Harga Emas Cetak Rekor, Kinerja Emiten Tambang Berpeluang Menguat
Kenaikan harga emas membuka peluang peningkatan margin emiten tambang. Analis menilai perusahaan berbiaya efisien paling diuntungkan dari tren ini.

Kenaikan harga emas yang terus mencetak rekor dinilai menjadi sentimen positif bagi kinerja emiten tambang emas di pasar saham.
Lonjakan harga komoditas tersebut membuat harga jual emas berada di level tinggi, sehingga membuka peluang pelebaran margin keuntungan bagi perusahaan tambang.
Pengamat Pasar Modal Reydi Octa menyampaikan, kondisi ini menjadi momentum penting terutama bagi emiten dengan struktur biaya produksi yang efisien. Menurutnya, setiap kenaikan harga emas berpotensi langsung berdampak pada peningkatan laba bersih.
“Emiten dengan produksi emas yang besar dan production cost yang efisien akan merasakan dampak positifnya,” kata Reydi kepada dikutip dari Liputan6.com, Rabu (14/1).
Saham Ikuti Pergerakan Harga Emas
Reydi menjelaskan, secara historis penguatan harga emas kerap diikuti oleh kenaikan harga saham emiten di sektor pertambangan emas.
Pasar, kata dia, biasanya merespons positif ekspektasi perbaikan margin dan potensi peningkatan kinerja keuangan.
“Secara historikal tren penguatan emas kerap direspon dengan kenaikan harga saham, hingga nanti tren lanjutannya saat rilis kinerja laporan keuangan,” ujarnya.
Ia menilai, optimisme investor umumnya muncul seiring harapan bahwa lonjakan harga emas akan tercermin dalam laporan keuangan emiten pada periode berikutnya.
Faktor Global dan Emiten yang Diuntungkan
Lebih lanjut, Reydi menyebutkan bahwa reli harga emas saat ini masih ditopang sejumlah faktor global.
Ketidakpastian geopolitik yang berlanjut mendorong investor mencari aset aman, dengan emas kembali menjadi pilihan utama sebagai instrumen lindung nilai.
Selain itu, ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter global turut menopang harga emas. Harapan penurunan suku bunga membuat emas lebih menarik karena biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil menjadi lebih rendah.
“Saran untuk investor sebaiknya selain melihat penguatan harga emas, perlu dicermati juga untuk peningkatan laba yang akan menjadi sentimen positif berkelanjutan, bukan sekedar sentimen jangka pendek,” ujarnya.
Reydi menilai, emiten tambang emas dengan produksi yang telah berjalan menjadi pihak yang paling diuntungkan dari kondisi ini. Perusahaan dengan volume produksi stabil dinilai dapat langsung menikmati dampak kenaikan harga jual.
Beberapa emiten yang dinilai berada pada posisi strategis antara lain PT Aneka Tambang Tbk dan PT Bumi Resources Minerals Tbk.
“Emiten yang paling diuntungkan adalah perusahaan dengan produksi yang sudah berjalan, seperti ANTM dan BRMS, dari sisi strategi, untuk investor jangka menengah dan panjang sebaiknya melakukan akumulasi bertahap karena harga saat ini cenderung berada di puncak,” pungkasnya.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475125/original/017162900_1768551859-Biawak_terjepit_pintu.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475071/original/079119100_1768549321-WhatsApp_Image_2026-01-16_at_14.36.03.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474799/original/092220700_1768536164-1000685319.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5430002/original/070777600_1764649359-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474689/original/075278200_1768530238-mike-maignan-kiper-ac-milan-como-serie-a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5426791/original/024464800_1764317618-8.jpg)













