Jembatan Darurat Bambu di Sriharjo Bantul, Harapan Baru UMKM dan Mobilitas Warga
Pemerintah Kabupaten Bantul membangun jembatan darurat bambu di Sriharjo, Imogiri, untuk memulihkan perekonomian UMKM dan mobilitas warga pasca-longsor.

Pemerintah Kabupaten Bantul telah meresmikan sebuah jembatan darurat yang terbuat dari bambu di lokasi jalan longsor Srikeminut, Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri. Pembangunan ini menjadi respons cepat atas putusnya akses jalan utama di pinggir Sungai Oya pada November lalu. Jembatan sementara ini diharapkan dapat segera memulihkan aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat setempat.
Longsor tersebut menyebabkan penurunan drastis jumlah pengunjung ke desa wisata Srikeminut sisi timur, yang berakibat pada sepinya warung-warung UMKM. Kondisi ini membuat omzet para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di wilayah tersebut merosot tajam. Oleh karena itu, kehadiran jembatan ini menjadi krusial untuk mengembalikan denyut perekonomian.
Meskipun hanya dapat dilalui pejalan kaki dan pengendara sepeda motor, jembatan darurat bambu ini menjadi jalur vital bagi warga. Jembatan ini tidak hanya mempermudah mobilitas harian, tetapi juga diharapkan dapat kembali menarik wisatawan. Pemulihan sektor UMKM menjadi prioritas utama dari inisiatif pembangunan jembatan ini.
Jembatan Darurat Bambu: Solusi Sementara Pemulihan Ekonomi Lokal
Jembatan darurat bambu yang dibangun di Srikeminut memiliki panjang 220 meter dengan lebar dua meter dan ketinggian satu meter. Struktur ini dirancang untuk bertahan hingga satu tahun, memberikan waktu bagi pemerintah untuk melakukan penanganan permanen. Keberadaannya sangat vital untuk menghidupkan kembali sektor UMKM yang sempat terpuruk.
Lurah Desa Sriharjo, Titik Istiyawatun Khasanah, mengungkapkan bahwa jembatan ini diharapkan dapat menormalkan kembali UMKM di area Srikeminut. "Sehingga harapannya dengan adanya jalan pertolongan berupa jembatan darurat dari bambu yang telah selesai dibuat pemerintah kabupaten nanti juga UMKM di area Srikeminut di ujung timur bisa normal kembali," ujarnya. Ia menambahkan bahwa omzet warung-warung di sekitar jembatan Kedungjati ke timur sempat turun drastis.
Selain untuk UMKM, jembatan ini juga mempermudah mobilitas warga untuk berbagai keperluan. Masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti bekerja, pergi ke sekolah, atau menjalankan kepentingan ekonomi lainnya tanpa hambatan berarti. Ini adalah langkah awal yang signifikan menuju pemulihan menyeluruh di Sriharjo.
Penanganan Bencana dan Harapan Jangka Panjang
Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Mujahid Amrudin, menjelaskan bahwa pendirian jembatan darurat ini merupakan bagian dari langkah penanganan sementara. Ini dilakukan selama masa tanggap darurat bencana yang ditetapkan pemerintah kabupaten sejak 21 November hingga 5 Desember, dan kemudian diperpanjang hingga 19 Desember 2025. Jembatan ini menjadi solusi cepat untuk mengatasi dampak langsung longsor.
Meski efektif, jembatan bambu ini memiliki keterbatasan, yaitu hanya dapat dilalui oleh pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Pihak desa berharap penanganan dan pembenahan sarana di lokasi terdampak bencana terus diupayakan secara permanen. "Karena, untuk jalan yang sekarang ditangani kan skemanya belum bisa dilalui oleh kendaraan besar juga," kata Titik Istiyawatun Khasanah.
Penanganan jangka panjang akan fokus pada pengamanan tebing di sisi utara Sungai Oya untuk mencegah erosi lebih lanjut. Hal ini penting agar mobilitas masyarakat Sriharjo tidak lagi terhambat di masa mendatang. Koordinasi antara pemerintah daerah dan masyarakat menjadi kunci sukses dalam upaya pemulihan ini.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473406/original/018329500_1768441757-Real_Madrid_vs_Albacete_debut_Arbeloa-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475371/original/033901300_1768585843-IMG_2590.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474672/original/039878600_1768528837-WhatsApp_Image_2026-01-16_at_08.49.17.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2982506/original/051530500_1575123274-BORGOL-Ridlo.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5357651/original/076578000_1758536150-616b3847-bf9b-4f66-9950-991a1c466855.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475249/original/075022200_1768559374-Jenazah_warga_Pati_dibawa_menggunakan_perahu_menuju_pemakaman.png)









