Demonstran Mesir imbau demo baru

Sumber gambar, BBC World Service
Para pengunjuk rasa di Lapangan Tahrir, Kairo pusat, mengimbau desakan baru untuk menggulingkan presiden Mesir, Husni Mubarak, setelah kampanye mereka berlangsung dua minggu.
Ribuan orang masih menduduki lapangan itu namun lingkaran mereka secara perlahan diperkecil oleh tentara yang mencoba melancarkan kembali lalulintas.
Perundingan tidak banyak mencapai hasil dan Mubarak tampaknya tidak akan mundur.
Pemerintah mengumumkan sejumlah konsesi termasuk kenaikan 15% gaji enam juta pekerja sektor publik.
Wartawan BBC di Kairo, Jon Leyne, mengatakan ini merupakan pertanda bahwa pemerintah berusaha memperkuat kekuasaan mereka.
Persiden AS Barack Obama melunakkan kritiknya dan berbicara positif mengenai proses dialog.
"Tentu saja Mesir harus merundingkan jalan keluar, dan saya kira mereka mencatat kemajuan," kata Obama di Washington.
Diancam dan ditangkap
Para pegiat oposisi menekankan bahwa dialog tidak mencapai apa-apa dan bahwa mereka terus mengalami ancaman dan penangkapan, kata wartawan kami.
Didorong oleh sukses pemberontakan rakyat di Tunisia, para pengunjuk rasa ingin menggulingkan Mubarak yang telah berkuasa selama 30 tahun.
Mereka menuduh dia sebagai penyebab kesulitan ekonomi Mesir dan menuding pemerintah korupsi serta melakukan penindasan.
Kerusuhan selama dua pekan ini diwarnai oleh bentrokan sengit dengan polisi dan perkelahian antara pengunjuk rasa dan pendukung Mubarak.
Para periset Human Rights Watch (HRW) mengatakan mereka sudah mengukuhkan korban tewas 297 orang sejak 28 Januari, berdasarkan data dari tujuh rumah sakit di Kairo, Iskandariyah dan Suez.
Pemerintah Mesir sendiri tidak memberikan angka yang lengkap mengenai jumlah orang yang tewas.





























