Pilot Project Dekarbonisasi CCU Petrokimia Gresik: Ubah Emisi Jadi Cuan, Kok Bisa?
Pilot project Dekarbonisasi CCU Petrokimia Gresik bersama Kemenperin berhasil mengubah emisi karbon menjadi bahan baku industri, mendukung target Net Zero Emission dan industri hijau. Simak inovasinya!

Pilot project dekarbonisasi menggunakan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) tengah digalakkan di Indonesia. Inisiatif ini merupakan kolaborasi strategis antara PT Petrokimia Gresik (PG) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Proyek inovatif ini bertujuan untuk mendukung pengembangan industri hijau yang berkelanjutan di tanah air.
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, mengungkapkan bahwa pilot project CCU ini telah berjalan selama kurang lebih satu bulan. Fasilitas ini tidak hanya berfokus pada pengurangan emisi karbon yang signifikan. Namun, juga mampu menghasilkan produk sampingan bernilai ekonomis tinggi.
Produk yang dihasilkan meliputi soda ash dan baking soda, yang sangat dibutuhkan oleh industri nasional. Keberhasilan proyek ini diharapkan dapat menjadi solusi konkret. Ini untuk mengatasi tantangan emisi karbon sekaligus memenuhi kebutuhan bahan baku domestik.
Inovasi Dekarbonisasi CCU dan Manfaatnya
Pilot project Dekarbonisasi CCU di Petrokimia Gresik menunjukkan potensi besar dalam pengelolaan emisi karbon. Teknologi ini memungkinkan konversi CO₂ yang merupakan emisi karbon menjadi produk bernilai ekonomis. Produk utama yang dihasilkan adalah soda ash dan baking soda, yang sangat vital bagi berbagai industri. Kebutuhan domestik akan dua produk ini mencapai lebih dari 1 juta ton per tahun, dan selama ini seluruhnya masih dipenuhi melalui impor.
Daconi Khotob menjelaskan bahwa upaya ini tidak hanya mengurangi jejak karbon perusahaan. Namun juga menciptakan nilai tambah signifikan. Jika proyek percontohan ini berhasil, kapasitas penyerapan CO₂ bisa ditingkatkan secara drastis. Targetnya adalah menghasilkan 50.000 ton soda ash atau menyerap 20.000 ton CO₂ dari emisi.
Sebagai produsen pupuk dan bahan kimia, Petrokimia Gresik memiliki kapasitas produksi hingga 11 juta ton per tahun. Dengan skala produksi sebesar itu, potensi emisi karbon yang dihasilkan dapat mencapai 2 juta ton per tahun tanpa adanya intervensi. Hingga tahun 2025, berbagai program dekarbonisasi yang telah dijalankan perusahaan berhasil menurunkan sekitar 400 ribu ton CO₂ ekuivalen. Namun, masih ada sekitar 1,6 juta ton CO₂ ekuivalen yang memerlukan penanganan lebih lanjut dengan teknologi rendah karbon seperti CCU.
Langkah inovatif ini selaras dengan program Kementerian Perindustrian. Program tersebut berupa sistem penangkapan karbon dengan teknologi CCU. Hal ini membuktikan komitmen Petrokimia Gresik dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan industri nasional.
Dukungan Pemerintah dan Target Net Zero Emission
Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian memberikan dukungan penuh terhadap pilot project Dekarbonisasi CCU ini. Sekretaris Jenderal Kemenperin, Eko SA Cahyanto, menegaskan bahwa proyek di Petrokimia Gresik membuktikan bahwa emisi karbon dapat dimanfaatkan. Emisi yang sebelumnya dianggap sebagai limbah kini menjadi bahan baku bernilai tambah. Ini juga mendukung upaya substitusi impor yang krusial bagi kemandirian industri nasional.
Eko SA Cahyanto juga mengungkapkan bahwa pemerintah mempercepat target Net Zero Emission (NZE). Target nasional yang semula ditetapkan pada tahun 2060 kini dimajukan menjadi tahun 2050. Pilot project CCU ini menjadi langkah strategis dan esensial dalam mengejar target ambisius tersebut. Ini menunjukkan keseriusan Indonesia dalam menghadapi perubahan iklim global.
Pilot project Dekarbonisasi CCU ini memiliki beberapa target utama yang ingin dicapai. Pertama, menurunkan emisi karbon dari proses industri secara signifikan. Kedua, menghasilkan produk samping yang bernilai ekonomis, seperti yang telah berhasil dilakukan di Petrokimia Gresik. Ketiga, menguasai teknologi CCU secara mandiri. Terakhir, mendorong pengembangan mesin CCU di dalam negeri. Hal ini akan memperkuat ekosistem industri hijau nasional.
Proyek CCU ini merupakan hasil kolaborasi antara Petrokimia Gresik, Kementerian Perindustrian, dan Uwin Resource Regeneration Inc. Uwin Resource Regeneration Inc adalah perusahaan asal Taiwan yang memiliki keahlian dalam teknologi penangkapan dan pemanfaatan karbon. Kemitraan ini diharapkan dapat mempercepat adopsi teknologi CCU di Indonesia.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475812/original/099904100_1768657086-Serpihan.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5432495/original/005614800_1764809441-000_86ZV73K.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5462366/original/095961900_1767572953-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475849/original/036253300_1768664192-20260117_192835.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475854/original/014289600_1768664377-114456.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475845/original/086013600_1768663765-114070.jpg)













