Sorot
{{caption}}
Kaesang Minta Anak Rusdi Masse Menangkan PSI di Sulsel: Bisalah Geser yang Sebelah

{{caption}}
Bahlil Ungkap Alasan Tunjuk Sari Yuliati Gantikan Adies Kadir Jadi Wakil Ketua DPR RI

{{caption}}
Pembaruan iOS 26.2.1 Tambahkan Fitur di Luar Perbaikan Bug, Apa Itu?

{{caption}}
Santer Isu Reshuffle, Ini Kata Istana

{{caption}}
Pramono: Kebijakan Gubernur Jakarta Lama yang Tak Tuntas Akan Saya Selesaikan

{{caption}}
Bahlil jadi Ketua Harian, Ini Daftar Lengkap Anggota Dewan Energi Nasional yang Dilantik Prabowo

Topik Terkait
{{caption}}
Surplus Neraca Dagang Oktober 2025 Dukung Ketahanan Eksternal RI, BI Optimistis

Bank Indonesia (BI) menyatakan **surplus neraca dagang** Indonesia pada Oktober 2025 sebesar 2,39 miliar dolar AS positif menopang ketahanan eksternal RI.

{{caption}}
Indonesia Catat Surplus Dagang USD4,34 Miliar

BPS mencatat neraca perdagangan Indonesia September 2025 surplus USD 4,34 miliar, menandai rekor 65 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

{{caption}}
Nilai Impor Indonesia Agustus 2025 Anjlok 6,56 Persen, Ternyata Ini Penyebabnya

Pada Agustus 2025, terjadi penurunan impor untuk golongan penggunaan barang konsumsi dan bahan barang baku penolong secara tahunan.

{{caption}}
64 Bulan Berturut-turut, Neraca Perdagangan RI Surplus USD 5,49 Miliar di Agustus 2025

Surplus pada Agustus 2025 ditopang surplus pada komoditas non-migas sebesar USD 7,15 miliar.

{{caption}}
Surplus Neraca Perdagangan Juli 2025 Jadi Faktor Penunjang Ketahanan Ekonomi, Nonmigas Jadi Pendorong Utama

Surplus neraca perdagangan yang lebih besar terutama berasal dari peningkatan surplus pada neraca perdagangan nonmigas.

{{caption}}
63 Bulan Berturut-turut, Neraca Perdagangan RI Kembali Surplus USD 4,17 Miliar Pada Juli 2025

Surplus neraca perdagangan pada Juli 2025 ini ditopang oleh surplus komoditas non-migas yakni sebesar USD 5,75 miliar.

{{caption}}
BPS: Neraca Perdagangan Indonesia Surplus 55 Bulan Berturut-Turut

Neracar perdagangan Indonesia pada bulan November 2024 tembus USD4,47 miliar atau sekitar Rp64 triliun.

{{caption}}
Neraca Dagang Oktober 2024 Surplus USD2,48 Miliar, Catatkan Surplus 54 Bulan Berturut-turut

Neraca perdagangan Indonesia pada Oktober 2024 membukukan surplus sebesar USD 2,48 miliar.

{{caption}}
Neraca Perdagangan Indonesia Surplus 52 Bulan Berturut-turut

Surplus neraca perdagangan bulan Agustus 2024 lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

{{caption}}
Kinerja Impor Indonesia Meroket Jadi Rp336,93 Triliun di Juli 2024

Secara tahunan, nilai impor Juli 2024 mengalami peningkatan 11,07 persen.

{{caption}}
Indonesia Catatkan Surplus Neraca Perdagangan 51 Bulan Berturut-turut

Neraca perdagangan Indonesia per Juli 2024 turun sebesar USD470 juta menjadi USD1,92 miliar dibanding bulan sebelumnya yang mencapai USD2,39 miliar.

{{caption}}
Neraca Perdagangan Indonesia Surplus 50 Bulan Berturut-Turut

Surplus perdagangan pada Juni 2024 ini diakibatkan nilai ekspor yang masih lebih tinggi daripada impor.

{{caption}}
Indonesia-GCC FTA: Perundingan Putaran Ke-4 Berlanjut, Target Rampung 2026

Indonesia dan negara-negara GCC terus memacu perundingan Indonesia-GCC FTA, dengan putaran ke-4 yang berlangsung di Riyadh menargetkan penyelesaian substantif pada 2026 untuk memperkuat kemitraan ekonomi dan memperluas akses pasar.

{{caption}}
Gubernur Yulius Selvanus: Sulawesi Utara Siap Jadi Hub Logistik Kawasan dengan Dukungan Penuh

Gubernur Yulius Selvanus menegaskan kesiapan Sulawesi Utara sebagai hub logistik kawasan. Dukungan pemerintah pusat dan pelaku usaha menjadi kunci penguatan efisiensi logistik.

{{caption}}
Gubernur Sulut Soroti Tantangan Logistik Sulampua, Pelabuhan Bitung Jadi Kunci Efisiensi

Gubernur Sulawesi Utara menyoroti ketergantungan arus ekspor-impor Sulampua pada Jawa-Bali yang memicu biaya tinggi. Pelabuhan Bitung dan posisi strategis Sulut diharapkan menjadi solusi efisiensi logistik kawasan.

{{caption}}
Australia Dukung Akses CPTPP Indonesia, Peluang Ekonomi Nasional Menguat

Australia menempatkan Indonesia dalam daftar negara siap aksesi CPTPP, membuka potensi besar bagi perekonomian nasional dan memperkuat posisi Indonesia di kancah perdagangan global.

{{caption}}
Kunjungan Raja Yordania: Momentum Perluas Kerja Sama Ekonomi Indonesia Yordania, Kata Pengamat

Kunjungan Raja Abdullah II ke Indonesia disebut pengamat sebagai momentum perluas Kerja Sama Ekonomi Indonesia Yordania. Peluang investasi dan ekspor dua arah terbuka lebar.

{{caption}}
Tahukah Anda? IPC TPK Perkuat Keamanan Logistik Nasional dengan Operasikan Alat Pemindai Petikemas Canggih di Tanjung Priok

IPC TPK kini mengoperasikan alat pemindai petikemas modern di Pelabuhan Tanjung Priok. Langkah ini memperkuat keamanan, transparansi, dan kelancaran logistik nasional, mencegah penyelundupan, serta mendukung efisiensi ekspor-impor.

{{caption}}
Ekspor Papua Barat Tembus USD272,14 Juta pada November 2025, Didominasi Migas

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Papua Barat mencapai USD272,14 juta pada November 2025, didorong oleh komoditas migas, menunjukkan peningkatan signifikan dari periode sebelumnya.

{{caption}}
Neraca Perdagangan RI November Surplus USD 2,66 Miliar, Sudah 67 Bulan Berturut-turut

Neraca perdagangan Indonesia telah mencatat surplus selama 67 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

{{caption}}
FKBI Dukung Pembatasan Impor BBM oleh ESDM: Mengapa Kelangkaan di SPBU Swasta Justru Jadi Momentum Pertamina?

Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) menyetujui kebijakan Kementerian ESDM terkait pembatasan impor BBM, meskipun memicu kelangkaan di SPBU swasta. Apa dampaknya bagi Pertamina?

{{caption}}
Tahukah Anda? KPPU DIY Sambut Baik Pengaturan Impor BBM, Namun Ingatkan Potensi Dominasi Pasar

KPPU DIY menyambut baik kebijakan pemerintah terkait Pengaturan Impor BBM non-subsidi untuk ketahanan energi, namun mengingatkan potensi risiko dominasi pasar dan persaingan usaha yang tidak sehat. Simak analisis lengkapnya!

{{caption}}
BPS: Indonesia Surplus Neraca Dagang Rp19,48 Miliar Semester I-2025, Paling Banyak Disumbang AS

Surplus didorong oleh komoditas lemak dan minyak hewani atau nabati, yaitu sebesar USD 15,74 miliar.

{{caption}}
Neraca Perdagangan Indonesia Surplus 61 Bulan Berturut-turut, Ternyata Ini Faktor Penyumbangnya

Angka tersebut diraih berdasarkan perhitungan nilai ekspor sebesar USD 24,61 miliar, dikurangi impor sebesar USD 20,31 miliar di periode yang sama.

Trending Now