Fakta Unik: Seskab Teddy Pantau Program KUR Perumahan Langsung dari KTT ASEAN
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memberikan arahan program KUR Perumahan secara virtual dari KTT ASEAN, menandai komitmen pemerintah memperluas akses perumahan bagi UMKM. Penasaran bagaimana program ini bekerja?

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya secara aktif memberikan arahan dan melakukan pengawasan terhadap program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan dan Rumah Subsidi. Pemantauan ini dilakukan secara virtual dari Kuala Lumpur, Malaysia, saat Seskab Teddy mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam KTT ASEAN. Kegiatan tersebut berlangsung pada hari Senin, 28 Oktober, di Karawang, Jawa Barat.
Meskipun berada di tengah kesibukan KTT ASEAN, Seskab Teddy tetap menunjukkan komitmennya terhadap program strategis ini. Ia berinteraksi langsung melalui panggilan video dengan Menteri Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Maruar Sirait, yang sedang berada di lokasi acara. Interaksi ini memastikan bahwa arahan pemerintah pusat tersampaikan dengan baik kepada para penerima manfaat di daerah.
Acara di Karawang yang bertajuk “Kredit Program Perumahan & Penguatan Ekosistem Perumahan Kawasan Kabupaten Karawang” ini dihadiri oleh ratusan peserta. Mayoritas peserta adalah ibu rumah tangga pelaku UMKM, yang antusias menyambut program pembiayaan perumahan ini. Kehadiran Seskab secara virtual memberikan semangat dan validasi pentingnya program ini bagi masyarakat.
Sinergi Lintas Negara untuk Rakyat Karawang
Menteri Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Maruar Sirait memperlihatkan suasana acara di Karawang kepada Seskab Teddy melalui video call. Maruar menyampaikan pesan mengenai semangat tinggi para peserta program, khususnya para ibu-ibu pekerja keras yang berjuang untuk keluarga mereka. “Mohon doanya, Pak. Di sini banyak ibu-ibu pekerja keras. Mereka berjuang untuk keluarga, banyak yang bekerja keras demi menyekolahkan anak-anaknya,” ujar Maruar kepada Seskab Teddy, sembari menunjukkan layar ponselnya ke arah para penerima manfaat program KUR.
Di sela-sela penyampaiannya, Maruar juga mengajak beberapa peserta untuk berdialog langsung dengan Seskab Teddy. Kesempatan ini memberikan pengalaman berharga bagi para penerima manfaat untuk menyampaikan aspirasi mereka secara langsung. Seskab Teddy pun menyampaikan apresiasi atas semangat dan partisipasi masyarakat dalam program ini.
Dalam kesempatan tersebut, Seskab Teddy juga memberikan sejumlah arahan penting mengenai pelaksanaan KUR Perumahan. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem perumahan rakyat. Koordinasi yang baik antara pemerintah, perbankan, dan pelaku usaha diharapkan dapat mempercepat realisasi tujuan program.
KUR Perumahan: Terobosan Akses Hunian dan Usaha
Pemerintah secara resmi meluncurkan program KUR Perumahan pada tahun 2025 sebagai terobosan baru dalam memperluas akses pembiayaan. Program ini ditujukan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor perumahan. Skema pembiayaan khusus ini dirancang untuk memberikan kemudahan akses kepemilikan hunian yang layak bagi para pelaku usaha.
Program KUR Perumahan memiliki tujuan ganda yang strategis. Pertama, mendukung pelaku UMKM agar dapat memiliki rumah yang sekaligus bisa difungsikan sebagai tempat tinggal dan tempat usaha. Kedua, program ini bertujuan untuk menggerakkan roda ekonomi di sektor perumahan nasional, menciptakan efek domino positif bagi pertumbuhan ekonomi.
Melalui fasilitas ini, pemerintah ingin memastikan bahwa para pelaku usaha produktif memiliki akses pembiayaan yang mudah dan bunga ringan. Subsidi bunga pemerintah menjadi kunci utama dalam meringankan beban finansial para penerima manfaat. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.
Skema Pembiayaan Fleksibel untuk Pelaku Usaha
Selain menyasar pelaku UMKM, program ini juga dirancang untuk memperkuat ekosistem bisnis di sektor perumahan secara menyeluruh. Ini termasuk dukungan bagi pengembang, kontraktor, hingga pedagang bahan bangunan. Tujuannya adalah agar mereka dapat mengembangkan kapasitas usaha secara berkelanjutan dan berkontribusi pada penyediaan perumahan yang berkualitas.
Dari sisi ketentuan, pelaku UMKM akan menikmati suku bunga tetap sebesar 6 persen per tahun. Suku bunga ini sudah mendapatkan subsidi dari pemerintah, sehingga sangat meringankan bagi para pelaku usaha. Ketentuan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mendukung pertumbuhan UMKM di sektor perumahan.
Plafon pinjaman dalam program ini ditetapkan maksimal Rp500 juta bagi pelaku UMKM. Sementara itu, bagi pengembang, plafon pinjaman dapat mencapai hingga Rp5 miliar. Fasilitas pinjaman ini juga dapat digulirkan (revolving) hingga Rp20 miliar, memberikan fleksibilitas yang lebih besar. Dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk pembelian, pembangunan, atau renovasi rumah sesuai kebutuhan usaha dan tempat tinggal.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475812/original/099904100_1768657086-Serpihan.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5432495/original/005614800_1764809441-000_86ZV73K.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5462366/original/095961900_1767572953-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475849/original/036253300_1768664192-20260117_192835.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475854/original/014289600_1768664377-114456.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475845/original/086013600_1768663765-114070.jpg)





















