IHSG Menguat 0,13 Persen, Ditopang Sentimen Domestik dan Global
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat tipis pada penutupan perdagangan Jumat, didukung oleh sentimen positif dari dalam dan luar negeri, menandakan optimisme pasar.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil ditutup menguat pada perdagangan Jumat sore, 9 Januari 2026. Penguatan ini didorong oleh berbagai sentimen positif baik dari ranah domestik maupun global yang mempengaruhi pergerakan pasar saham. IHSG menunjukkan ketahanan di tengah dinamika ekonomi global dan domestik.
Pada penutupan perdagangan, IHSG tercatat menguat sebesar 11,28 poin atau 0,13 persen, mencapai posisi 8.936,75. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45 juga mengalami kenaikan tipis sebesar 0,40 poin atau 0,05 persen, berada di posisi 868,02.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menyatakan bahwa “Sentimen eksternal dan internal menopang laju IHSG”. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya faktor-faktor makroekonomi dalam membentuk arah pasar modal Indonesia.
Pengaruh Sentimen Global Terhadap Penguatan IHSG
Pergerakan bursa regional di kawasan Asia menunjukkan tren penguatan yang signifikan, memberikan dorongan positif bagi IHSG. Sentimen ini terutama dipicu oleh respon pelaku pasar terkait membaiknya pengeluaran rumah tangga Jepang. Data tersebut secara tidak terduga menunjukkan peningkatan pada November 2025, mengindikasikan pemulihan ekonomi di salah satu negara maju Asia.
Selain itu, Biro Statistik China merilis data inflasi Desember 2025 yang menunjukkan perbaikan. Inflasi tahunan tercatat 0,8 persen dan bulanan 0,2 persen, berbalik arah dari penurunan sebelumnya. Angka ini menandakan adanya peningkatan daya beli masyarakat China, seiring dengan pemulihan permintaan domestik yang terus berlanjut.
Pelaku pasar global juga tengah menantikan laporan pekerjaan Desember 2025 dari Amerika Serikat (AS). Laporan ini diharapkan memberikan sinyal yang lebih jelas mengenai kondisi pasar tenaga kerja dan prospek kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed). Keputusan Mahkamah Agung AS terkait legalitas tarif yang diberlakukan pemerintahan Trump juga menjadi perhatian utama investor.
Sentimen Domestik dan Optimisme Ekonomi Indonesia
Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) melaporkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) untuk Desember 2025 berada di level 123,5. Angka IKK ini mencerminkan optimisme yang kuat dari pelaku pasar terhadap kondisi ekonomi domestik. Hal ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap stabilitas dan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Tingginya IKK juga mengindikasikan peran positif dari kebijakan fiskal pemerintah dalam mendukung ekonomi domestik. Kebijakan-kebijakan yang diterapkan pemerintah tampaknya berhasil menjaga daya beli dan kepercayaan konsumen. Kondisi ini menjadi fondasi kuat bagi pergerakan pasar saham.
IHSG sendiri menunjukkan performa yang stabil sepanjang hari perdagangan. Dibuka menguat, indeks tetap berada di teritori positif hingga penutupan sesi pertama. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham, menunjukkan kekuatan pasar yang konsisten.
Kinerja Sektoral dan Pergerakan Saham Unggulan
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor tercatat mengalami penguatan, menunjukkan distribusi positif yang cukup merata. Sektor barang konsumen non primer memimpin kenaikan dengan 3,30 persen, diikuti oleh sektor barang baku yang naik 2,38 persen. Sektor properti juga menunjukkan kinerja baik dengan kenaikan 2,18 persen.
Namun, tidak semua sektor mengalami penguatan; dua sektor tercatat melemah. Sektor infrastruktur mengalami penurunan paling dalam sebesar 1,40 persen, sementara sektor keuangan juga turun 1,07 persen. Fluktuasi ini merupakan dinamika pasar yang wajar dalam setiap sesi perdagangan.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar meliputi KOCI, HILL, APLN, PPRE, dan MINA. Di sisi lain, saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar adalah OPMS, CRSN, SMLE, ISMKM, dan MBSS. Pergerakan saham-saham ini mencerminkan sentimen investor terhadap masing-masing emiten.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.468.511 kali transaksi, melibatkan 57,02 miliar lembar saham senilai Rp27,45 triliun. Sebanyak 359 saham naik, 318 saham menurun, dan 137 saham tidak bergerak nilainya, menunjukkan aktivitas pasar yang cukup tinggi.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/4848901/original/076050200_1717138481-IMG20240531104427.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5477505/original/010719300_1768833274-Prabowo_Mahasiswa_Papua.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5477503/original/080786400_1768831286-Bocah_lima_tahun_asal_Sukabumi_jago_matematika.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5477497/original/032473000_1768829852-Prabowo_Rapat.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5477493/original/012138900_1768829400-Rektor_nonaktif_UNM_Karta_Jayadi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5477488/original/030082500_1768828543-Mapolres_Kudus.jpeg)











