PBB: ada kemajuan soal resolusi Suriah

Sumber gambar,
Para diplomat di Dewan Keamanan PBB mengatakan telah terdapat kemajuan dalam diskusi terkait resolusi PBB tentang krisis politik Suriah.
Kemajuan pembicaraan ini juga disampaikan Duta Besar Rusia untuk PBB Vitaly Churkin.
"Saya kira kami semua sudah mencapai pemahaman yang lebih bagus tentang apa yang harus kami lakukan untuk mencapai sebuah konsensus," kata Churkin.
Beberapa hari lalu, Rusia menentang keras keinginan negara Barat dan Liga Arab terkait penjatuhan resolusi untuk Suriah.
"Pembicaraan yang digelar hari Rabu itu berlangsung dalam suasana konstruktif dan santai," kata Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB Susan Rice.
Namun, Rice melanjutkan, salah satu bagian tersulit dalam pembicaraan adalah keinginan Liga Arab mendesak Presiden Bashar al-Assad menyerahkan kekuasaannya kepada salah seorang deputinya.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton mendesak negara-negara anggota Dewan Keamanan untuk menentukan pilihan, mendukung rakyat Suriah atau rezim diktator yang brutal.
Bentrok terbaru
Bersamaan dengan diskusi untuk merumuskan resolusi bagi Suriah, bentrokan kembali terjadi di negeri itu yang menewaskan sedikitnya 43 orang.
Kekerasan itu terjadi menyusul upaya pasukan pemerintah menguasai kembali pinggiran timur Damaskus.
Menurut para aktivis di Suriah, konsentrasi pemerintah kini bergeser ke wilayah timur laut ibukota.
Mereka mengatakan kota-kota di lembah Wadi Barada mendapat serangan hebat yang mengakibatkan 21 orang tewas.
Korban tewas juga dilaporkan jatuh di berbagai daerah termasuk lima orang anggota pasukan pemberontak Tentara Suriah Merdeka yang bentrok dengan pasukan pemerintah.
PBB memperkirakan hingga Januari lalu korban tewas akibat kisruh politik di Suriah mencapai lebih dari 5.400 orang.
Namun, angka itu diakui PBB sangat sulit untuk dikonfirmasi akurasinya.





























