profitabilitas hingga periode September 2025.
Direktur Utama PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Naim Machzyumi, mengatakan salah satu indikator utama yang menjadi perhatian investor adalah lonjakan EBITDA margin yang mencapai 61 persen, meningkat dibandingkan posisi September 2024 yang berada di level 52 persen.
"Secara keseluruhan EBITDA margin dari per September 2024 itu 52 persen meningkat menjadi 61 persen," kata Naim dalam Public Expose BBRM, Rabu (7/1).
Ia menjelaskan, peningkatan margin tersebut sejalan dengan pertumbuhan EBITDA perseroan yang naik dari USD 4.829 menjadi USD 6.183, atau tumbuh sekitar 28 persen secara tahunan. Kinerja ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam meningkatkan laba operasional di tengah dinamika industri pelayaran.
"EBITDA juga ada peningkatan yang cukup signifikan dari posisi USD 4.829 ke USD 6.183 atau kenaikan 28 persen," ujarnya.
Capaian tersebut memperlihatkan bahwa BBRM tidak hanya mampu menjaga pertumbuhan pendapatan, tetapi juga meningkatkan kualitas laba melalui pengelolaan biaya yang lebih efisien dan optimalisasi kinerja operasional.
Gross Profit BBRM
Lebih lanjut, Naim menyampaikan gross profit BBRM mengalami kenaikan sebesar 19 persen. Selain itu, gross profit margin perseroan juga mengalami peningkatan dari 43 persen pada September 2024 menjadi 47 persen pada September 2025.
Kenaikan ini mengindikasikan adanya perbaikan struktur biaya langsung dan efektivitas pengelolaan pendapatan.
"Gross profit margin di tahun 2024 per September 43 persen di September 2025 sebesar 47 persen," ujarnya.
Fundamental Menguat
Naim menegaskan bahwa peningkatan margin merupakan hasil dari disiplin operasional dan kepatuhan terhadap strategi bisnis yang telah ditetapkan. Perseroan terus berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan efisiensi.
Selain profitabilitas, struktur keuangan perseroan juga menunjukkan perbaikan. Total liabilitas menurun sekitar 20 persen secara tahunan, sementara ekuitas meningkat 11 persen, sehingga memperkuat daya tahan keuangan perusahaan.
"Secara keseluruhan jumlah liabilitas September 2024 dan 2025 mengalami penurunan sebesar 1068 sehingga atau sebesar 20 persen. Untuk ekuitas mengalami peningkatan sebesar 11 persen, jadi USD 42.182," pungkasnya.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474672/original/039878600_1768528837-WhatsApp_Image_2026-01-16_at_08.49.17.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2982506/original/051530500_1575123274-BORGOL-Ridlo.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5357651/original/076578000_1758536150-616b3847-bf9b-4f66-9950-991a1c466855.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475249/original/075022200_1768559374-Jenazah_warga_Pati_dibawa_menggunakan_perahu_menuju_pemakaman.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5158422/original/012721900_1741665141-kata-kata-untuk-stop-bullying.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475190/original/073855700_1768554990-TPA_Benowo_mengubah_sampah_menjadi_energi_listrik.jpeg)










