Perdana di Bursa, Saham Superbank SUPA Menguat Rp155
Harga saham PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) menguat Rp155 ke level Rp790 per saham pada debut perdana di BEI, Rabu 17 Desember 2025.

Harga sahamPT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) dibuka dengan penguatan sebesar Rp 155, mencapai posisi Rp 790 per saham pada hari pertama perdagangan yang berlangsung pada Rabu, 17 Desember 2025.
Lonjakan harga saham SUPA mencapai 24,41 persen dibandingkan harga perdana yang ditetapkan pada Rp 635 per saham.
Berdasarkan data dari RTI, harga saham SUPA mencatat level tertinggi di Rp 790 dan terendah juga di Rp 790 per saham.
Total frekuensi perdagangan mencapai 1.208 kali dengan volume perdagangan sebesar 20.369 saham, dan nilai transaksi yang tercatat adalah Rp 1,6 miliar pada saat pembukaan perdagangan saham.
Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kenaikan sebesar 0,18 persen hingga mencapai posisi 8.702. Indeks saham LQ45 juga menunjukkan penguatan sebesar 0,09 persen dengan posisi di 854,98.
Sebagian besar indeks saham acuan menunjukkan tren positif. Pada perdagangan saham Rabu pekan ini, IHSG mencatat level tertinggi di 8.717,61 dan terendah di 8.691,46, dengan 301 saham mengalami penguatan, sementara 158 saham mengalami pelemahan, dan 181 saham tidak berubah.
Total frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 175.142 kali dengan volume perdagangan mencapai 4,6 miliar saham, serta nilai transaksi harian saham mencapai Rp 4 triliun.
Dari 11 sektor saham yang ada, sektor teknologi mengalami penurunan sebesar 0,20 persen. Sebaliknya, sektor kesehatan mencatatkan kenaikan terbesar, yaitu sebesar 3,43 persen
Sektor energi juga menunjukkan peningkatan sebesar 0,59 persen, diikuti oleh sektor basic yang menguat 0,53 persen, serta sektor industri yang juga naik 0,53 persen.
Sektor consumer nonsiklikal mengalami kenaikan sebesar 0,08 persen, sementara sektor consumer siklikal menguat 0,41 persen. Selain itu, sektor keuangan naik 0,13 persen, sektor properti bertambah 0,31 persen, sektor infrastruktur meningkat 0,26 persen, dan sektor transportasi melesat sebesar 0,03 persen.
PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA), yang dikenal dengan nama Superbank, merupakan bank digital yang didukung oleh Grab, Emtek, Singtel, KakaoBank, dan GXS.
Hari ini, Superbank secara resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (IDX). Pencatatan saham ini menjadi momen penting bagi Superbank untuk memperkuat permodalan dan sekaligus memperluas jangkauan layanan finansial digital bagi masyarakat di Indonesia.
Fase Baru Superbank
Superbank telah menentukan harga untuk penawaran umum perdana (IPO) sebesar Rp635 per saham dan akan melepas 4,4 miliar saham baru, yang setara dengan 13 persen dari total modal yang ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Dengan langkah ini, Superbank berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp2,79 triliun, yang akan digunakan untuk mendukung ekspansi bisnis dan meningkatkan kapabilitas perbankan digital perusahaan.
"Pencatatan saham Superbank di IDX membuka babak baru dalam perjalanan kami. Dengan dukungan pemegang saham dan ekosistem digital yang kuat, kami semakin siap memperluas akses kredit, mempercepat inovasi produk, dan menghadirkan layanan finansial yang aman dan relevan bagi jutaan masyarakat Indonesia. Modal yang diperoleh dari IPO ini akan memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang kami," ujar Tigor M. Siahaan, Presiden Direktur Superbank, sebagaimana dikutip dari keterangan resmi pada Rabu (17/12).
Ia juga menambahkan bahwa pencatatan saham Superbank di IDX menandai awal baru bagi perkembangan perusahaan. "Sejak awal, kami membangun Superbank dengan keyakinan bahwa kekuatan ekosistem digital dapat menjadi pendorong utama dalam menghadirkan layanan keuangan yang lebih inklusif. Dengan dukungan pemegang saham dan mitra ekosistem yang kuat, kami semakin siap memperluas akses kredit, mempercepat inovasi produk, dan menghadirkan layanan finansial yang aman serta relevan bagi jutaan masyarakat Indonesia," katanya.
Himpun Dana melalui IPO

Menurut prospektus yang telah disampaikan, sekitar 70 persen dari dana yang diperoleh melalui IPO akan digunakan untuk modal kerja.
Hal ini bertujuan untuk memperkuat penyaluran kredit kepada segmen underbanked, baik untuk ritel maupun UMKM, yang merupakan area utama pertumbuhan Superbank.
Sementara itu, sekitar 30 persen dari dana tersebut akan dialokasikan untuk belanja modal. Alokasi ini mencakup pengembangan produk pendanaan dan pembiayaan, sistem pembayaran digital, infrastruktur teknologi informasi, penguatan sistem operasional, serta investasi jangka panjang di bidang AI, analitik data, dan keamanan siber.
Pertumbuhan Berbasis Ekosistem dan Inovasi Produk
Sejak memulai transformasi menjadi bank digital, Superbank telah mengedepankan kekuatan model bisnis digital-first.
Dengan memanfaatkan ekosistem digital Grab dan OVO, bank ini bertujuan untuk menjangkau jutaan masyarakat Indonesia melalui platform yang sudah mereka gunakan dan percayai.
Strategi ini akan mulai diterapkan pada tahun 2024, di mana Superbank akan menjadi bank digital pertama di Indonesia yang menawarkan kemudahan bagi jutaan rekening sebagai metode pembayaran langsung di aplikasi Grab, tanpa memerlukan unduhan aplikasi tambahan.
Inovasi Produk Superbank

Pada tahun 2025, Superbank meluncurkan inovasi produk tabungan berbasis ekosistem yang dikenal dengan nama OVO Nabung by Superbank.
Produk ini merupakan rekening e-wallet yang memungkinkan jutaan pengguna OVO untuk menabung secara instan dan aman langsung melalui aplikasi OVO mereka, dengan imbal hasil bunga sebesar 5 persen per tahun.
Selain itu, Superbank juga memperkenalkan Kartu Untung, sebuah tabungan yang mengusung konsep gamifikasi hasil kolaborasi dengan KakaoBank. Strategi berbasis ekosistem yang diterapkan terbukti efektif dan memberikan dampak yang signifikan terhadap kredibilitas Superbank.
Sejak peluncuran aplikasi digital pada Juni 2024, Superbank telah berhasil menarik lebih dari 5 juta nasabah.
Tingkat keterlibatan pengguna juga menunjukkan peningkatan yang signifikan, terlihat dari pertumbuhan rata-rata jumlah transaksi harian yang meningkat lebih dari 40 persen pada kuartal ketiga 2025 dibandingkan dengan periode sebelumnya.
Ke depan, Superbank berencana untuk memperkuat sinergi dengan ekosistem digital Grab, OVO, dan Emtek di Indonesia, serta mendapatkan dukungan dari pemegang saham strategis lainnya seperti Singtel, KakaoBank, dan GXS.
Kombinasi kemampuan teknologi, jangkauan ekosistem, dan pengalaman perbankan regional ini semakin memperkokoh posisi Superbank dalam menyediakan layanan finansial yang lebih inklusif, relevan, dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5357651/original/076578000_1758536150-616b3847-bf9b-4f66-9950-991a1c466855.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475249/original/075022200_1768559374-Jenazah_warga_Pati_dibawa_menggunakan_perahu_menuju_pemakaman.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5158422/original/012721900_1741665141-kata-kata-untuk-stop-bullying.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475190/original/073855700_1768554990-TPA_Benowo_mengubah_sampah_menjadi_energi_listrik.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2818452/original/068180400_1559103065-Screenshot_2019-05-13-17-09-10-899_com.miui.videoplayer.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475125/original/017162900_1768551859-Biawak_terjepit_pintu.png)





















