Prancis menarik staf diplomatiknya dari Iran

Sumber gambar, AFP
Pemerintah Prancis telah memulangkan sejumlah diplomatnya dari Iran menyusul insiden penyerangan kantor kedubes Inggris di Teheran beberapa waktu lalu.
Pejabat di Prancis mengatakan langkah ini dilakukan sebagai bentuk pengamanan sementara.
Sebelumnya Inggris telah mengusir 25 diplomat Iran dari negara itu menyusul serangan yang terjadi pada hari Selasa (29/11) lalu.
Pejabat Inggris mengatakan serangan itu kemungkinan didukung secara diam-diam oleh pimpinan Iran.
Inggris telah memulangkan seluruh staff diplomatiknya dari negara tersebut pasca insiden penyerangan yang menimpa kantor kedutaannya.
Belakangan setelah Inggris memulangkan diplomat Iran, kecaman terhadap aksi itu dimunculkan Ulama Senior negara itu.
"Tidak diragukan lagi Inggris memang musuh lama Iran...namun pemuda revolusioner Iran tidak boleh melanggar hukum," Ayatollah Naser Makarem Shirazi kepada kantor berita Iran, Irna hari Sabtu (3/11).
Tidak diperluas
Prancis menjadwalkan diplomat yang meninggalkan Teheran itu akan tiba di Paris pada Minggu (5/11).
Wartawan BBC di Paris, Hugh Schofield mengatakan meskipun Prancis tidak terkena dampak langsung dari krisis diplomatik antara Iran dengan Inggris namun negara itu tampaknya tidak ingin lepas begitu saja dari persoalan itu.
Dalam lingkungan Uni Eropa, Prancis misalnya memimpin upaya menerapkan sejumlah sanksi bagi Iran seperti penghentian impor minyak dan pembekuan aset negara itu di sejumlah bank di Eropa.
Media di Iran sendiri meminta dunia barat menghidari upaya untuk memperdalam krisis diplomatik antara Iran dan Inggris.
Mereka juga meminta agar dunia internasional mempercayakan penyelesaian insiden ini kepada Teheran dan London.
Kekhawatiran ini muncul setelah sejumlah negara Eropa menarik utusannya dari Iran menyusul insiden tersebut, selain Prancis, Jerman, Italia dan Belanda juga melakukan langkah serupa.
"Pemerintah Inggris telah berupaya untuk memperlebar masalah ini antara kami dengan melibatkan sejumlah negara Eropa lain," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran , Ramin Mehmanparast.
Dalam insiden itu, para penyerang merobek bendera Inggris, merusak jendela dan membakar sejumlah dokumen milik kedutaan.
Tidak ada staf kedutaan Inggris yang terluka dalam serangan itu.
Penyerbuan tersebut dilakukan sebagai balasan atas penerapan sanksi dari negara-negara Barat atas Iran sehubungan dengan program nuklirnya.
Pekan lalu Inggris mengumumkan penghentian semua transaksi dengan sistem keuangan Iran, termasuk dengan Bank Sentral Iran





























