Nato dan Liga Arab bahas Libia

Pertemuan pimpinan Nato dan Liga Arab di Turki akan mencari solusi jalan damai untuk atasi konflik Libia.

Sumber gambar, jupiter still

Keterangan gambar, Pertemuan pimpinan Nato dan Liga Arab di Turki akan mencari solusi jalan damai untuk atasi konflik Libia.

Para menteri luar negeri Nato dan Liga Arab akan bertemu hari Jumat (15/7) di Turki untuk menyelesaikan konflik Libia.

Salah-satu persoalan penting yang dibahas adalah dampak serangan pesawat-pesawat Nato ke kelompok pendukung Muammar Gaddafi di Libia.

Upaya jalan damai juga menjadi topik penting yang akan diusulkan dalam pertemuan ini.

Pertemuan ini juga akan mendengarkan laporan Utusan Khusus PBB Abdul Elah al-Khatab, yang telah menjalin kontak dengan kubu Gaddafi di Tripoli dan kelompok pemberontak di Benghazi.

Selain dihadiri Menlu AS Hillary Clinton, rapat ini akan dihadiri Menlu Inggris Wlliam Hague, Menlu Prancis Alain Juppe, serta Menlu Italia Franco Frattini

Sebelumnya Alain Juppe menyatakan bahwa Gaddafi siap turun dari kekuasaan setelah 42 tahun berkuasa.

Belakangan pernyataan ini disangsikan AS yang menyebutnya tidak sesuai dengan kenyataan di Libia.

Prancis sejak awal memegang peranan penting dalam mendukung kelompok pemberontak di negara itu.

Ditentang Rusia

Pertemuan di Turki juga akan mengundang perwakilan kelompok pemberontak Libia, Mahmoud Jibril, untuk membahas bantuan militer dan keuangan kepada mereka.

Rusia dan Cina yang diundang dalam pertemuan ini menolak hadir.

Sebagai anggota Dewan Keamanan PBB, dua negara ini sejak awal menentang upaya militer dalam menyelesaikan konflik di Libia.

Mereka berulang kali mempersoalkan dampak serangan pesawat Nato yang merugikan kalangan sipil.

Pertemuan pimpinan Nato dan Liga Arab di Turki digelar di tengah ancaman pasukan pemberontak Libia yang dilaporkan mampu memperkuat posisinya di dekat Kota Al-Assabaa, sekitar 80 kilometer dari Kota Tripoli.