Libia: rumah dubes Inggris di Tripoli dihancurkan

Sumber gambar, AFP
Kementerian luar negeri Inggris mengatakan pihaknya sedang menyelidiki berbagai laporan bahwa kediaman duta besar Inggris di Tripoli "dihancurkan".
Kemenlu mengatakan dalam satu pernyataan bahwa kediaman-kediaman wakil pemerintah asing lainnya juga diserang.
"Tindakan seperti itu, kalau benar, akan disayangkan karena rezim Gaddafi bertanggung jawab melindungi misi-misi diplomatik," kata Kemenlu Inggris.
Ditambahkannya, Inggris saat ini tidak memiliki diplomat di ibu kota Libia.
Tetapi, Inggris memiliki perwakilan diplomatik di Benghazi, kota terbesar yang dikuasai pemberontak di sebelah timur negara itu.
'Sangat jelas'
Berita mengenai penyerangan terhadap kediaman dubes Inggris itu muncul setelah pemerintah Libia mengatakan serangan udara NATO menewaskan putra Kolonel Muammar Gaddafi.
Saif al-Arab dan tiga cucu Kol Gaddafi dilaporkan tewas di vila mereka yang terletak di komplek Bab al-Aziziya.
Seorang jurubicara rezim Tripoli mengatakan pemimpin Libia itu sendiri berada di vila tersebut pada saat serangan tetapi tidak cedera.

Sumber gambar, PA
Nato mengatakan mereka menghantam "gedung komando dan pengawas yang sudah dikenal" di daerah itu, dengan menambahkan sekutu tidak "menyerang individu".
Perdana Menteri David Cameron juga membela operasi NATO di Libia.
"Kebijakan tentang sasaran serangan NATO dan sekutu sudah sangat jelas," katanya kepada BBC.
"Sasaran serangan sesuai dengan resolusi PBB nomor 1973, dan tindakan ini mencegah pembunuhan warga sipil dengan menyerang mesin perang Gaddafi."
Cameron tidak mengatakan apakah pesawat Inggris terlibat dalam serangan yang dilaporkan menewaskan putra Kolonel Gaddafi.





























