Ilmuwan Temukan Hiu Berusia 500 Tahun Masih Hidup, Jadi Hewan Paling Panjang Umur di Bumi
Temuan ini memecahkan rekor sebelumnya, melampaui umur paus kepala busur yang diketahui berusia 211 tahun.

Ilmuwan menemukan hiu tertua di dunia, berusia 500 tahun di perairan Greenland. Hiu ini dinobatkan sebagai hewan vertebrata dengan umur terpanjang di Bumi.
Predator laut dalam yang sulit ditangkap ini ditemukan di perairan dingin Atlantik Utara dan Samudra Arktik, yang membuat para ilmuwan terpesona karena umurnya yang luar biasa. Laju pertumbuhannya yang lambat dan sifat biologinya yang misterius menjadikannya subjek penelitian berkelanjutan, menyoroti bagaimana beberapa spesies menentang batas penuaan.
Terobosan besar dalam memahami umur panjang hiu Greenland datang dari tim peneliti yang dipimpin Julius Nielsen, ahli biologi kelautan di Universitas Kopenhagen. Nielsen dan rekan-rekannya melakukan penelitian dan menemukan hiu Greenland diperkirakan berusia setidaknya 272 tahun, dengan beberapa model menunjukkan batas atas usia hampir 500 tahun.
Temuan ini memecahkan rekor sebelumnya, melampaui umur paus kepala busur yang diketahui berusia 211 tahun, yang telah lama dianggap sebagai vertebrata dengan umur terpanjang, seperti dikutip dari laman The Brighter Side, Jumat (7/2).
Menentukan usia hiu Greenland merupakan tantangan besar bagi para peneliti. Banyak spesies ikan dapat ditentukan umurnya dengan menghitung lapisan pertumbuhan pada struktur kecil kalsium karbonat, yang disebut otolit, yang terdapat di telinga mereka. Lapisan-lapisan ini berfungsi seperti lingkaran pohon, memberikan garis waktu pertumbuhan. Namun, hiu tidak memiliki batu telinga ini, sehingga teknik penentuan usia menggunakan teknik itu tak bisa dilakukan. Selain itu, hiu Greenland memiliki struktur kalsifikasi yang minimal, sehingga prosesnya semakin rumit.
Para peneliti kemudian menggunakan metode yang berbeda yaitu memeriksa lensa mata hiu tersebut. Lensa mata terdiri dari protein yang tetap tidak berubah setelah terbentuk, sehingga memungkinkan peneliti menggunakannya sebagai penanda waktu biologis. Karena protein terdalam berkembang saat hiu masih dalam rahim induknya, usia mereka dapat ditentukan dengan menggunakan teknik penanggalan radiokarbon.
Dengan menganalisis protein ini, peneliti bisa memperkirakan usia beberapa hiu Greenland. Studi ini memberikan wawasan inovatif tentang umur panjang di laut dalam dan menimbulkan pertanyaan baru tentang bagaimana hiu ini bisa hidup selama berabad-abad. Metabolisme mereka yang lambat dan habitat air dingin kemungkinan besar memainkan peran penting dalam memperpanjang umur mereka, namun banyak hal tentang biologi mereka yang masih belum diketahui.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5382314/original/023006700_1760577182-WhatsApp_Image_2025-10-15_at_23.02.34.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476329/original/098209100_1768728369-IMG_4903.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469235/original/018631400_1768099529-WhatsApp_Image_2026-01-11_at_09.32.24__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476365/original/034456100_1768732998-WhatsApp_Image_2026-01-17_at_15.59.35.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475865/original/031467900_1768665486-MU.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476142/original/031022700_1768713983-WhatsApp_Image_2026-01-18_at_12.09.03.jpeg)


















