Resolusi DK PBB atas Libia disepakati

Sumber gambar, BBC World Service
Dewan Keamanan PBB telah menyetujui sebuah resolusi untuk melakukan segala cara dalam upaya melindungi warga sipil Libia dari serangan pasukan Kolonel Gaddafi.
Dalam resolusi yang baru disahkan menjelang Jumat (18/03) dinihari itu, disebutkan bahwa upaya yang dimaksud termasuk pengecualian wilayah udara namun dengan spesifik menyebut tidak diperbolehkannya operasi militer dari negara asing.
Menurut Prancis aksi militer dari negara asing bisa dilakukan dalam selisih beberapa jam.
Wartawan diplomatik BBC mengatakan resolusi ini memberi jaminan kepada dunia internasional untuk secara resmi mendukung kelompok perlawanan terhadap pemerintaha Libia sekarang ini.
Sepuluh negara mendukung resolusi, namun terdapat lima negara yang memilih abstain -termasuk Cina, Rusia dan Jerman.
Menurut Menteri Luar Negeri Prancis, Alan Juppe, dalam sidang DK PBB, komunitas internasional tidak boleh mengabaikan keselamatan warga sipil yang sedang dianiaya penguasanya di Libia.
Sementara Duta Besar Inggris untuk PBB, Mark Lyall Grant, mengatakan resolusi ini diharapkan akan mengakhiri rangkaian aksi kekerasan di Libia, melindung warga sipil dan membiarkan mereka menentukan masa depan sendiri.
Sambutan meriah
Keputusan DK PBB langsung disambut dengan perayaan dan letusan kembang api di kota Libia dengan kekuatan mayoritas penentang Gaddafi, Benghazi.
Orang berkumpul dan bendera kelompok perlawanan dikibarkan kemudian senjata api juga ditembakkan ke udara.
Kolonel Gaddafi sebelumnya telah menyatakan sumpah akan merebut kembali Benghazi dan menambahkan bahwa tak ada ampun bagi mereka yang meneruskan perlawanan terhadap dirinya.
Kolonel Gaddafi melukiskan kelompok oposisi sebagai para penghianat.
Gaddafi bahkan mengeluarkan ancaman bahwa tentaranya akan memburu pendukung perlawanan di tiap rumah di Benghazi.





























