Dilaporkan Ormas Pemuda, Polisi Usut Dugaan Ujaran Kebencian Pandji
Laporan yang tergister dengan nomor LP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA, buntut materi stand up comedy yang dibawakannya Pandji.

Polda Metro Jaya tengah menyelidiki dugaan ujaran kebencian yang diduga dilakukan komika Pandji Pragiwaksono usai menerima laporan dari Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (AMNU) dan Aliansi Muda Muhammadiyah (AMM).
Laporan yang tergister dengan nomor LP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA, buntut materi stand up comedy yang dibawakannya Pandji dalam sebuah acara bertajuk Mens Rea.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto membenarkan adanya laporan tersebut.
"Benar bahwa hari ini 8 Januari ada laporan dari masyarakat atas nama RARW tentang dugaan penghasutan di muka umum dan dugaan penistaan agama berkaitan dg pernyataan dalam sebuah acara bertajuk Mens Rea," kata dia dalam keterangannya, Kamis (8/1).
Menganalisis Barang Bukti
Terkait hal ini, penyidik akan melakukan klarifikasi terhadap pelapor sekaligus menganalisis barang bukti yang diserahkan, termasuk rekaman video materi stand up comedy yang dipersoalkan.
"Beri ruang bagi penyelidik dan penyidik dalam proses penegakan hukum," ucap dia.
Tak lupa Budi mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam menyampaikan informasi.
Sementara itu, pelapor, Rizki Abdul Rahman Wahid mengungkapkan laporannya dibuat setelah mencermati potongan video penampilan Pandji yang beredar luas.
Praktik Politik Balas Budi
Dalam materi tersebut, Pandji dinilai menyampaikan pernyataan yang menggambarkan NU dan Muhammadiyah seolah-olah terlibat dalam praktik politik balas budi hingga memperoleh pengelolaan tambang.
"Dalam potongan video yang kami lihat Pandji pragiwaksono dalam acara mana rasa yang diselenggarakan di Indonesia Arena Gelora Bung Karno Jakarta Pusat menyampaikan pernyataan yang menyebut NU dan Muhammadiyah seolah-olah ikut serta dalam praktik politik balas budi sehingga memperoleh pengelolaan lambang," kata Rizki seperti tertulis dalam laporan dikutip, Kamis malam.
Dia menganggap narasi itu merendahkan martabat dua organisasi Islam terbesar di Indonesia dan sangat menyinggung perasaan warga NU.
"Pernyataan tersebut kami nilai telah menyinggung dan merendahkan martabat organisasi keagamaan Muhammadiyah NU sehingga menimbulkan rasa tersinggung dan keberatan bagi kami semua warga NU," ujar Rizky.
Meremehkan Nilai-nilai Ibadah
Selain itu, Pandji juga dinilai menyampaikan pernyataan yang meremehkan nilai-nilai ibadah dalam ajaran Islam.
Dalam materi tersebut, Pandji mengajak publik agar tidak memilih pemimpin berdasarkan ibadah, dengan narasi yang menyiratkan seseorang yang rajin beribadah belum tentu merupakan pribadi yang baik.
"Pernyataan tersebut kami pandang sebagai generasi yang merendahkan nilai-nilai ibadah dalam ajaran islam," ucap dia.
Tak hanya soal agama, Pandji juga menyinggung kelompok etnis tertentu.
"Pandji juga menyampaikan bahwa orang sunda sering kali memilih pemimpin dari kalangan atas yang menurut kami merupakan pernyataan bernuansa stereotip dan generalisasi serta berpotensi merendahkan kelompok etnis sunda dalam menggunakan hak konstitusionalnya untuk memilih pemimpin," ucap dia.
Dia menilai pernyataan tersebut sebagai generalisasi yang berpotensi mendiskreditkan kelompok etnis Sunda dalam menggunakan hak konstitusionalnya.
"Menurut kami rangkaian pernyataan tersebut secara keutuhan berpotensi menimbulkan kebencian, merendahkan nilai-nilai agama islam serta mendiskreditkan kelompok etnis tertentu," ucap dia.
Atas dasar itu, pelapor menduga kuat adanya unsur ujaran kebencian dalam materi stand up comedy yang dibawakan Pandji.
"Atas kejadian tersebut korban merasa dirugikan, selanjutnya pelapor datang ke SPKT Polda Metro Jaya untuk membuat laporan pengaduan guna kepentingan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut," katanya.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5480209/original/055827300_1769049427-53be1b51-4a07-4337-a7d7-3ea2480321b2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1450885/original/093154300_1483085823-20161230-Malam-Tahun-Baru-Jakarta-Transjakarta-YR4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3938377/original/044594100_1645165608-20220218-Waspada_Cuaca_Ekstrem_di_Jakarta-8.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5480146/original/095838700_1769044195-142322.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5480126/original/052038900_1769043330-PHOTO-2026-01-21-23-03-35.jpg)























