Gunung Marapi Meletus Dua Kali dalam Sehari, Waspada Potensi Lahar Dingin Ancam Warga
Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali erupsi dua kali pada Minggu, 21 September, memicu peringatan akan bahaya lahar dingin dan abu vulkanik yang mengancam keselamatan warga sekitar.

Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan meletus sebanyak dua kali pada Minggu, 21 September 2024. Erupsi pertama tercatat pada pukul 13.28 WIB, diikuti oleh letusan kedua yang terjadi pada pukul 16.36 WIB di hari yang sama.
Kejadian ini memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat sekitar, terutama mengingat potensi bahaya yang ditimbulkan oleh abu vulkanik dan lahar dingin. Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan aktivitas gunung.
Meskipun kolom abu pada erupsi kedua tidak terlihat jelas akibat tertutup awan, aktivitas seismik yang tercatat mengindikasikan adanya letusan signifikan. Pihak berwenang mengimbau warga untuk tetap waspada dan mematuhi semua arahan demi keselamatan bersama.
Detail Erupsi dan Kondisi Terkini Gunung Marapi
Erupsi pertama Gunung Marapi pada Minggu siang menghasilkan kolom abu berwarna kelabu pekat yang membumbung tinggi. Kolom abu tersebut dilaporkan bergerak ke arah barat daya, mencapai wilayah Padang Panjang, dan disertai aktivitas seismik dengan amplitudo maksimum 30,4 milimeter selama 38 detik.
Sementara itu, letusan kedua yang terjadi pada sore hari, meskipun kolom abunya tidak terlihat karena tertutup awan, tercatat memiliki amplitudo maksimum 7,3 milimeter dengan durasi 53 detik. "Erupsi kedua tercatat, namun kolom abu tidak terlihat karena tertutup awan," kata Teguh Purnomo, petugas PGA Marapi di Padang.
Hingga saat ini, status Gunung Marapi masih berada pada Level II atau Waspada, yang merupakan tingkat kedua terendah dalam skala empat tingkat di Indonesia. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi secara tegas melarang segala aktivitas dalam radius tiga kilometer dari Kawah Verbeek yang aktif.
PGA Marapi juga sedang menunggu hasil penilaian lebih lanjut dari Darwin Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) dan ASHTAM untuk menentukan tingkat penyebaran abu vulkanik. Informasi ini penting untuk keselamatan penerbangan dan mitigasi dampak di wilayah yang lebih luas.
Ancaman Lahar Dingin dan Abu Vulkanik Pasca Erupsi
PVMBG telah mengeluarkan peringatan keras mengenai potensi lahar dingin, atau aliran lumpur vulkanik, terutama saat hujan deras. Aliran ini dapat mengancam permukiman warga yang berada di sepanjang sungai-sungai yang berhulu di Gunung Marapi. Material vulkanik yang menumpuk dari erupsi sebelumnya dapat dengan cepat terbawa arus saat terjadi hujan lebat.
Bahaya lahar dingin ini bukan isapan jempol belaka, mengingat bencana serupa pada 11 Mei 2024 yang menelan puluhan korban jiwa di wilayah tersebut. "Kondisi cuaca harus dipantau dengan cermat. Hujan lebat dapat memicu aliran lahar secara tiba-tiba," demikian pernyataan dari PVMBG.
Selain lahar dingin, abu vulkanik yang terbawa angin juga menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Warga diimbau untuk selalu mengenakan masker saat terjadi hujan abu guna mencegah gangguan pernapasan. Paparan abu vulkanik dalam jangka panjang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan.
Pihak berwenang terus mengingatkan masyarakat untuk selalu memantau informasi resmi dan menjauhi bantaran sungai di sekitar gunung. Kesiapsiagaan adalah kunci untuk meminimalkan risiko dan dampak yang mungkin timbul dari aktivitas Erupsi Gunung Marapi.
Imbauan dan Kesiapsiagaan Masyarakat
Warga setempat merasakan langsung dampak erupsi Gunung Marapi. Noviardi, seorang penduduk Agam, mengaku terkejut mendengar suara ledakan keras saat erupsi pertama, yang terdengar jelas hingga ke Kecamatan Baso. Pengalaman ini menunjukkan betapa dekatnya ancaman vulkanik bagi kehidupan sehari-hari mereka.
Protokol darurat tetap diaktifkan dan pemantauan terus dilakukan oleh berbagai pihak terkait. Masyarakat diimbau untuk tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan. Kepatuhan terhadap imbauan resmi dari pemerintah dan lembaga terkait sangat krusial dalam menghadapi situasi ini.
Warga diminta untuk selalu mengikuti perkembangan informasi terkini, menghindari area-area yang telah ditetapkan sebagai zona bahaya, dan mempersiapkan diri untuk kemungkinan aktivitas lanjutan. Kesiapsiagaan individu dan komunitas menjadi faktor penentu dalam menjaga keselamatan di tengah ancaman Erupsi Gunung Marapi.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475932/original/049906700_1768695353-115507.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475928/original/032653900_1768693499-IMG-20260117-WA0238.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475924/original/031054700_1768690698-IMG-20260117-WA0172.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475812/original/099904100_1768657086-Serpihan.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5432495/original/005614800_1764809441-000_86ZV73K.jpg)






















