Tentara Suriah 'tembak warga sipil'

Aparat keamanan Suriah telah menembak mati sejumlah warga sipil di Homs, kata saksi mata dan aktivis.
Tembakan gencar dilaporkan terdengar di Homs Senin malam, dan salah seorang warga di sana mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa ada ''tentara dan kendaraan lapis baja di setiap kampung''.
Insiden kekerasan terbaru adalah bagian dari upaya pemberangusan terhadap gerakan anti-pemerintah yang sudah berlangsung empat bulan.
Wartawan asing tidak diberi akses ke Suriah, dan ini mempersulit memverifkasi laporan-laporan dari negara Arab tersebut.
Warga mengatakan sedikitnya tiga orang terbunuh dalam serangan terhadap distrik-distrik di seluruh Homs hari Selasa (19/07).
Sekte minoritas
Para aktivis mengatakan sedikitnya 10 orang terbunuh dalam pertempuran semalam.
''Pasukan tidak resmi bersama ''tentara adalah regu maut. Mereka menembak secara membabi-buta sejak fajar dengan senapan dan senapan mesin. Tidak seorang pun bisa meninggalkan rumah,'' kata seorang warga kepada kantor berita Reuters melalui telepon.
Insiden ini terjadi menyusul gelombang tindak kekerasan di Homs pada akhir pekan.
Lembaga Hak Asasi Manusia Suriah SOHR mengatakan 30 orang terbunuh dalam pertempuran sektarian hari Sabtu dan Minggu, menyusul ditemukannya jasad tiga pendukung rezim yang menjadi korban mutilasi.
Ketiga orang itu dilaporkan orang-orang kaum Alawiyah, sekte minoritas yang menjadi asal muasal Presiden Bashar al-Assad.
Namun Organisasi Hak Asasi Nasional Suriah menyatakan hanya tujuh orang terbunuh tewas dalam serangan akhir pekan, yang menurut mereka dilakukan oleh aparat keamanan.
Kalangan aktivis HAM mengatakan sekitar 1.400 warga sipil dan 350 personel keamanan tewas dalam gelombang demonstrasi anti-pemerintah yang sudah berlangsung empat bulan terakhir.
Pemerintah Suriah mempersalahkan kerusuhan pada ''kawanan penjahat bersenjata'' yang didukung oleh konspirasi asing.





























