Cek Harga Emas Antam Hari Ini, Sabtu 3 Januari 2026
Berikut adalah harga emas Antam yang berlaku pada hari ini, Sabtu, 3 Januari 2026.

Harga emas batangan yang ditawarkan oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan pada hari ini, Sabtu (3/1). Penurunan harga emas Antam tercatat sebesar Rp 16.000, sehingga harga emas per gram menjadi Rp 2.488.000, turun dari harga sebelumnya yang mencapai Rp 2.504.000 per gram pada perdagangan Kamis lalu.
Selain itu, harga buyback emas Antam juga mengalami penurunan sebesar Rp 17.000, menjadi Rp 2.346.000 per gram. Harga buyback ini merupakan harga yang akan diberikan oleh Antam jika Anda menjual emas kepada mereka. Untuk informasi lebih lanjut, perlu diketahui bahwa harga emas Antam sebelumnya mencapai rekor tertinggi pada Sabtu, 27 Desember 2025, dengan harga Rp 2.605.000 per gram dan buyback sebesar Rp 2.464.000 per gram.
Data mengenai harga emas Antam ini bersumber dari situs resmi Logam Mulia, yang merupakan unit bisnis dari PT Aneka Tambang Tbk. Dengan demikian, informasi yang disajikan memiliki tingkat akurasi dan kredibilitas yang tinggi bagi masyarakat. Berikut adalah daftar harga emas Antam untuk hari ini, Sabtu (3/1):
- Harga emas 0,5 gram: Rp 1.294.000
- Harga emas 1 gram: Rp 2.488.000
- Harga emas 2 gram: Rp 4.916.000
- Harga emas 3 gram: Rp 7.349.000
- Harga emas 5 gram: Rp 12.215.000
- Harga emas 10 gram: Rp 24.375.000
- Harga emas 25 gram: Rp 60.812.000
- Harga emas 50 gram: Rp 121.545.000
- Harga emas 100 gram: Rp 243.012.000
- Harga emas 250 gram: Rp 607.265.000
- Harga emas 500 gram: Rp 1.214.320.000
- Harga emas 1.000 gram: Rp 2.428.600.000
Harga Perak Capai Rekor Tertinggi

Emas memulai perdagangan tahun 2026 dengan melanjutkan tren kenaikan signifikan yang telah dimulai pada tahun 2025. Lonjakan harga emas global disebabkan oleh ketegangan geopolitik serta harapan akan penurunan suku bunga di Amerika Serikat, yang menjaga permintaan terhadap logam mulia ini tetap tinggi.
Menurut laporan dari CNBC pada Sabtu (3/1/2026), harga emas di pasar spot stabil di angka USD 4.313,29 per ons, setelah sempat mencapai puncaknya di USD 4.402,06 pada awal sesi perdagangan. Sementara itu, harga emas batangan mencatat rekor tertinggi di level USD 4.549,71 per ons pada 26 Desember, dengan kenaikan total 64% sepanjang tahun 2025.
Kontrak harga emas berjangka untuk pengiriman Februari ditutup dengan penurunan sebesar 0,3% menjadi USD 4.329,6 per ons. "Kita terus melihat pasar membicarakan tentang pemotongan suku bunga pada bulan Maret dan mungkin pemotongan lainnya di akhir tahun ini kombinasi itu dengan pembicaraan signifikan tentang potensi risiko pasar akibat tarif dan utang AS yang berkelanjutan semuanya mendorong harga emas, perak, platinum, dan paladium naik," ungkap Bart Melek, Kepala Strategi Komoditas Global di TD Securities.
Pasar saat ini memperkirakan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga oleh Bank Sentral AS, The Fed, sebesar seperempat poin, yang membuat emas, yang tidak memberikan imbal hasil, semakin menarik bagi para investor.
Emas, yang selama ini dianggap sebagai aset aman, juga mendapat dukungan dari berita mengenai kerusuhan di Iran serta belum tercapainya kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina, ditambah dengan isu-isu yang berkaitan dengan Gaza.
"Secara teknis, target harga naik berikutnya bagi para pelaku pasar yang optimistis terhadap kontrak berjangka emas Februari adalah mencapai penutupan di atas level resistensi yang kuat pada harga tertinggi kontrak/rekor di USD 4.584," kata Jim Wyckoff, Analis Senior Kitco Metals. Di sisi lain, emas fisik mulai diperdagangkan dengan harga premium di India dan China untuk pertama kalinya dalam sekitar dua bulan terakhir.
Harga Perak Alami Fluktuasi Signifikan

Harga perak di pasar spot mengalami kenaikan sebesar 0,7% menjadi USD 71,77 per ons, setelah mencapai level tertinggi sepanjang sejarah sebesar USD 83,62 pada hari Senin. Sementara itu, harga platinum melonjak hingga 3,5% menjadi USD 2.125,80 per ons, setelah juga mencapai titik tertinggi sepanjang masa di USD 2.478,50 pada hari yang sama.
Kedua logam ini berhasil mengungguli harga emas sepanjang tahun 2025, dengan perak mencatatkan kenaikan lebih dari 147%. Kenaikan ini didorong oleh penetapan perak sebagai mineral penting oleh AS, serta adanya kekurangan pasokan dan persediaan yang rendah, di tengah permintaan industri dan investasi yang kuat.
Di sisi lain, platinum juga menunjukkan performa yang mengesankan dengan kenaikan sebesar 127% tahun lalu. Palladium pun tidak kalah menarik, naik hampir 2% menjadi USD 1.636,43 per ons, setelah menutup tahun sebelumnya dengan kenaikan 76%, yang merupakan peningkatan terbesar dalam 15 tahun terakhir.
Meskipun ada reli yang signifikan di akhir tahun, semua logam mulia diperkirakan akan mencatat kerugian mingguan. Hal ini menunjukkan fluktuasi yang terjadi di pasar logam mulia, di mana tren kenaikan harga dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi dan industri.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474672/original/039878600_1768528837-WhatsApp_Image_2026-01-16_at_08.49.17.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2982506/original/051530500_1575123274-BORGOL-Ridlo.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5357651/original/076578000_1758536150-616b3847-bf9b-4f66-9950-991a1c466855.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475249/original/075022200_1768559374-Jenazah_warga_Pati_dibawa_menggunakan_perahu_menuju_pemakaman.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5158422/original/012721900_1741665141-kata-kata-untuk-stop-bullying.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475190/original/073855700_1768554990-TPA_Benowo_mengubah_sampah_menjadi_energi_listrik.jpeg)























