Militer siap rebut pusat kota Manama

Pemerintah Bahrain menggunakan tank untuk merebut Lapangan Pearl dari tangan pengunjuk rasa.
Keterangan gambar, Pemerintah Bahrain menggunakan tank untuk merebut Lapangan Pearl dari tangan pengunjuk rasa.

Dengan menggunakan peralatan berat, militer Bahrain merencanakan sebuah serangan untuk merebuat Lapangan Pearl yang selama beberapa pekan menjadi tempat berkumpul para pengunjuk rasa anti pemerintah.

Di beberapa wilayah kota Manama, aparat keamanan melepaskan tembakan gas air mata dan tembak menembak terdengar di beberapa kawasan.

Wartawan BBC di Manama Caroline Hawley melaporkan tepat di saat matahari terbit pasukan pemerintah dengan menggunakan tank bergerak menuju Lapangan Pearl.

Para pengunjuk rasa membangun barikade dengan bahan yang ada untuk menahan laju pasukan pemerintah. Namun, kendaraan lapis baja memang bukan saingan barikade yang dibuat seadanya itu.

Tak hanya menggunakan tank, helikopter-helikopter militer juga terbang mengitari lapangan yang menyebabkan asap tebal menyelimuti daerah tersebut.

Ada laporan sejumlah pengunjuk rasa menggunakan bom molotov untuk menghambat laju pasukan pemerintah.

Namun saat ini pasukan anti huru hara sudah sepenuhnya menguasai jalan utama yang menghubungkan Lapangan Pearl yang menjadi simbol perlawanan rakyat dengan daerah-daerah lain di Manama.

Suara tembakan masih terdengar di beberapa kawasan dan kini pasukan pemerintah mengepung Rumah Sakit Salamaniya yang merawat para pengunjuk rasa yang terluka.

Kepada BBC, seorang dokter mengatakan tak seorang pun staf rumah sakit bahkan ambulan diperkenankan meninggalkan rumah sakit.

Secara umum, aparat keamanan sudah menguasai kondisi ibukota dan pos-pos pemeriksaan yang dibangun polisi di berbagai lokasi membuat kelompok anti pemerintah semakin sulit bergerak.