Tips Agar Bisnis Laundry Tidak Bangkrut, Wajib Dihindari!
Salah satu penyebab umum kerugian pada usaha laundry adalah tindakan curang yang dilakukan oleh para karyawan.

Desain Usaha Laundry Minimalis
(@ 2025 merdeka.com)Industri laundry di Indonesia mengalami perkembangan yang signifikan karena meningkatnya permintaan masyarakat terhadap layanan yang praktis dan efisien. Pertumbuhan pesat usaha laundry ini tidak terlepas dari potensi pasar yang masih luas dan belum sepenuhnya dimanfaatkan.
Dengan populasi mencapai 283 juta jiwa, Indonesia hanya memiliki sekitar 506 outlet laundromat. Ini berarti satu outlet harus melayani sekitar 565 ribu orang.
Rasio ini sangat tidak seimbang jika dibandingkan dengan Malaysia, yang memiliki satu outlet untuk setiap 12 ribu jiwa. Perbedaan ini menunjukkan bahwa peluang bisnis laundry di Indonesia masih sangat besar.
Laundromat, atau laundry self-service, merupakan tempat di mana konsumen dapat mencuci dan mengeringkan pakaian secara mandiri dengan menggunakan mesin yang dioperasikan melalui koin, kartu, atau pembayaran digital.
Konsep ini memberikan efisiensi dan kebebasan kepada konsumen. Namun, potensi besar ini bisa menjadi masalah jika pengelolaan bisnis tidak dilakukan dengan baik.
Faktor Penyebab Kegagalan Bisnis Laundry
Pionir laundry self-service di Indonesia yang juga menjabat sebagai Direktur PT Super Andalan Perkasa (SAP), Erna Tamin, menyebutkan beberapa faktor utama yang menyebabkan kegagalan dalam bisnis laundry.
Menurutnya, salah satu penyebab yang sering kali mengakibatkan kerugian adalah kecurangan yang dilakukan oleh karyawan. Ia menegaskan bahwa tindakan seperti manipulasi nota konsumen, pembuatan laporan palsu, dan markup pembelian barang dapat menyebabkan kerugian besar bagi pemilik usaha.
"Kecurangan seperti memalsukan nota konsumen, membuat laporan fiktif, hingga markup pembelian barang adalah sebagian kecil dari perilaku yang dapat merugikan pemilik usaha," jelas dia.
Untuk mencegah hal ini, Erna menekankan pentingnya penerapan sistem pembayaran tanpa tunai melalui e-payment. Dengan metode ini, jumlah uang tunai yang dikuasai karyawan dapat diminimalkan.
Dia juga merekomendasikan agar pembelian kebutuhan laundry dilakukan langsung oleh pemilik usaha guna menghindari potensi penyalahgunaan.
Kesalahan Pengusaha Laundry

Kesalahan yang umum terjadi adalah penggunaan peralatan rumah tangga untuk keperluan bisnis. Banyak pemilik usaha laundry yang, karena kurangnya pengetahuan atau ingin menghemat biaya, memilih untuk menggunakan mesin yang tidak dirancang untuk penggunaan komersial. Hal ini menyebabkan mesin cepat mengalami kerusakan dan tidak dapat berfungsi secara maksimal.
Erna menekankan bahwa mesin laundry yang digunakan untuk usaha sebaiknya memiliki kapasitas besar serta konstruksi yang sesuai dengan standar industri, agar lebih tahan lama dan mampu beroperasi selama 24 jam tanpa henti.
"Penting menggunakan mesin kapasitas besar dengan konstruksi industrial grade yang tahan banting dan bisa beroperasi 24 jam non-stop," ujar Erna.
Di samping faktor internal, kelemahan dalam strategi pemasaran juga dapat berkontribusi pada kegagalan usaha. Erna menegaskan bahwa promosi yang dilakukan pada saat pembukaan outlet sangat berpengaruh terhadap keberhasilan jangka panjang usaha tersebut.
Oleh karena itu, penting bagi para pengusaha untuk merencanakan strategi pemasaran yang efektif sejak awal, agar dapat menarik perhatian pelanggan dan membangun basis pelanggan yang setia.
Tanda Usaha Laundry Sukses
Menurutnya, keberhasilan sebuah outlet laundry dapat dinilai sejak hari pertama operasional. Hal ini berkaitan erat dengan strategi promosi yang efektif, seperti menawarkan layanan cuci gratis, memasang spanduk dan brosur, serta berkolaborasi dengan content creator untuk memperluas jangkauan pemasaran.
"Kesuksesan sebuah outlet laundry dapat dilihat sejak hari pertama dibuka. Hal ini tidak terlepas dari strategi promosi, seperti cuci gratis, spanduk, brosur, atau menggandeng content creator," kata dia.
Bisnis laundry di Indonesia memiliki potensi yang sangat menjanjikan, namun untuk meraih hasil yang optimal, perlu adanya pengelolaan yang tepat.
Potensi pasar yang besar harus diimbangi dengan manajemen yang profesional, mulai dari sistem pembayaran yang transparan, pemilihan mesin berstandar industri, hingga promosi yang kreatif dan berkelanjutan. Ini menunjukkan bahwa peluang besar ini tidak hanya berkaitan dengan jumlah penduduk dan sedikitnya kompetitor. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana pelaku usaha dapat membangun fondasi yang kuat agar bisnis tidak hanya bertahan, tetapi juga dapat berkembang dan mendominasi pasar.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475773/original/014572800_1768649118-Pesawat_ATR_42-500.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475771/original/088967700_1768649021-WhatsApp_Image_2026-01-17_at_18.10.18.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475762/original/037504600_1768647454-112529.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475758/original/042359500_1768646932-Pencarian_pesawat_ATR_hilang_kontak_di_Maros.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475744/original/094296200_1768646383-WhatsApp_Image_2026-01-17_at_16.55.59.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4732017/original/005456000_1706775183-000_347D8B7.jpg)











