Suriah bebaskan pengunjuk rasa

Sumber gambar, AP
Laporan-laporan dari Hama, Suriah menyebutkan 50 pengunjuk rasa yang ditangkap beberapa pekan ini telah dibebaskan.
Sejumlah warga mengatakan kepada BBC kantor-kantor pemerintah telah dibuka lagi setelah hampir seminggu tutup.
Sementara itu di kota Homs di selatan Hama, para pegiat mengatakan 30 orang tewas dalam insiden hari Sabtu dan Minggu.
Aksi kekerasan ini muncul lagi setelah ditemukannya tubuh tiga pendukung rezim di Suriah yang dimutilasi.
Insiden kekerasan terbaru ini, kata para pegiat, tampaknya bersifat sektarian.
Pendukung rezim ini adalah Alawite, sekte minoritas Presiden Bashar al-Assad yang berkuasa di Suriah.
Lembaga Peninjau Hak Asasi Manusia melaporkan, penduduk Hama mengatakan temuan jenazah pendukung pemerintah memprovokasi reaksi marah dari milisi pendukung pemerintah.
Anggota milisi itu mengamuk sambil menembak membabi buta di kawasan Muslim Suni di kota itu, kata warga.
Saling pengertian
Aparat keamanan Suriah mundur dari Hama bulan lalu karena bertambahnya aksi protes dan para pegiat menjaga keamanan di kota.

Sumber gambar, AP
BBC Bahasa Arab menyebutkan sudah ada semacam saling pengertian antara pihak berwenang dengan ulama setempat untuk menyingkirkan pos pemeriksaan para pegiat dan bisnis pulih lagi.
Namun sebagai balasannya razia oleh pasukan keamanan dihentikan dan aksi protes diperbolehkan.
Sepanjang Minggu malam telah terjadi aksi duduk yang menyerukan mundurnya rejim Presiden Bashar al-Assad.
Hama dengan penduduk 800.000 merupakan kota tempat terjadinya penindasan brutal yang diperintahkan Presiden Hafez Assad tahun 1982. Aksi kekerasan waktu itu menyebabkan sedikitnya 10.000 orang tewas.
Dalam perkembangan terpisah, situs kantor pos Suriah diretas oleh satu kelompok yang menamakan dirinya Union of Free Syrian Hackers.
Kelompok ini mengirimkan pesan untuk Presien Bashar al-Ashad bahwa rakyat Suriah menggulingkannya dengan segera dan tiang gantung telah menunggunya.





























