Konflik Libia: Pertempuran sengit di Zawiya dan Zlitan

Sumber gambar, AFP
Kelompok pemberontak anti Kolonel Gaddafi terlibat pertempuran sengit dengan tentara Libia di dua kota pesisir dekat Kota Tripoli.
Tentara oposisi mengklaim telah menguasai Kota Zlitan, di wilayah timur yang berjarak sekitar 160km dari Tripoli, setelah sebelumnya sempat terdesak mundur.
Sementara di wilayah barat, para pemberontak mengklaim mampu menyapu bersih pasukan pro Gaddafi dari Kota Zawiya, sekitar 30km dari tripoli.
Di kota ini, kelompok pemberontak dilaporkan berencana mengevakuasi ribuan pekerja asing di pinggiran kota, akibat terjebak pertempuran ini.
"Kami telah habis-habisan membebaskan Zlitan, dan sekarang kami tengah bertempur untuk merebut kota di sisi barat," kata pimpinan sayap militer kelompok oposisi di Kota Misrata, Munir Ramzi, kepada Kantor Berita Associated Press.
Dia mengatakan, kelompoknya telah menguasai kota itu yang membuat tentara pro Gaddafi kabur, hari Jumat (20/8) lalu.
Akibat pertempuran ini, masih kata Munir, 31 anggota oposisi tewas dan 120 lainnya terluka.
Kota Zlitan disebut strategis karena lokasinya berdekatan dengan Kota Misrata, yang sejauh ini masih dikuasai pasukan pro Gaddafi.
Merayakan kemenangan
Di pusat Kota Zawiya, para pemberontak menandai kemenangan dengan menguasai alun-alun kota itu, sehari setelah pertempuran sengit.
Hussein Azzwaik, seorang insinyur pendukung kelompok pemberontak, mengatakan kepada BBC, mereka merayakan kemenangan dengan menggelar arak-arakan keliling kota.
Dengan menguasai kota ini, para pemberontak dapat memotong jalur penting Tripoli-Tunisia, yang merupakan jalur suplai untuk pasukan Gaddafi.
Dan pada hari Kamis lalu, kelompok oposisi menyatakan mampu menguasai kilang minyak di luar kota Zawiya, yang selama ini dikenal sebagai tempat pasokan BBM pasukan pemerintah.
Tetapi, Menteri Penerangan pemerintahan Gaddafi Moussa Ibrahim mengatakan, pasukan pemerintah hampir pasti memenangkan pertempuran di Kota Zlitan dan Zawiya, seperti dilaporkan Kantor Berita Reuters.
Pasukan pemberontak sendiri dilaporkan terus bergerak menuju Tripoli dari arah selatan.





























