Laporan: Pakistan Tembak Jatuh Jet Tempur Rafale India
Sirip ekor dan kemudi Jet Rafale tergeletak di ladang, di wilayah Bathinda, negara bagian Punjab, India, yang berbatasan dengan Pakistan.

Pejabat Intelijen Prancis tengah menyelidiki mengenai klaim beberapa pesawat tempur Rafale yang diduga ditembak jatuh oleh Angkatan Udara Pakistan dalam pertempuran semalam dengan India, demikian dilansir CNN.
Seorang pejabat tinggi Prancis mengatakan Pakistan telah menembak jatuh jet tempur Rafale milik India pada pertempuran semalam antara kedua negara tetangga itu.
Hal ini menandakan adanya kerugian tempur pertama India yang dikonfirmasi dari pesawat canggih buatan Prancis tersebut. Ia juga mengatakan jet tempur yang ditembak itu tengah dioperasikan oleh Angkatan Udara India.
Pejabat itu menambahkan pihak berwenang Prancis sedang menyelidiki apakah terdapat lebih dari satu jet Rafale yang mungkin juga tertembak jatuh semalam.
Pakai pesawat buatan China

Sementara itu, kemarin, Pakistan mengonfirmasi bahwa mereka menembak jatuh lima jet tempur India, termasuk tiga Rafale. Mereka menembak jatuh jet tersebut menggunakan pesawat J-10 C buatan China.
Seperti laporan dari The New York Times, terdapat tiga pejabat dan keterangan saksi yang mengatakan bahwa “setidaknya dua pesawat” jatuh di India dan Kashmir yang dikuasai India.
Gambar yang diunggah di media sosial menunjukan bagian sirip ekor dan kemudi Rafale tergeletak di ladang. Tempat tersebut diduga berada di wilayah Bathinda, negara bagian Punjab, India, yang berbatasan dengan Pakistan. Bangkai pesawat itu memiliki nomor seri BS-001 yang diidentifikasi sebagai Rafale EH berkursi tunggal.
India langsung menyalahkan Pakistan tanpa memberikan bukti apa pun kepada publik, serta menuduh “dukungan lintas batas” bagi para penyerang. Namun, tuduhan tersebut ditolak oleh Islamabad.
Serangan balasan
Sebaliknya, Otoritas Pakistan menyerukan penyelidikan netral yang diawasi oleh pihak ketiga. Foto-foto dari lokasi jatuhnya pesawat di Kashmir yang dikelola India tampak memperlihatkan puing-puing yang diberi label buatan Prancis.
Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif mengatakan militer negaranya menembak lima jet tempur India sebagai “balasan dari pihak kami kepada serangan mereka.”
Dalam pidatonya di TV pada Rabu (7/5), Sharif mengatakan India telah melakukan kesalahan dengan melancarkan serangan terhadap Pakistan, oleh karenanya, mereka harus “menanggung konsekuensinya.”
Setidaknya, tiga jet Rafale buatan Prancis termasuk di antara pesawat yang terkena rudal Pakistan yang ditembak telah melintasi perbatasan de facto di wilayah Kashmir yang disengketakan, kata dia dalam pidatonya di Parlemen.
“Ini adalah negara yang terdiri dari orang-orang pemberani dan memiliki tujuan yang tinggi. Kami menghormati negara dan melindungi negara Kami, serta akan berjuang sampai titik darah penghabisan,” jelas dia seperti dikutip dari TRT Global, Kamis (8/5).
Di sisi lain, pihak produsen kedirgantaraan dan militer Prancis belum menanggapi hal tersebut dan tetap berhubungan erat dengan pejabat pertahanan India.
Sebagai informasi, India memperoleh 36 Rafale dalam perjanjian penting tahun 2016 dengan Prancis. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan armadanya yang sudah tua di tengah meningkatnya ketegangan regional.
Militer Pakistan mengatakan sedikitnya 31 warga sipil tewas dan 57 lainnya luka-luka akibat serangan rudal India di wilayahnya.
Reporter Magang: Devina Faliza Rey



























:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523431/original/011866200_1772816106-260254.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5211473/original/020366100_1746581539-hansi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5519603/original/021723700_1772587901-AP26062748359237.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5343404/original/006730000_1757415749-14689.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523402/original/083790500_1772811975-IMG_2172.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523413/original/016886200_1772813353-4771.jpg)















