Ancaman Korut atas latihan militer Korsel

Kapal Cheonan
Keterangan gambar, Korut dituduh berada di belakang tenggelamnya Cheonan.

Korea Utara mengancam "pembalasan fisik kuat" atas rencana latihan angkatan laut Korea Selatan di dekat perbatasan laut yang dipersengketakan.

Dalam pernyataannya, militer Korut mengatakan latihan militer di Laut Kuning, yang akan dimulai Kamis 5 Agustus, merupakan provokasi yang ceroboh.

Mereka menyebut latihan Korea Selatan sebagai serangan langsung militer yang ditujukan untuk melanggar hak Republik Demokratik Korea Utara dalam mempertahankan diri.

Korut juga sudah memperingatkan kapal-kapal sipil agar menjauh dari kawasan tersebut.

Walau berupa latihan angkatan laut, namun semua elemen militer Korea Selatan akan berpartisipasi dalam latihan selama lima hari.

Kawasan sensitif

Latihan Korsel-AS
Keterangan gambar, Korut juga memberikan ancaman saat latihan militer Korsel-AS.

Wartawan BBC di Seoul, John Sudworth, melaporkan bahwa latihan kali ini berlangsung di kawasan pantai Barat yang lebih sensitif yaitu di dekat kawasan laut yang dipersengketakan yang sebelumnya pernah menjadi tempat bentrokan.

Garis perbatasan laut di kawasan tersebut ditentukan oleh PBB Pada akhir Perang Korea masa 1950-an namun Korea Utara tidak mengakuinya.

Latihan militer ini menyusul latihan bersama Korsel dengan Amerika Serikat dalam skala besar di Laut Jepang bulan lalu.

Saat itu pemerintah Pyongyang juga mengeluarkan ancaman akan memberikan tanggapan fisik namun tidak ada yang terjadi usai latihan bersama Korsel-AS.

Tujuan latihan militer Korea Selatan adalah untuk memperlihatkan kekuatan Korea Selatan setelah tenggelamnya kapal perang mereka karena diduga ditorpedo oleh Korea Utara pada akhir Maret. Pyongyang menolak tuduhan itu.

Empat puluh enam awak kapal perang Cheonan tewas dalam insiden tersebut.