Pengamat: Kontrol Emosi Berkendara Penting untuk Keselamatan di Jalan
Insiden taksi listrik menyoroti pentingnya kontrol emosi berkendara dan pemahaman operasional kendaraan. Pengamat SDCI, Sony Susmana, menekankan kewajiban pengemudi untuk bijak agar tidak merugikan diri sendiri dan orang sekitar.

Pengamat dan Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, menegaskan bahwa setiap pengendara wajib memiliki Kontrol Emosi Pengemudi yang terkendali. Hal ini sangat penting untuk mencegah kerugian, baik bagi diri sendiri maupun orang-orang di sekitar saat berada di jalan raya.
Insiden yang melibatkan pengemudi taksi elektrik baru-baru ini, di mana kendaraan mundur tiba-tiba hingga menabrak kios rumah makan, menjadi cerminan nyata. Kejadian ini menyoroti betapa krusialnya mengelola emosi dengan baik dalam setiap kondisi berkendara.
Selain aspek emosional, Sony Susmana juga menekankan pentingnya pemahaman mendalam tentang sistem operasional kendaraan. Baik pengemudi kendaraan elektrik maupun konvensional dengan transmisi otomatis, wajib menguasai cara kerja kendaraan mereka secara benar dan tepat.
Bahaya Emosi dan Kelalaian dalam Berkendara
Insiden taksi elektrik yang viral menjadi pengingat serius akan bahaya kelalaian dan emosi yang tidak terkontrol saat mengemudi. Pengemudi yang terburu-buru atau gagal memahami sistem operasional kendaraan berisiko tinggi menyebabkan kecelakaan.
Sony Susmana menjelaskan bahwa kasus seperti ini menunjukkan pengemudi gagal paham terkait sistem operasional yang benar atau bertindak terburu-buru. Hal ini tidak hanya berlaku untuk kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV), tetapi juga kendaraan Internal Combustion Engine (ICE) dengan sistem transmisi otomatis.
Kondisi emosi yang tidak stabil dapat menyebabkan pengemudi melakukan kesalahan fatal, seperti lupa memindahkan tuas transmisi ke posisi yang aman. Oleh karena itu, Kontrol Emosi Pengemudi menjadi kunci utama dalam menjaga keselamatan di jalan.
Prosedur Keselamatan Wajib Pengemudi
Ada kewajiban keselamatan yang harus dipatuhi oleh setiap pengemudi demi keselamatan bersama. Pengemudi tidak diperkenankan meninggalkan kendaraan saat mesin masih hidup tanpa memastikan transmisi berada di posisi P (Park) dan tuas rem tangan ditarik.
Sony Susmana menduga, kasus yang viral di media sosial kemungkinan besar terjadi karena posisi gigi masih di 'R' (Reverse) dan tidak dipindahkan ke 'P' oleh pengemudi. Kelalaian ini bisa disebabkan oleh emosi atau ketergesaan dalam pengoperasian kendaraan.
Situasi ini harus menjadi perhatian serius, terutama bagi pengemudi yang menggunakan sistem pemilihan gigi model tombol (soft touch) atau putar (rotater). Memastikan transmisi pada posisi yang benar adalah langkah preventif yang sangat penting.
Peran Perusahaan Transportasi dalam Edukasi
Menyikapi kejadian tersebut, Sony Susmana menekankan pentingnya peran perusahaan penyedia jasa transportasi. Mereka harus memberikan bimbingan yang baik dan benar kepada para pengemudi.
Edukasi ini sebaiknya diberikan oleh ahli yang sudah memiliki lisensi terpercaya, memastikan kualitas dan validitas informasi yang disampaikan. Tujuannya adalah agar insiden serupa tidak terulang di kemudian hari.
Dengan pelatihan dan pemahaman yang komprehensif, diharapkan Kontrol Emosi Pengemudi dapat ditingkatkan. Hal ini akan berkontribusi pada terciptanya lingkungan berkendara yang lebih aman bagi semua pengguna jalan.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473406/original/018329500_1768441757-Real_Madrid_vs_Albacete_debut_Arbeloa-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475371/original/033901300_1768585843-IMG_2590.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474672/original/039878600_1768528837-WhatsApp_Image_2026-01-16_at_08.49.17.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2982506/original/051530500_1575123274-BORGOL-Ridlo.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5357651/original/076578000_1758536150-616b3847-bf9b-4f66-9950-991a1c466855.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475249/original/075022200_1768559374-Jenazah_warga_Pati_dibawa_menggunakan_perahu_menuju_pemakaman.png)







