MRT Langsung Pecat Karyawan Gunakan Ijazah Palsu!
MRT Jakarta akan mengambil tindakan terhadap pihak yang menyebarkan informasi yang dianggap salah atau fitnah.

PT MRT Jakarta (Perseroda) mengumumkan bahwa mereka akan memberikan sanksi berupa pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada pegawai yang terbukti menggunakan ijazah palsu dalam proses rekrutmen. Ahmad Pratomo, Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PT MRT Jakarta, menjelaskan saat ini perusahaan sedang melakukan pemeriksaan internal terkait dugaan penggunaan ijazah palsu oleh salah satu karyawannya.
“Jika setelah proses investigasi internal terbukti karyawan bersangkutan menggunakan ijazah palsu, maka akan ditindak sesuai peraturan internal yang berlaku dengan tingkatan hukuman paling berat yaitu PHK,” tegas Ahmad dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (4/7).
Namun, jika investigasi tidak menemukan adanya pelanggaran, MRT Jakarta akan mengambil tindakan terhadap pihak yang menyebarkan informasi yang dianggap salah atau bersifat fitnah.
“Kami akan melakukan investigasi terhadap karyawan yang menyebarkan berita fitnah atau keliru hingga pencemaran nama baik, dan akan ada konsekuensi berdasarkan peraturan internal,” ujarnya.
Dengan demikian, perusahaan berkomitmen untuk menjaga integritas dan reputasi mereka serta memastikan bahwa setiap karyawan mematuhi standar etika yang telah ditetapkan.
MRT Jakarta Harus Audit Seluruh Karyawan

Menanggapi situasi ini, Achmad Nur Hidayat, seorang Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, memberikan beberapa saran yang harus segera diambil oleh manajemen MRT Jakarta. Pertama-tama, ia merekomendasikan agar manajemen menyelesaikan investigasi secara menyeluruh dan mempublikasikan hasilnya dengan transparan.
Ia menegaskan bahwa sebagai pengguna transportasi umum dan pembayar pajak, masyarakat berhak untuk mengetahui fakta-fakta terkait kasus ini.
Selanjutnya, ia juga menyarankan agar dilakukan audit ulang terhadap keaslian ijazah seluruh karyawan, khususnya mereka yang menduduki posisi penting dan teknis, guna mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan.
Terakhir, perbaikan sistem rekrutmen perlu dilakukan dengan memanfaatkan verifikasi digital melalui sistem SIVIL yang dikelola oleh DIKTI, sehingga tidak hanya bergantung pada fotokopi ijazah yang mungkin tidak valid.
Jika Gagal Ditangani, Investasi Miliaran Sia-Sia

Langkah berikutnya adalah menegakkan integritas sebagai syarat utama dalam proses rekrutmen dan promosi jabatan. "Kompetensi tanpa integritas hanya akan menjadi potensi moral hazard di masa depan," jelas Achmad.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi publik yang bersifat jujur, tegas, dan empatik. Dalam pandangannya, perusahaan seharusnya tidak menunggu isu berkembang sebelum mengambil tindakan.
"Jika MRT Jakarta gagal menanganinya dengan cepat dan terbuka, maka investasi triliunan rupiah akan sia-sia karena hilangnya kepercayaan publik adalah kerugian terbesar bagi transportasi publik manapun," ungkap Achmad.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1211634/original/093096600_1461305717-160421_Aturan_Aplikasi_Transportasi_infografis_Abdillah__1_.jpg)





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482071/original/036796300_1769157599-473290.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5481624/original/022907900_1769140015-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482020/original/011140300_1769155261-WhatsApp_Image_2026-01-23_at_14.59.35.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5481997/original/063818900_1769153715-IMG_6014.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/thumbnails/5481981/original/052563300_1769153257-prabowo-tegas-di-wef-2026-singgung-beban-utang-rezim-dahulu-penerus-selalu-membayar-bb7829.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5404123/original/026164100_1762390990-2.jpg)























