Hillary Clinton akan bertemu Aung San Suu Kyi di Burma

Sumber gambar, Reuters
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton, telah tiba Burma dan mengungkapkan harapannya atas reformasi di negara itu.
Selain bertemu dengan Presiden Thein Sein di ibukota Naypyidaw, Clinton juga akan bertemu dengan para pegiat demokrasi dan pemenang hadiah Nobel, Aung San Suu Kyi, dalam kunjungan dua harinya.
Menjelang keberangkatannya ke Burma dari Korea Selatan, Clinton mengatakan ingin melihat langsung komitmen pemerintah Burma atas perubahan.
"Kami dan banyak negara lainnya amat berharap bahwa kerdipan perkembangan akan memicu gerakan untuk perubahan yang akan membawa keberuntungan kepada warga dan negaranya," katanya kepada para wartawan.
Kunjungan ini ditempuh setelah rezim militer Burma menggelar pemilihan umum tahun lalu dan membebaskan Aung San Suu Kyi dari tahanan rumah.
Ikut pemilu
Pemerintah sipil Burma hasil pemilihan umum -yang didukung oleh para pemimpin militer- juga sudah menempuh upaya reformasi antara lain membebaskan sejumlah tahanan politik.
Sementara itu ASEAN dalam pertemuan puncak pertengahan November di Bali sepakat untuk memberi jabatan Ketua ASEAN tahun 2014.
Jabatan itu dipegang secara bergiliran namun kepemimpinan Burma ditolak tahun 2006 karena catatan hak asasinya yang buruk.
Partai pimpinan Aung San Suu Kyi, Liga Nasional Demokrasi, LND, juga sudah resmi mendaftar untuk bisa mengikuti pemilihan umum.
Burma akan menggelar pemilihan umum sela untuk memperebutkan 48 kursi yang kosong di parlemen namun belum dipatikan apakah Suu Kyi akan menjadi salah satu calon LND untuk merebut salah satu kursi tersebut.
LND memboikot pemilihan umum tahun lalu karena undang-undang melarang Suu Kyi dan para pemimpin senior demokrasi lainnya ikut mencalonkan diri.





























