Harga Emas Antam Hari ini Kembali Anjlok, Simak Daftar Harga & Prediksi ke Depannya
Berikut adalah informasi mengenai harga emas Antam pada hari ini, Rabu, 29 Oktober 2025.

Harga emas batangan yang ditawarkan oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan pada perdagangan Rabu minggu ini. Dalam dua hari terakhir, harga emas Antam terus mengalami tekanan.
Pada Rabu (29/10/2025), harga emas Antam turun sebesar Rp 15.000 per gram. Dengan demikian, harga emas saat ini ditetapkan sebesar Rp 2.267.000 per gram, menurun dari harga sebelumnya yang mencapai Rp 2.282.000 per gram. Sementara itu, harga buyback emas Antam juga mengalami penurunan.
Hari ini, harga buyback emas Antam turun Rp 15.000 menjadi Rp 2.132.000. Harga buyback ini berlaku jika Anda ingin menjual emas, di mana Antam akan membelinya dengan harga Rp 2.132.000 per gram. Perlu dicatat bahwa harga buyback ini merupakan harga tertinggi yang ditawarkan.
Untuk informasi lebih lanjut, rekor tertinggi harga emas sebelumnya tercatat pada Jumat, 17 Oktober 2025, di mana harga jual emas Antam dan harga pembelian kembali ditetapkan masing-masing sebesar Rp 2.485.000 per gram dan Rp 2.334.000 per gram. Berikut adalah daftar harga emas Antam untuk hari ini, Rabu (29/10/2025):
- Harga emas Antam 0,5 gram: Rp 1.183.500.
- Harga emas Antam 1 gram: Rp 2.267.000.
- Harga emas Antam 2 gram: Rp 4.474.000.
- Harga emas Antam 3 gram: Rp 6.686.000.
- Harga emas Antam 5 gram: Rp 11.110.000.
- Harga emas Antam 10 gram: Rp 22.165.000.
- Harga emas Antam 25 gram: Rp 55.287.000.
- Harga emas Antam 50 gram: Rp 110.495.000.
- Harga emas Antam 100 gram: Rp 220.912.000.
- Harga emas Antam 250 gram: Rp 552.015.000.
- Harga emas Antam 500 gram: Rp 1.103.820.000.
- Harga emas Antam 1.000 gram: Rp 2.207.600.000.
Menurut Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017, transaksi buyback akan dikenakan potongan pajak. Untuk penjualan kembali emas batangan dengan nilai di atas Rp 10 juta, akan berlaku Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22.
Harga Emas Mengalami Penurunan Hingga Mencapai Titik Terendah

Harga emas sebelumnya mengalami penurunan ke posisi terendah dalam tiga pekan pada hari Selasa (Rabu waktu Jakarta). Penurunan ini disebabkan oleh meredupnya harapan atas kemajuan dalam negosiasi perdagangan antara AS dan Tiongkok, yang mengurangi daya tarik emas sebagai aset aman.
Sementara itu, perhatian investor kini berfokus pada keputusan suku bunga yang akan diambil oleh Bank Sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed) dalam minggu ini. Menurut laporan yang dikutip dari CNBC pada Rabu (29/10/2025), harga emas di pasar spot mengalami penurunan sebesar 0,70% menjadi USD 3.952,87 per ons, setelah mencapai level terendah sejak 6 Oktober 2025.
Di sisi lain, harga emas berjangka AS juga turun 0,9%, ditutup pada level USD 3.983,1 per ons. Meskipun demikian, harga emas telah meningkat lebih dari 51% sepanjang tahun ini, didorong oleh ketegangan geopolitik dan perdagangan yang masih berlangsung, serta ekspektasi pemotongan suku bunga di AS.
"Ketegangan perdagangan AS-Tiongkok telah benar-benar mereda, dengan kemungkinan tercapainya kesepakatan perdagangan akhir pekan ini setelah pertemuan puncak antara Presiden Xi dan Trump. Hal ini berdampak negatif bagi logam mulia," ungkap Analis Senior Kitco Metals, Jim Wyckoff.
Sementara itu, pejabat tinggi ekonomi dari Tiongkok dan AS telah menyelesaikan kerangka kerja kesepakatan yang akan ditinjau oleh Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping pada pertemuan mereka hari Kamis mendatang.
Optimisme di pasar global meningkat seiring dengan harapan meredanya ketegangan perdagangan, yang tercermin dari pembukaan indeks utama Wall Street pada rekor tertinggi pada hari Selasa.
Investor Menunggu Hasil dari Pertemuan The Fed

Investor kini tengah menunggu hasil dari pertemuan kebijakan yang berlangsung selama dua hari oleh The Fed pada hari Rabu. Diperkirakan bahwa bank sentral Amerika Serikat ini akan mengurangi suku bunga sebanyak seperempat poin persentase.
Meskipun demikian, prospek untuk logam yang dianggap sebagai safe haven ini masih belum jelas, karena beberapa analis memprediksi harga akan terus mencapai puncaknya, sementara yang lain bersikap lebih berhati-hati.
Pertemuan tahunan London Bullion Market Association (LBMA) memperkirakan harga emas akan berada di angka USD 4.980 per ons dalam 12 bulan ke depan, tetapi Citi dan Capital Economics telah menurunkan estimasi harga emas mereka pada hari Senin.
"Pasar telah mencapai titik jenuh beli, yang akhirnya memicu koreksi minggu ini," ungkap Bank of America.
Mereka juga memprediksi bahwa harga emas akan mendekati proyeksi bearish di angka USD 3.800 per ons pada kuartal IV 2025. Dengan demikian, meskipun terdapat potensi penurunan, masih ada harapan bagi investor untuk melihat harga emas naik kembali dalam waktu dekat.
Namun, ketidakpastian ini membuat banyak pelaku pasar tetap waspada dalam mengambil keputusan investasi.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473406/original/018329500_1768441757-Real_Madrid_vs_Albacete_debut_Arbeloa-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475371/original/033901300_1768585843-IMG_2590.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474672/original/039878600_1768528837-WhatsApp_Image_2026-01-16_at_08.49.17.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2982506/original/051530500_1575123274-BORGOL-Ridlo.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5357651/original/076578000_1758536150-616b3847-bf9b-4f66-9950-991a1c466855.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475249/original/075022200_1768559374-Jenazah_warga_Pati_dibawa_menggunakan_perahu_menuju_pemakaman.png)























