Menginitp Fasilitas Produksi Petrokimia Gresik Dekat Pemukiman Warga, Tetap Jaga Standar K3
Petrokimia Gresik merupakan objek vital nasional (obvitnas) yang operasionalnya harus tetap berjalan tanpa gangguan.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menegaskan bahwa penerapan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) di Petrokimia Gresik bukan hanya sekadar kewajiban, melainkan telah menjadi kebutuhan yang esensial untuk mendukung kelancaran distribusi pupuk bersubsidi ke seluruh Indonesia dan mewujudkan ketahanan pangan nasional.
Pernyataan ini disampaikan oleh Daconi saat membuka Bulan K3 tahun 2026 bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di Stadion Petrokimia Gresik, Kabupaten Gresik.
Petrokimia Gresik merupakan objek vital nasional (obvitnas) yang operasionalnya harus tetap berjalan tanpa gangguan. Dengan tanggung jawab besar untuk memproduksi jutaan ton pupuk bersubsidi setiap tahun, penerapan K3 yang disiplin dan inovatif menjadi suatu keharusan.
Daconi menjelaskan bahwa Petrokimia Gresik yang berlokasi dekat dengan permukiman warga harus terus menjaga kelangsungan operasionalnya dengan berkolaborasi bersama masyarakat dan elemen penting lainnya, yaitu keluarga karyawan. Dengan demikian, stabilitas pangan di Indonesia dapat terjaga dengan baik.
"Selain masyarakat, Petrokimia Gresik juga melibatkan keluarga. Harapannya, karyawan sudah terbiasa menerapkan prinsip-prinsip K3 sejak di lingkungan terkecil mereka, yaitu keluarga," ungkap Daconi dikutip di Jakarta, Kamis (15/1).
Pada kesempatan tersebut, Petrokimia Gresik juga berhasil meraih tiga penghargaan dari Gubernur Khofifah sebagai pengakuan atas implementasi K3 yang baik di lingkungan perusahaan. Tiga penghargaan tersebut meliputi penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), upaya dalam Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS (P2HIV/AIDS) di tempat kerja, serta penghargaan untuk Pencegahan dan Penanggulangan Tuberkulosis (P2TB) di tempat kerja.
Peran Strategis Mencapai Tujuan Organisasi

Sementara itu, Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur memiliki peran penting dalam memastikan sistem K3 berjalan secara efektif, berkelanjutan, dan berbudaya di seluruh wilayahnya.
Peran ini tidak hanya diwujudkan melalui regulasi dan pengawasan, tetapi juga melalui pembinaan, pendampingan, serta apresiasi kepada pihak-pihak yang memiliki komitmen tinggi terhadap penerapan K3, termasuk Petrokimia Gresik yang menerima penghargaan SMK3.
"Salah satu bentuk nyata peran Pemerintah Provinsi Jawa Timur dapat dilihat dari jumlah perusahaan yang menerima penghargaan K3 di Jawa Timur pada tahun 2026, yaitu sebanyak 717 penerima penghargaan," ujar Gubernur Khofifah.
Ia berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi dan inspirasi bagi seluruh dunia usaha di Jawa Timur untuk terus meningkatkan komitmen dalam penerapan K3, sehingga tercipta tempat kerja yang aman, sehat, produktif, dan berdaya saing.
"K3 bukan sekadar kewajiban regulatif. K3 adalah nilai. Nilai bahwa setiap pekerja berhak pulang dengan selamat. Nilai bahwa produktivitas dan keselamatan harus berjalan beriringan. Nilai bahwa ini adalah tanggung jawab kita semua. Mari kita jadikan Bulan K3 Nasional ini sebagai momentum untuk memperkuat komitmen, memperbaiki sistem, dan membangun budaya kerja yang aman dan sehat di seluruh Indonesia," tandas Gubernur Khofifah.
Petrokimia Gresik Operasikan 36 Pabrik

Pada kesempatan sebelumnya, Petrokimia Gresik menunjukkan komitmennya dalam mendukung upaya global untuk dekarbonisasi, yang bertujuan untuk mengurangi emisi karbon melalui penerapan strategi Ekonomi Sirkular.
Inisiatif inovatif ini merupakan langkah nyata perusahaan menuju keberlanjutan lingkungan dan telah dipresentasikan dalam forum internasional Conference of the Parties 30 (COP30) yang berlangsung di Belém, Brasil, baru-baru ini.
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menjelaskan bahwa perusahaan ini mengoperasikan 36 pabrik dengan total kapasitas produksi tahunan mencapai 11 juta ton, yang mencakup produk pupuk dan nonpupuk.
Dengan ekosistem produksi yang sangat besar, dampak terhadap lingkungan tentu menjadi perhatian utama. Oleh karena itu, sejak tahun 2021, Petrokimia Gresik telah aktif menjalankan berbagai inisiatif dekarbonisasi yang didukung oleh strategi Ekonomi Sirkular.
"Penerapan Ekonomi Sirkular di Petrokimia Gresik berfokus pada pemanfaatan produk samping (byproduct) menjadi produk bernilai tambah," ujar Daconi pada Rabu (19/11/2025).
"Yang awalnya merupakan cost center sebagai bagian dari komitmen kami mengurangi emisi karbon, kini berhasil menciptakan nilai tambah sekaligus menawarkan solusi konkret dalam menjaga kelestarian lingkungan perusahaan," ungkapnya.
Dengan langkah-langkah ini, Petrokimia Gresik tidak hanya berkontribusi pada lingkungan tetapi juga meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan operasionalnya.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5369186/original/042436100_1759457389-WhatsApp_Image_2025-10-02_at_19.35.55.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473762/original/069743600_1768455348-Laras_Faizati_Khairunnisa.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5430821/original/044747600_1764675436-Suasana_jalannya_rapat_di_Komisi_III_DPR..jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3358635/original/071179800_1611561580-WhatsApp_Image_2021-01-25_at_14.34.25.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473732/original/046456700_1768454685-Wagub_Jatim_Emil_cek_penanganan_korban_MBG_di_Mojokerto.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5175982/original/025923300_1743056282-Pemeran__AVENGERS_DOOMSDAY__Terungkap__Channing_Tatum_dan_Robert_Downey_Jr._Hadir_dengan_Peran_Baru5.jpg)















