Sore Ini Rupiah Ditutup Menguat ke Level Rp 16.754
Penguatan rupiah ini didukung sejumlah faktor, termasuk pernyataan Trump soal Iran.

Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas Ibrahim Assuaibi, mencatat mata uang rupiah ditutup menguat dilevel Rp 16.754 pada penutupan perdagangan sore ini, Selasa (3/2/2026).
"Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup menguat 44 point sebelumnya sempat menguat 45 point dilevel Rp 16.754 dari penutupan sebelumnya di level Rp 16.798," kata Ibrahim dalam keterangannya, Selasa (3/2/2026).
Adapun penguatan rupiah didukung oleh berbagai faktor, di antaranya pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengatakan Iran "serius berbicara" dengan Washington, diperkirakan akan melanjutkan pembicaraan nuklir pada hari Jumat di Turki, kata para pejabat dari kedua pihak kepada Reuters pada hari Senin, dan Trump memperingatkan bahwa dengan kapal perang besar AS yang menuju Iran, hal-hal buruk dapat terjadi jika kesepakatan tidak tercapai.
Kepentingan Nasional Iran
Pembicaraan dengan AS harus dilanjutkan untuk mengamankan kepentingan nasional Iran selama "ancaman dan harapan yang tidak masuk akal" dihindari, tulis Presiden Iran Masoud Pezeshkian di X pada hari Selasa.
Di bidang perdagangan, Trump pada hari Senin mengumumkan kesepakatan dengan India yang memangkas tarif AS atas barang-barang India menjadi 18% dari 50% sebagai imbalan atas penghentian pembelian minyak Rusia oleh India dan penurunan hambatan perdagangan.
"Trump mengumumkan kesepakatan itu di media sosial setelah melakukan panggilan telepon dengan Perdana Menteri India Narendra Modi, dan mencatat bahwa India telah setuju untuk membeli minyak dari AS dan mungkin juga Venezuela," ujarnya.
Pengaruh Penunjukan Ketua Bank Sentral AS
Presiden AS Donald Trump menominasikan mantan gubernur Federal Reserve Kevin Warsh sebagai ketua bank sentral berikutnya. Meskipun nominasi tersebut menghilangkan poin ketidakpastian utama bagi pasar, mengurangi permintaan aset aman, Warsh juga dipandang sebagai pilihan yang kurang lunak daripada yang diharapkan pasar.
Warsh sebagian besar mendukung tuntutan Trump untuk suku bunga yang lebih rendah.
Tetapi ia juga mengkritik aktivitas pembelian aset Fed dan menyerukan neraca yang lebih kecil – tema yang dapat membuat kebijakan moneter tetap relatif ketat dalam beberapa tahun mendatang.
Faktor Internal
Sementara di dalam negeri yang mempengaruhi penguatan rupiah yakni, S&P Global Market Intelligence mencatat Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia berada di level 52,6 pada Januari 2026.
Angka tersebut naik dari level 51,2 pada Desember 2025. Kenaikan tergolong sedang dan pertumbuhan terus meningkat dengan indeks di atas 50. Kenaikan itu didorong oleh peningkatan berkelanjutan pada output dan permintaan baru.
Data tersebut berdasarkan survei yang dilakukan pada 12-23 Januari 2026 dengan cara menyebar kuesioner kepada para manajer pembelian dari panel terpilih yang berasal dari 400 perusahaan manufaktur. Mereka dipilih agar mencerminkan kondisi industri yang sebenarnya.
Dalam survei tersebut, perusahaan sering mengaitkan kenaikan dengan permintaan pasar atas barang yang meningkat. Kondisi permintaan terlihat didorong oleh perekonomian domestik, karena permintaan internasional menurun selama lima bulan terakhir di tengah penurunan laporan bahwa tarif menghambat permintaan luar negeri.



























:strip_icc()/kly-media-production/medias/2328533/original/026626100_1534157899-000_14L65B.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523401/original/029362700_1772811975-IMG_2173.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523397/original/037159800_1772810364-1001064226.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5456397/original/003531100_1766854165-florian-wirtz-liverpool-selebrasi-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523348/original/025470200_1772803676-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-6_Maret_2026.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523376/original/059630300_1772808596-1001063972.jpg)


















