Bencana Banjir di Sumatera, BCA Salurkan Bantuan Makanan dan Obat-Obatan
BCA, melalui program Bakti BCA, menyampaikan rasa empati dan duka cita yang mendalam atas musibah yang melanda beberapa daerah di Sumatera.

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui program Bakti BCA telah melakukan kunjungan langsung ke beberapa lokasi yang terkena dampak bencana di Sumatra Utara. Dalam kesempatan tersebut, Bakti BCA memberikan bantuan kemanusiaan kepada para korban bencana di Kota Medan dan Kabupaten Langkat, yang keduanya mengalami banjir.
Dengan menggandeng Tentara Nasional Indonesia (TNI), penyerahan bantuan dilaksanakan di Posko Pengungsi Jalan Pancar, Lk8, Kelurahan Hamdan, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, serta di Posko Bersama di Koramil 09, Kebun Lada, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat. Dari Posko Bersama ini, bantuan juga menjangkau masyarakat yang terdampak banjir di Kecamatan Tanjungpura, Kabupaten Langkat.
Bantuan tersebut diserahkan oleh EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, kepada perwakilan TNI serta warga yang menjadi korban bencana banjir di masing-masing lokasi. Secara keseluruhan, Bakti BCA telah menyalurkan 550 dus air mineral, 70 dus mie instan, 912 bungkus biskuit, 4.200 tablet obat-obatan dan multivitamin, serta 100 botol minyak kayu putih.
"BCA melalui Bakti BCA turut berempati dan berduka cita mendalam atas musibah yang terjadi di beberapa titik di Sumatra. Kami juga turut memberikan bantuan kemanusiaan, yang mudah-mudahan dapat bermanfaat dan membantu meringankan beban yang dialami oleh saudara-saudara kita saat ini. Semoga kondisi dapat segera pulih dan normal kembali. BCA berkomitmen hadir dalam proses pemulihan kondisi sosial maupun ekonomi masyarakat di daerah terdampak," ungkap Hera F. Haryn pada Selasa (2/12/2025).
Sebelumnya, Bakti BCA juga telah bekerja sama dengan TNI untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan kepada korban bencana di beberapa lokasi di Aceh dan Sumatra Utara, termasuk Kota Sibolga. Proses penyerahan bantuan tersebut dilakukan di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Bantuan yang dikirimkan mencakup kebutuhan pokok seperti sembako, air mineral, selimut, popok balita, obat-obatan, multivitamin, tenda, dan tempat tidur portabel. Kolaborasi antara Bakti BCA dan TNI sangat penting agar penyaluran bantuan dapat dilakukan secara efektif dan efisien di lapangan. Kemampuan serta jaringan TNI yang luas dan mumpuni sangat vital untuk mempercepat penanganan dampak bencana di berbagai lokasi.
Pengungsi banjir di Sumatra akan disediakan tempat tinggal sementara

Baru-baru ini, satu juta warga terpaksa mengungsi akibat banjir yang melanda tiga provinsi di Sumatra, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, mengungkapkan bahwa pemerintah sedang mempersiapkan tempat tinggal sementara bagi para korban bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di wilayah tersebut.
"Sedang dipersiapkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menyiapkan hunian sementara, sudah ada programnya. Setelah itu, nanti akan disiapkan hunian tetap juga. Jadi ada hunian sementara dan hunian tetap, sudah menjadi bagian dari rekonstruksi dan rehabilitasi," katanya di Jakarta, Selasa (2/12/2025).
Saat ini, menurut Mensos, fokus pemerintah adalah menangani keadaan darurat di ketiga provinsi tersebut. Pencarian korban masih berlangsung dan beberapa daerah masih terisolasi.
"Kalau kedaruratannya ini nanti sudah agak mereda, akan dibangun hunian sementara dan hunian tetap. Saat ini kita sedang tahap evakuasi dan memberikan dukungan logistik yang dibutuhkan bagi para pengungsi atau mereka yang terdampak. Setelah itu, mulai dipikirkan sekarang juga rehabilitasi dan rekonstruksi," ujarnya.
Mensos juga menambahkan bahwa BNPB saat ini tengah melakukan perhitungan, merencanakan, dan memetakan lokasi di lapangan agar mereka yang kehilangan tempat tinggal bisa mendapatkan tempat berlindung sementara.
"Sekaligus nanti akan didiskusikan dengan pemerintah daerah untuk dibangun hunian yang tetap, biasanya sih nanti daerah yang menyediakan lahan atau mungkin menggunakan lahan-lahan milik pemerintah. Kemudian, nanti akan dibangun secara bertahap seperti di Lumajang (Jawa Timur) atau di tempat-tempat lain kan dilakukan hal yang sama," paparnya. Demikian dikutip dari Antara.
Evakuasi mengalami hambatan karena wilayah yang terisolasi

Menteri Sosial mengakui adanya berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan, terutama dalam upaya mengevakuasi warga yang terjebak di lokasi-lokasi sulit dijangkau melalui jalur darat.
"Bahkan ada Wali Kota Sibolga (Sumatera Utara) yang terkurung akibat longsor selama dua hari sebelum akhirnya bisa keluar. Kendalanya memang sangat besar. Kemarin, saya mendampingi Presiden ke beberapa lokasi di sana, dan kondisi sudah mulai membaik," jelasnya.
Kementerian Sosial terus memperkuat bantuan untuk masyarakat yang terdampak banjir di tiga provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hingga kemarin, Senin (1/12), total bantuan logistik bufferstock yang telah disalurkan oleh Kemensos untuk ketiga provinsi tersebut mencapai sekitar Rp14,5 miliar. Selain itu, Kemensos juga menyediakan layanan bantuan bahan makanan melalui dapur umum dan dapur mandiri dengan nilai sekitar Rp4,5 miliar.
Layanan dapur umum dan dapur mandiri tersebut mencakup beberapa lokasi dengan kapasitas penyajian di Sumatera Barat yang mencakup 9 titik (Kota Padang, Padang Pariaman, Pasaman Barat, Pesisir Selatan) dan mampu menyajikan sekitar 30.000 bungkus makanan per hari. Di Sumatera Utara, layanan ini tersedia di 12 titik (Mandailing Natal, Langkat, Tapanuli Utara) dengan jumlah sajian yang sama, sementara Aceh memiliki 7 titik (Subulussalam, Pidie Jaya, dan sekitarnya) yang menyediakan sekitar 28.000 bungkus makanan per hari. Angka-angka ini terus meningkat seiring dengan penambahan titik layanan dapur umum yang diperbarui setiap hari berdasarkan perkembangan situasi di lapangan.
Menurut data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban akibat bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sampai hari ini tercatat sebanyak 631 jiwa, dengan 472 jiwa di antaranya dilaporkan hilang. Selain itu, jumlah korban yang terluka mencapai 2.600 orang, dan sekitar 1 juta jiwa terpaksa mengungsi akibat bencana ini.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475773/original/014572800_1768649118-Pesawat_ATR_42-500.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475771/original/088967700_1768649021-WhatsApp_Image_2026-01-17_at_18.10.18.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475762/original/037504600_1768647454-112529.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475758/original/042359500_1768646932-Pencarian_pesawat_ATR_hilang_kontak_di_Maros.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475744/original/094296200_1768646383-WhatsApp_Image_2026-01-17_at_16.55.59.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4732017/original/005456000_1706775183-000_347D8B7.jpg)






















