Kurs Rupiah Diprediksi Tembus Rp17.000 per Dolar AS
Saat ini, nilai tukar Rupiah tercatat berada di kisaran Rp16.960 per dolar AS, setelah sebelumnya melemah sekitar 60 poin.

Analis sektor keuangan dan komoditas emas, Ibrahim Assuaibi memprediksi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) berpotensi menembus ke level Rp17.000 dalam waktu dekat, tepatnya antara hari ini atau besok.
Saat ini, nilai tukar Rupiah tercatat berada di kisaran Rp16.960 per dolar AS, setelah sebelumnya melemah sekitar 60 poin dibandingkan posisi sebelumnya di Rp16.951 per dolar AS.
Menurut Ibrahim, situasi pelemahan Rupiah ini menunjukkan adanya tekanan yang sangat besar dari pasar global. Dia menjelaskan kemungkinan besar, dalam satu hingga dua hari ke depan, Rupiah akan menyentuh level Rp17.000 per dolar AS, terlepas dari berbagai langkah intervensi yang telah dilakukan oleh Bank Indonesia (BI).
Dia menambahkan, pemerintah sebenarnya sudah menunjukkan respon yang cukup baik untuk menjaga stabilitas ekonomi, mulai dari pernyataan Dewan Ekonomi Nasional, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian terkait, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), hingga Presiden terpilih Prabowo Subianto.
Namun, menurutnya, langkah-langkah itu lebih banyak berdampak pada penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), sementara pengaruhnya terhadap penguatan Rupiah masih sangat terbatas.
Ibrahim menilai kondisi pasar saat ini memang sedang tidak stabil. Kemarin, ketika Rupiah sempat menguat, justru IHSG mengalami pelemahan. Namun hari ini, giliran IHSG yang menguat sementara Rupiah melemah. Menurutnya, ini merupakan fenomena yang wajar terjadi dalam dinamika pasar.
"Ini yang mempengaruhi Rupiah dalam perdagangan hari ini melemah jadi ini bergantian, kemarin Rupiah menguat, IHSG jatuh sekarang gantian Rupiah yang melemah dan ini sangat wajar," ujar Ibrahim kepada merdeka.com, Rabu (9/4).
Respons Bank Indonesia
Bank Indonesia sendiri, kata Ibrahim, sudah melakukan berbagai upaya luar biasa untuk menahan laju pelemahan Rupiah, salah satunya dengan strategi triple intervensi di pasar keuangan.
Strategi ini sebelumnya sempat berhasil menjaga Rupiah agar tidak langsung menembus level Rp17.000. Namun, Ibrahim mengingatkan bahwa intervensi tersebut hanya bersifat sementara karena membutuhkan dana cadangan devisa yang sangat besar.
"Rupiah ini kemarin sempat mengalami penguatan, belum menyentuh level 17.000, tetapi harus diingat bahwa hari ini intervensi yang dilakukan oleh Bank Indonesia itu hanya sesaat, sesaat membuat Rupiah menguat, dalam perdagangan hari ini Rupiah ini kembali lagi mengalami pelemahan, ada kemungkinan besar Rupiah di hari ini atau besok akan menyentuh level Rp17.000," jelasnya.
Ibrahim juga memperkirakan intervensi lanjutan dari BI akan terus dilakukan, namun tekanan dari pasar global begitu kuat. Apalagi, ada kecenderungan dari para pelaku pasar yang justru mengincar posisi Rupiah di atas Rp17.000 per dolar AS.
"Tetapi kita lihat bahwa ada ada gerakan-gerakan dari pasar itu memang menginginkan Rupiah ini di atas Rp17 ribu," tambah dia.
Dia menegaskan, meski pernyataan optimis dari Prabowo di Gedung Bank Mandiri beberapa waktu lalu cukup membantu penguatan IHSG, namun kondisi Rupiah berbeda.
"Pasar uang punya logika sendiri. Dan saat ini, pelemahan Rupiah tidak bisa dihindari," Ibrahim mengakhiri.



























:strip_icc()/kly-media-production/medias/2328533/original/026626100_1534157899-000_14L65B.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523401/original/029362700_1772811975-IMG_2173.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523397/original/037159800_1772810364-1001064226.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5456397/original/003531100_1766854165-florian-wirtz-liverpool-selebrasi-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523348/original/025470200_1772803676-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-6_Maret_2026.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523376/original/059630300_1772808596-1001063972.jpg)













